sign up SIGN UP search


menyusui

6 Manfaat Telur untuk Ibu Menyusui, Bunda Harus Tahu

Haikal Luthfi Rabu, 10 Feb 2021 20:00 WIB
Young mother breastfeeding  her newborn baby boy at home caption
Jakarta -

Telur merupakan bahan makanan yang paling sering dikonsumsi, karena harganya yang relatif murah dan mudah diperoleh.

Selain itu, telur adalah salah satu sumber protein hewani yang bergizi tinggi. Kandungan protein dengan asam amino yang lengkap bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Dilansir laman Good Housekeeping, telur adalah protein lengkap, mengandung semua 9 asam amino esensial yang diperlukan untuk membangun kembali otot dan jaringan dalam tubuh.


Ini tergantung pada ukurannya, satu telur memiliki antara 5 hingga 8 gram protein dan hampir semua yang ada di tubuh membutuhkan protein.

Protein kuning telur, khususnya, telah dilaporkan memiliki efek rasa kenyang yang lebih besar dibandingkan dengan makanan lain. Sebuah studi menunjukkan dampak dari rasa kenyang tinggi ditemukan setelah sarapan makanan yang mengandung telur.

Mengingat akan manfaatnya, ternyata konsumsi telur juga bagus untuk ibu menyusui. Apa saja manfaat telur untuk ibu menyusui? Simak ulasan selengkapnya ya Bunda!

Manfaat telur untuk ibu menyusui

Telur diketahui memiliki segala manfaat yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, telur juga bermanfaat bagi ibu menyusui.

Mengutip Momjunction, mengonsumsi telur yang dimasak dengan baik secara teratur selama masa menyusui memiliki beberapa manfaat yang bisa Bunda dapatkan, antara lain sebagai berikut.

Man holds a big egg in front of a goose. A goose egg is equivalent to about three chicken eggsManfaat telur/ Foto: iStock

1. Mengandung protein berkualitas tinggi

Telur mengandung semua sembilan asam amino esensial dalam proporsi yang tepat. Ini memiliki nilai biologis hampir 100, yang menunjukkan bahwa jumlah maksimum proteinnya diserap oleh tubuh

2. Mengandung berbagai mikronutrien

Telur kaya akan mikronutrien, dan beberapa senyawa bioaktif yang memiliki khasiat bermanfaat bagi kesehatan. Beberapa nutrisi ini, seperti vitamin A, B2, dan B12, juga dapat diberikan kepada bayi melalui ASI dan dengan demikian mendukung kesehatannya.

Konsumsi telur yang dimasak secara teratur dapat membantu ibu pulih dari anemia defisiensi besi.

3. Mendukung perkembangan otak

Telur adalah sumber asam lemak omega-3 yang baik (DHA dan EPA) yang dibutuhkan untuk perkembangan otak dan penglihatan.

4. Menjaga fungsi hati

Kuning telur memiliki kolin dalam jumlah yang cukup banyak, yang merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh ibu dan bayi yang menyusui. Fungsi paling vital dari kolin adalah mendukung perkembangan otak dan memelihara fungsi hati.

5. Memiliki sifat anti-inflamasi

Telur mengandung senyawa bioaktif, seperti sphingomyelin, lutein, dan zeaxanthin yang memiliki sifat anti-inflamasi. Jadi, beberapa studi penelitian menunjukkan bahwa telur sehari mungkin berguna untuk melawan peradangan. Kandungan ini dapat membantu dalam pemulihan pasca melahirkan.

6. Memiliki sifat antimikroba

Telur mengandung protein seperti ovotransferrin, vitellogenin, lipovitellin, dan phosvitin, yang memiliki sifat antivirus dan antibakteri. Sifat tersebut bisa mendukung sistem kekebalan tubuh.

Bahaya makan telur mentah

Meski telur aman untuk ibu menyusui, akan tetapi mengonsumsi telur mentah justru tidak dianjurkan lho Bunda.

Mengutip Parenting First Cry, mengonsumsi telur mentah dapat meningkatkan risiko terkena salmonella. Hal ini juga berlaku untuk telur yang kurang matang. Infeksi salmonella dapat menyebabkan demam, diare, muntah, kram perut, dan mual.

"Mengonsumsi telur yang belum dimasak atau masih mentah berisiko terkontaminasi bakteri salmonella yang dapat menyebabkan keracunan makanan," kata Charmaine Dominguez, RD, seorang ahli gizi di California State University, Amerika.

Bakteri ini memang tidak akan masuk ke air susu ibu (ASI) karena menetap di usus. Faktanya, aktivitas menyusui justru memberikan efek perlindungan terhadap salmonella. Sel kekebalan dalam ASI dan kolostrum cairan yang diproduksi sebelum ASI masuk, dapat menghancurkan organisme salmonella.

Akan tetapi, ini justru dapat menyebabkan dehidrasi yang tidak baik untuk ibu menyusui, dan mengurangi pasokan ASI dalam tubuh lho.

Mengutip Healthfully, ketika dehidrasi, pasokan ASI akan berkurang. Sehingga ibu membutuhkan banyak air untuk menghasilkan ASI yang cukup. Jika ternyata suplai ASI menurun secara signifikan, dianjurkan untuk minum lebih banyak cairan.

Bunda bisa mengisi botol minum harian dengan takaran sebagai patokan minum sepanjang hari. Dengan demikian, cara ini diharapkan bisa mengetahui jumlah liter air yang sudah diminum.

Banner Sacha StevensonFoto: Mia Kurnia Sari
(haf/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi