sign up SIGN UP search


menyusui

20 Makanan untuk ASI Booster Alami, Bunda Harus Tahu

Haikal Luthfi Rabu, 17 Feb 2021 20:59 WIB
young mother breast feeding her baby girl in garden caption
Jakarta -

Salah satu penyebab utama kegagalan ibu dalam memberikan ASI eksklusif adalah karena merasa ASI yang mereka miliki tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi.

Padahal ASI merupakan makanan utama bayi yang sangat dibutuhkan untuk menunjang tumbuh kembangnya dan melindungi mereka dari berbagai penyakit, Bunda. Tak pelak masalah ASI seret atau tidak lancar menjadi momok menakutkan bagi ibu menyusui.

Berbagai metode dilakukan untuk memperlancar produksi ASI. Salah satu cara agar produksi ASI banyak adalah dengan mengonsumsi makanan yang dipercaya sebagai ASI booster alami.


Tidak bisa dipungkiri setiap nutrisi pada makanan yang dikonsumsi ibu dapat mempengaruhi produksi ASI. Jadi, apabila makanan yang disantap mengandung gizi seimbang dan teratur, diharapkan kelenjar pembuat ASI dapat bekerja optimal.

Menurut konsultan laktasi, Alicia C. Simpson, banyak jenis makanan super yang dipercaya bisa melancarkan produksi ASI. Meski belum terbukti secara klinis, banyak yang telah digunakan selama berabad-abad untuk mengatasi masalah menyusui.

"Banyak yang digunakan di seluruh dunia untuk makanan ibu menyusui karena mengandung nutrisi dari lemak sehat, vitamin, mineral, fitonutrien, dan antioksidan yang ideal untuk ibu menyusui," kata Simpson seperti yang dikutip dari laman Parents.

Asi booster alami

Nah Bunda, asupan makanan memang berpengaruh dengan kelancaran ASI. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui asupan mana saja yang baik untuk ASI. Mengutip Mom Junction terdapat beberapa makanan pelancar asi yang dapat dijadikan asi booster alami, yang meliputi:

1. Oatmeal

Biji oat merupakan makanan dengan profil nutrisi yang luas. Ini bisa menjadi makanan mewah yang sehat atau sarapan untuk ibu menyusui. Selain itu, oatmeal dapat meningkatkan suplai ASI dengan meningkatkan kadar hormon oksitosin. Bunda bisa menggunakan oatmeal untuk dipadukan dengan berbagai jenis makanan, seperti kue, roti, dan bubur.

2. Aprikot

Aprikot termasuk dalam keluarga almond dan menawarkan beberapa nutrisi dan senyawa bioaktif yang dapat meningkatkan kesehatan. Makanan ini diyakini dapat meningkatkan kadar hormon prolaktin untuk meningkatkan suplai ASI.

Bunda dapat menambahkan aprikot segar ke dalam bubur ataupun sereal untuk mendapatkan manfaatnya. Hindari menggunakan aprikot kalengan dengan sirup karena tinggi gula.

3. Wortel

Wortel merupakan sayuran yang kaya serat dan mengandung nutrisi penting untuk diet perawatan. Selain itu, mengonsumsi wortel secara teratur akan memberikan nutrisi yang juga dapat meningkatkan suplai ASI. Hal ini disebabkan karena kandungan fitoestrogen yang ada dalam wortel diyakini memberikan efek laktogenik.

4. Fenugreek

Daun dan biji fenugreek biasa dikonsumsi sebagai makanan laktogenik di beberapa tempat. Tanaman yang satu ini dapat meningkatkan suplai susu dan memiliki beberapa khasiat obat dan nutraceutical yang dapat bermanfaat bagi kesehatan.

Penting untuk dicatat bahwa fenugreek adalah ramuan yang manjur, dan terkadang dapat menyebabkan kembung dan iritasi perut. Ini juga dapat mengganggu pengobatan. Jadi, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengambil makanan apa pun dengan tambahan fenugreek.

5. Bawang putih

Peeled garlic in bowlbawang putih/ Foto: iStock

Bawang putih terkenal karena khasiat terapeutik dan pengobatannya. Bunda dapat menambahkan bawang putih ke dalam makanan untuk menambah cita rasa dan mendapatkan manfaat kesehatannya.

Namun, ternyata bawang putih juga dapat mengubah rasa ASI dan dapat memicu kolik pada bayi. Oleh karena itu, waspadai setiap perubahan pola makan dan perilaku bayi setelah Bunda mengonsumsi bawang putih.

6. Alfalfa

Alfalfa termasuk salah satu keluarga kacang-kacangan dan mengandung isoflavonoid estrogenik.Selain itu, alfalfa juga dapat meningkatkan suplai ASI. Bunda bisa menambahkan alfalfa ke dalam salad dan sup untuk menjadikannya bagian dari makanan menyusui.

7. Sayuran berdaun hijau

Sayuran berdaun hijau merupakan sumber mikronutrien, serat makanan, dan senyawa bioaktif yang sangat baik yang dapat meningkatkan pemulihan pasca persalinan dan nutrisi ibu. Selain itu, buah ini mengandung fitoestrogen yang dapat meningkatkan suplai ASI.

8. Pare

Meski terkenal dengan rasanya yang pahit, pare memiliki manfaat yang tak tertandingi untuk kesehatan. Bahkan, beberapa bukti menunjukkan bahwa pare juga dapat meningkatkan suplai ASI.

9. Salmon

Salmon adalah ikan rendah merkuri yang kaya akan nutrisi protein, vitamin D, B12, dan asam lemak omega-3 berkualitas tinggi bermanfaat bagi ibu dan bayi. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi salmon secara teratur dapat meningkatkan komposisi suplai ASI, Bunda.

10. Kelor

Tanaman kelor, juga dikenal sebagai stik drum, banyak dikonsumsi di beberapa bagian Asia dan Afrika. Daun dan buah kelor kaya akan zat gizi mikro, seperti kalsium dan zat besi. Ibu menyusui membutuhkan nutrisi ini untuk pemulihan dan kesehatan pasca melahirkan. Selain itu, kelor juga dikenal dapat meningkatkan suplai ASI dengan merangsang kelenjar susu.

11. Buncis

Buncis kaya akan protein, mikronutrien, dan senyawa bioaktif berkualitas tinggi. Fitoestrogen yang ada di dalamnya dianggap memberikan manfaat laktogenik. Bunda bisa menambahkan buncis ke dalam olahan, seperti kari dan sup.

12. Tahu

Tahu merupakan produk kedelai yang kaya protein dan mikronutrien esensial yang dapat meningkatkan kesehatan ibu. Beberapa bukti menunjukkan bahwa tahu dapat meningkatkan suplai ASI karena kandungan fitoestrogennya.

13. Kemangi

Penggunaan kemangi untuk meningkatkan produksi ASI adalah hal biasa di beberapa tempat. Bunda dapat menambahkan kemangi dalam jumlah kecil ke dalam makanan atau mengonsumsinya dengan secangkir susu hangat.

14. Biji wijen

Biji wijen kaya akan protein, kalsium, serat, dan beberapa nutrisi penting lainnya. Fitokimianya, seperti quercetin dan sesamin, dapat meningkatkan sekresi prolaktin dan meningkatkan suplai ASI. Bunda bisa makan satu sendok teh biji wijen dengan air hangat atau menambahkannya ke dalam makanan, seperti salad, roti, pasta, dan sandwich.

15. Almond

kacang almondkacang almond/ Foto: iStock

Kacang almond dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI karena potensi aktivitas estrogeniknya. Selain itu, almond juga menawarkan nutrisi penting, seperti protein, kalsium, dan lemak sehat.

16. Jahe

Jahe dikenal luas untuk kesehatan dan manfaat pengobatannya. Ini juga dapat meningkatkan produksi ASI. Bunda dapat menambahkan potongan jahe segar ke berbagai makanan dan minuman. Jika ingin mengonsumsi suplemen jahe, konsultasikan terlebih dahulu dengan konsultan laktasi atau dokter.

17. Daun ubi jalar

Daun ubi jalar menawarkan serat, mikronutrien, dan fitokimia yang meningkatkan kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa daun ubi jalar dapat meningkatkan kadar prolaktin dan meningkatkan produksi ASI..

18. Kunyit

Kunyit digunakan dalam kuliner dan pengobatan alternatif atau tradisional. Penelitian menunjukkan bahwa menggunakan kunyit, bersama dengan fenugreek dan jahe, dapat meningkatkan volume ASI. Bunda bisa menambahkan kunyit sebagai bumbu untuk sup, semur, dan kari.

19. Pepaya

Pepaya tidak dianjurkan selama kehamilan, tetapi penggunaannya selama menyusui dianjurkan karena potensi efek laktogeniknya. Penelitian menunjukkan bahwa jus daun pepaya dan pepaya dapat meningkatkan produksi ASI.

20. Beras merah

Beras merah dapat membantu dalam penurunan berat badan postpartum dan memberikan beberapa manfaat kesehatan. Ini juga dapat bekerja sebagai galactagogue dan meningkatkan suplai susu. Meski begitu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menyimpulkan efeknya.

Banner Nia RamadhaniFoto: HaiBunda/Mia Kurnia Sari

(haf/haf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi