sign up SIGN UP search


menyusui

8 Tips Meningkatkan Pasokan ASI yang Rendah, Bunda Perlu Tahu

Asri Ediyati Selasa, 06 Oct 2020 12:18 WIB
ilustrasi menyusui caption
Jakarta -

Setiap ibu menyusui tentu menginginkan perjalanan mengASIhinya lancar. Meski demikian, ada saja masalah yang mungkin dialami ibu menyusui, salah satunya pasokan ASI yang rendah. Bagaimana cara mengetahui pasokan ASI Bunda rendah?

Ada beberapa 'bendera kuning' yang mungkin menunjukkan masalah pasokan ASI di kemudian hari, sebelum Bunda melahirkan. Hal ini diungkap Julie Rosen, I.B.C.L.C., konsultan laktasi bersertifikat dewan di praktik swasta di New York City dan utara New Jersey.

Julie Rosen mengatakan, misalnya, tidak adanya perubahan pada payudara selama kehamilan mungkin merupakan tanda tubuh tidak bersiap untuk membuat susu. Ya, normalnya payudara akan berubah, ukuran membesar, dan areola makin gelap warnanya.


"Terutama payudara asimetris dan jarak yang lebar dapat menunjukkan kurangnya jaringan penghasil ASI, suatu kondisi yang dikenal sebagai jaringan kelenjar yang tidak mencukupi, atau I.G.T." kata Rosen, dilansir New York Times.

Selain kondisi tersebut, operasi payudara, sindrom ovarium polikistik (PCOS), masalah tiroid, dan diabetes juga dapat memengaruhi pasokan ASI. Terakhir, sejumlah faktor lain yang terkait dengan pasokan ASI yang tidak mencukupi, termasuk diet ibu, berat badan, dan polutan.

Bagaimana cara mengatasi pasokan ASI yang rendah? Berikut tipsnya, Bunda:

1. Skin-to-skin

Mengutip laman resmi The Womens Australia, gendong bayi dan lakukan skin to skin di dekat payudara Bunda. Bila perlu, bayi hanya mengenakan popok, sehingga ada kontak kulit langsung antara Bunda dan bayi.

Ini akan membantu bayi tetap terjaga dan juga untuk meningkatkan pelepasan hormon yang terlibat dalam produksi ASI. Bunda mungkin bisa mencobanya setiap sesi menyusui.

2. Sering menyusui

Jika pasokan ASI rendah, sering-seringlah menyusui. Jadwalkan dua hingga tiga jam sekali, sehingga total setidaknya delapan kali menyusui dalam 24 jam.

Bayi Bunda mungkin perlu dibangunkan untuk beberapa menyusu, atau mungkin bangun untuk menyusu lebih sering. Bunda bisa pasang alarm agar jadwal menyusui berjalan dengan disiplin.

3. Pastikan perlekatan baik

Pastikan perlekatan bayi itu baik ya, Bunda. Bayi menyusu dan menelan dengan baik dan sempurna akan mengatasi masalah pasokan ASI yang rendah.

Ada beberapa tanda perlekatan bayi sudah baik, salah satunya puting Bunda tidak merasa sakit atau lecet. Bunda mungkin perlu mencari bantuan untuk ini.

4. Pindah sisi payudara satunya jika bayi menolak

Setiap sesi menyusui, selalu tawarkan setiap sisi payudara sebanyak dua kali. Ketika Bunda melihat bayi menjadi lelah atau tidak terlalu sering menelan lagi, lepaskan bayi dari payudara itu dan pindah ke sisi berikutnya.

Ulangi di kedua payudara. Ini akan memastikan bayi menguras payudara dengan lebih efisien.

5. Perah ASI setelah menyusui

Jangan lupa untuk memerah ASI setelah menyusui, untuk memberikan rangsangan lebih lanjut pada payudara. Dengan memompa, ini untuk memastikan bahwa payudara terkuras dengan baik.

Memompa juga akan membantu meningkatkan suplai ASI. Lagi-lagi, sesuai dengan prinsip supply and demand ya, Bunda.

6. Ambil strategi lain jika bayi tidak menyusu dengan baik

Jika bayi mengantuk saat menyusu dan tidak menyusu dengan baik, Bunda bisa mengambil strategi lainnya. Bunda mungkin perlu mempersingkat waktu menyusu.

Dengan mempersingkat waktu menyusu, Bunda bisa menggunakan waktu tersebut untuk memerah payudara dua kali, misalnya, lima menit ke samping kiri, lima menit ke samping kanan dan kemudian ulangi. ASI yang diperah kemudian harus diberikan kepada bayi.

7. Pijat payudara

Saat menyusui atau memerah, kompres hangat atau pijat payudara akan membantu aliran dan drainase ASI.

Jika Bunda perlu memberi bayi ASI ekstra, berikan ASI perah secara terpisah.

Hindari dahulu pemberian susu formula jika memang Bunda masih ingin menyusui secara eksklusif hingga enam bulan. Pengalihan ke susu formula juga secara tak langsung memberi tahu tubuh untuk tidak memproduksi ASI lagi. Atau, jika Bunda memang ingin memberikan formula, konsultasikan dahulu ke ahlinya.

8. Konsultasikan suplemen penambah ASI pada ahli

Mintalah nasihat dari konsultan laktasi atau ahli kesehatan lainnya tentang suplemen untuk ASI. Kadang-kadang obat resep digunakan untuk membantu meningkatkan suplai ASI. Jika memilih cara alami, Bunda bisa browsing beberapa makanan yang menjadi booster ASI.

Semoga informasi di atas bisa membantu Bunda yang sedang menyusui untuk mengatasi pasokan ASI yang rendah ya.

Simak juga cara mencegah mastitis berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi