sign up SIGN UP search


menyusui

Cara Tepat Atasi Perut Kembung pada Bayi Menyusu Menurut Dokter

Annisa Karnesyia Rabu, 03 Mar 2021 17:01 WIB
Crying little baby in the arms of her mother in a living room. caption
Jakarta -

Menyusui terkadang bisa bikin perut kembung pada bayi, Bunda. Jika dibiarkan, kondisi ini sering bikin bayi rewel dan enggak nyaman lho.

Mengutip Parents, perut kembung pada bayi normalnya dikeluarkan melalui bersendawa atau buah angin. Saat makanan bergerak melalui saluran pencernaan, usus kecil menyerap bahan-bahan makanan tersebut.

Bakteri di usus besar memecah sisa makanan, melepaskan hidrogen, karbon dioksida, dan pada prosesnya dapat menghasilkan gelembung gas. Bersendawa bisa mengeluarkan gas dari perut yang kembung. Namun, sisanya mungkin akan keluar melalui buang air besar atau buang angin.


Namun, ketika gas tidak keluar dan terkumpul di saluran cerna, hal ini bisa menyebabkan perut kembung. Bayi yang sistem pencernaannya masih belum bagus, rentan mengalami perut kembung, Bunda.

"Sistem pencernaan bayi baru lahir belum matang, sehingga menghasilkan banyak gas dan ini normal. Bayi juga menghirup banyak udara saat menyusu dan menangis untuk menghasilkan banyak gas," kata Samira Armin, M.D., dokter anak di Texas Children's Pediatrics di Houston.

Frekuensi kembung umumnya tidak perlu dikhawatirkan pada bayi. Tidak seperti orang dewasa, bayi mengeluarkan gas untuk melegakan perut kembungnya.

Bayi mungkin terlihat seperti enggak nyaman dan rewel saat perut kembung. Tapi, jarang sekali bayi yang benar-benar sangat tak nyaman karena kesulitan buang gas.

Perut kembung pada bayi menyusui bisa terjadi hingga usia 1 tahun. Meski begitu, menurut dokter spesialis anak, dr.Melisa Anggraeni, M.Biomed, Sp.A, sebagian besar perut kembung dialami bayi usia 0 sampai 4 bulan.

"Perut kembung memang bisa dialami lebih lama sampai usia 9 bulan hingga 1 tahun. Tapi, 70 sampai 80 persen perut kembung hanya dialami anak-anak di usia 0 sampai 4 bulan," kata Melisa, kepada Haibunda baru-baru ini.

Tanda perut bayi kembung

Melansir dari What to Expect, berikut 5 tanda perut bayi kembung saat menyusu:

1. Bayi menangis dan rewel selama sekitar satu jam dalam sehari.

2. Bayi terlihat tidak bahagia sepanjang hari.

3. Tidak mau makan atau tidurnya tak nyenyak.

4. Wajah bayi memerah ketika dia menangis atau terlihat seperti kesakitan.

5. Bayi terlihat tak nyaman dan menarik kakinya ke atas dada.

Penyebab perut kembung pada bayi

Perut kembung pada bayi menyusu dapat disebabkan beberapa hal, Bunda. Berikut 3 penyebabnya:

1. Alergi susu sapi

Kalau bayi tidak konsumsi susu formula dan hanya mengonsumsi ASI saja, Bunda harus evaluasi penyebab kembungnya ya. Bayi menyusu kemungkinan bisa alergi susu sapi dari ibunya. Produk susu sapi atau olahan yang dikonsumsi Bunda bisa masuk ke dalam ASI dan menyebabkan alergi.

2. Intoleransi laktosa ASI

Intoleransi laktosa terjadi saat bayi menjadi sensitif terhadap ASI. Bayi mungkin tidak terlalu bisa untuk mencerna laktosa dari ASI yang dikonsumsinya, Bunda.

Pada bayi usia 0 sampai 6 bulan, produksi enzim lipase belum berfungsi dengan baik. Sementara di usia 6 bulan ke atas ketika bayi sudah MPASI, enzim-enzim pencernaan bayi ini sudah cukup bagus semua. Kecuali ada penyakit yang mendasari, kemungkinan perut bayi kembung biasanya sangat kecil terjadi.

3. Posisi pelekatan yang salah

Perut kembung pada bayi menyusu paling sering terjadi karena posisi pelekatan menyusui yang salah. Jika pelekatan mulut bayi dan payudara Bunda tidak pas, si Kecil tidak bisa menyusu secara optimal.

"Pelekatan proses menyusui salah juga bisa jadi menyusuinya jadi sebentar-sebentar, misalnya, 5 menit sekali lepas. Jadi bayinya tidak bisa mendapatkan ASI dengan optimal, tidak bisa mendapatkan foremilk dan hindmilk dengan bagus," ujar Melisa.

"Bisa juga dia banyak hanya dapat foremilk saja karena menyusu sebentar-sebentar. Sedangkan, menyusui yang efektif diharapkan 30 sampai 40 menit dan full di satu payudara," sambungnya.

Bayi yang menyusu sebentar hanya mendapatkan foremilk saja, Bunda. Nah, kandungan tinggi laktosa di foremilk ini bisa bikin perut bayi kembung.

Ibu menyusuiIbu menyusui/ Foto: iStock

Cara atasi perut kembung pada bayi

Sebelum melakukan perawatan dan pengobatan, Bunda sebaiknya konsultasi ke dokter untuk mencari penyebab. Pengobatan akan diberikan sesuai kondisi yang mendasari perut kembung pada bayi menyusu.

Jika bayi memiliki alergi susu atau intoleran laktosa, Bunda harus berhenti konsumsi segala makanan yang ada kandungan susu sapi. Jadi, Bunda perlu diet produk susu agar kandungan laktosa tinggi tidak masuk melalui ASI.

Nah, kalau perut kembung disebabkan posisi menyusui yang salah, Bunda perlu memperbaikinya ya. Ubah cara menyusui dan lihat lagi cara menyusui yang benar.

Dari semua penelitian, kunci mengatasi perut kembung pada bayi menyusu hanya satu, yakni memberikan kenyamanan pada bayi. Bunda juga boleh mengolesi perut bayi dengan minyak telon atau living oil sambil menggendong dan menenangkan si Kecil.

"Kuncinya adalah kalau ibunya tenang, maka bayinya juga tenang. Nah, kemudian disusui lagi sedikit sampai bayi kenyang dan nantinya perut kembung akan hilang dengan sendirinya," ujar Melisa.

Perut kembung pada bayi menyusu juga bisa diatasi dengan pijat. Proses pemijatan enggak sembarangan karena hanya boleh dilakukan tenaga terlatih ya.

Kapan perlu ke dokter?

Bunda perlu membawa bayi ke dokter jika dia terus rewel dan merasa tidak nyaman setelah beberapa bulan. Bayi yang alergi mungkin mengalami ruam kulit, muntah, diare, hingga berat badannya tidak bertambah.

Rasa nyeri juga bisa menjadi pertanda bayi perlu ditangani oleh medis. Nyeri merupakan gejala penyakit celiac, yakni intoleransi yang serius terhadap gluten.

(ank/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi