sign up SIGN UP search


menyusui

Sampai Usia Berapa Bayi akan Bangun untuk Menyusu di Malam Hari?

Melly Febrida Senin, 15 Mar 2021 14:28 WIB
Confident female pediatrician examines a newborn baby. The baby's mother is holding her. The doctor is touching the baby's head. Baby bottles and a doctor's bag are on a table. caption

Menyusui Si Kecil adalah salah satu tugas penting untuk Bunda. Banyak tantangan yang harus Bunda hadapi dalam prosesnya, salah satunya yaitu menahan kantuk karena ia ingin menyusu sepanjang malam. 

Bunda mungkin bertanya-tanya, sampai Si Kecil usia berapa kah hal tersebut akan terjadi?

Jane Barry, bidan dan perawat kesehatan anak, mengatakan bahwa akan ada saatnya Si Kecil tidak perlu lagi menyusu di malam hari. 


"Ini tergantung pada masing-masing bayi dan perkembangannya, meskipun sebagian besar bayi menunjukkan peningkatan selama seminggu. Konsistensi dan ketekunan dalam mengatur kesadaran mereka adalah penting," kata Barry dikutip Kidspot.

Banner daun calathea



Jika Bunda biasa menawarkan beberapa kali menyusui setiap malam, Bunda dapat mengurangi frekuensi dan jumlahnya secara bertahap. Cobalah tidak menyusui satu kali dalam setiap malam selama beberapa malam. Kemudian dua kali tak menyusui dalam semalam. Berlanjut hanya sekali menyusui dalam semalam.

Apabila Bunda yakin bayi benar-benar tidak lapar, cobalah memeluknya dan meyakinkan Bunda ada di sampingnya. "Beberapa orang menepuk dan mendiamkan lalu meninggalkan ruangan saat mereka sudah tenang," kata Barry.

Lantas kapan bayi akan berhenti menyusu di malam hari? Kata Barry, hingga usia sekitar enam bulan, kebanyakan bayi masih membutuhkan setidaknya satu kali menyusu dalam semalam. Ini karena perut mereka kecil dan mereka memetabolisme ASI dengan cepat, terutama jika mereka sedang menyusu.

Banner Aprilia Manganang


"Bersabarlah dan realistis dengan harapan Anda. Bayi yang terbiasa disusui semalaman membutuhkan waktu untuk belajar bagaimana menenangkan diri tanpa menyusu," ujarnya.

Sebagian besar bayi yang sehat dan cukup makan, sejak usia enam bulan berkembang dapat bertahan selama enam jam atau lebih terus menerus tanpa disusui. Tapi, beberapa bayi suka menyusu di malam hari. Jika hal ini tidak menjadi masalah bagi Bunda, maka tidak ada salahnya melanjutkan.

"Banyak bayi ingin menyusui semalaman, bukan karena lapar, tapi karena kebiasaan. Mereka menyukai sensasi kenyamanan mengisap untuk kembali tidur dan merasa dekat secara fisik dengan ibu mereka. Dan karena ini berhasil untuk mereka, kecil kemungkinan bayi menjadi orang yang membuat perubahan awal," jelas Barry.

Lesley Regan, Profesor Obstetri dan Ginekologi, menjelaskan, di hari-hari pertama Bunda mungkin akan menyusui bayi hingga belasan kali selama 24 jam. Kemudian, durasi meningkat hingga sekitar 20 menit per menyusui setiap 2 hingga 4 jam. 

Yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah posisi yang tepat untuk bayi dan Bunda agar sama-sama merasa nyaman.

"Saat menyusui, seluruh areola harus berada di mulut bayi Anda agar dia "menempel" dan menyusu dengan benar.  Jika dia mengunci dengan benar, dia akan membuka mulutnya lebar-lebar dan Anda akan merasakan efek isap di seluruh area," kata Regan dalam Your Pregnancy Week by Week.

Ketika menyusui, kata Regan, Bunda juga harus merasa nyaman. Sanggah punggung, bayi harus berbaring menghadap Bunda, bukan hanya dengan kepala menghadap ke payudara. Bunda juga bisa mencoba bermain bersama bayi di samping dengan benar dan letakkan bantal di bawah bayi agar Bunda tidak membungkuk.

Rasa kantuk adalah kawan akrab Bunda yang menyusui. Mungkin akan terasa berat pada awalnya, namun pada akhirnya Bunda akan terbiasa dan menemukan pola menyusui yang nyaman untuk Bunda dan Si Kecil.

Tahukah Bunda, kalau menyusui bisa jadi KB alami? Simak informasi lengkapnya dalam video berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]

(fia/fia)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi