sign up SIGN UP search


menyusui

6 Tips Memilih Pompa ASI Manual yang Bagus, Bunda Perlu Tahu

Annisa Karnesyia Kamis, 23 Sep 2021 20:20 WIB
Young mother hands holding full plastic breast pump bottle. Closeup. Preparing milk for baby feeding. Front view. caption
Jakarta -

Menyusui adalah proses yang panjang dan tak mudah bagi setiap Bunda. Ada kalanya Bunda terpaksa tidak bisa menyusui langsung dan menggunakan pompa ASI manual yang bagus untuk tetap bisa meng-ASI-hi buah hatinya.

"Situasi dan alasan tersebut ada yang bersifat jangka pendek dan jangka panjang," kata konselor laktasi, F.B. Monika dalam Buku Pintar ASI dan Menyusui.

Beragam alasan tidak menyusui langsung bayi bisa berbeda pada setiap orang. Berikut 12 alasan Bunda menyusui memerah dan menggunakan pompa ASI manual:


  1. Berpisah dengan bayi sementara waktu.
  2. Bayi belum dapat menyusu dengan baik
  3. Bayi tidak dapat atau tidak mau menyusu, misalnya karena sakit
  4. Bunda sedang menjalani pengobatan yang dapat membahayakan bayi karena penggunaan obat-obatan tertentu. Bunda yang sedang menjalani pengobatan harus tetap memerah untuk menjaga produksi ASI, meski tidak diberikan ke bayinya.
  5. Payudara bengkak atau terjadi mastitis. Bunda tetap disarankan memerah untuk mengurangi gejala.
  6. Nyeri puting berat, sehingga Bunda tidak sanggup menyusui langsung buah hati.
  7. Produksi ASI berlebih atau meningkat.
  8. Bunda dengan menjalani program relaktasi dan induksi laktasi.
  9. Bayi lahir prematur dan dirawat di NICU (Neonatal Intensive Care Unit)
  10. Bayi sakit berat dan memerlukan perawatan jangka panjang di rumah sakit.
  11. Adanya perpisahan reguler, misalnya Bunda kembali bekerja atau kuliah.
  12. Bunda memiliki masalah kesehatan yang menghambat produksi ASI secara normal, misalnya hypoplasia (jaringan glandular yang tidak mencukupi), diabetes, PCOS (Polycystic Ovary Syndrome), atau riwayat operasi payudara.

Memerah dengan pompa ASI menual

Selain memerah dengan tangan, Bunda bisa dengan mudah mengeluarkan ASI melalui pompa ASI manual. Cara ini terbilang efektif dan efisien dari segi tenaga dan waktu.

Memilih pompa ASI manual enggak boleh sembarangan ya, Bunda. Sebelum memilih alat pompa, sebaiknya Bunda sudah mengerti mekanisme kerjanya. Jangan lupa sesuaikan dengan kebutuhan Bunda.

Selain efisien, pompa ASI manual tidak begitu mahal. Bentuknya pun lebih sederhana dan tidak memerlukan sumber tenaga, seperti listrik dan baterai layaknya pompa ASI elektrik.

"Ibu yang menyukai tipe pompa ini biasanya merasa alat pompa lebih alami dan menyerupai cara bayi mengisap payudara," ujar Monika.

"Selain itu, ibu juga memagang kendali penuh atas kekuatan isapan," sambungnya.

Kekurangan pompa ASI manual adalah cara kerjanya. Pompa ASI manual hanya dapat digunakan untuk memompa satu payudara dalam satu waktu.

Bagian pompa ASI manual

Menurut dr. Meta Hanindita, Sp.A.(K) dalam buku Mommyclopedia 456 Fakta tentang ASI dan Menyusui, semua pompa ASI terdiri dari 3 bagian besar, yakni:

  1. Breast shield, yaitu corong atau cup yang cukup saat dipasang menutupi puting berserta areola.
  2. Pompa menghasilkan tekanan lembut yang dapat memerah ASI.
  3. Penampung ASI, yakni botol yang dapat dilepas pasang untuk mengumpulkan ASI.

Cara menggunakan pompa ASI manual yang tepat

Bunda enggak boleh sembarangan memerah ASI dengan alat pompa manual ya. Berikut 5 cara menggunakan pompa ASI manual yang tepat:

  1. Cuci kedua tangan hingga bersih.
  2. Carilah posisi atau tempat yang nyaman untuk mulai memompa.
  3. Posisikan breast shield ke payudara Bunda.
  4. Saat terjadi refleks oksitosin, sisi payudara satunya juga akan mengeluarkan ASI. Tampunglah ASI dari kedua payudara.
  5. Setelah selesai memompa, segera bersihkan pompa ASI manual dan keringkan.
infografis haibunda asi perahInfografis ASI Perah/ Foto: HaiBunda

Tips memilih pompa ASI manual yang baik

Saat memilih pompa ASI manual, Bunda enggak boleh sembarangan ya. Mengutip berbagai sumber, berikut 7 tips memilih pompa ASI manual yang baik:

1. Perhatikan bentuk pompa ASI manual

Hindari memilih atau menggunakan pompa ASI manual yang berbentuk seperti klakson sepeda ya, Bunda. Pompa ASI ini sering disebut juga squeeze bulb.

Bentuk pompa ASI seperti ini bisa menjadi tempat berkumpul dan berkembang biak bakteri jahat. Bakteri dapat bersembunyi di celah-celah pompa ASI bila tidak dibersihkan dengan baik.

2. Ukuran corong pompa ASI sesuai payudara

Sesuaikan ukuran corong pompa ASI manual dengan payudara Bunda ya. Ukuran corong yang tepat bisa menghindari ASI bocor atau rembes.

Untuk berjaga-jaga, Bunda bisa menyiapkan beberapa ukuran corong ASI. Bunda juga bisa mengukur perkiraan besar corong ASI dengan perhitungan koin.

3. Mode pompa ASI manual efisien dan efektif

Carilah pompa ASI manual yang memiliki dua mode untuk memudahkan Bunda mengumpulkan ASI. Mode pertama digunakan saat mulai memompa. Sementara mode kedua dapat digunakan ketika ASI mulai keluar.

4. Pompa ASI manual aman dan BPA-Free

Pompa ASI dibuat dari bahan plastik agar mudah dibawa dan digunakan. Tidak semua bahan plastik aman ya untuk digunakan sebagai produk bayi, Bunda.

Carilah bahan pompa ASI manual yang aman, yakni bebas BPA (BPA-Free). Label ini menunjukkan produk pompa ASI manual tidak mengandung zat kimia berbahaya atau aman untuk kesehatan.

5. Pegangan pompa ASI manual ergonomis

Meski terlihat tak penting, faktor ergonomis dapat berperan penting dalam kelancaran memerah ASI. Pompa ASI manual yang ergonomis mudah dipegang saat diaplikasikan ke payudara.

Selain itu, hal ini juga bisa mencegah timbulnya nyeri di tangan, Bunda. Jangan sampai pegangan pompa ASI membuat tangan pegal karena sulit memposisikan tubuh ya.

6. Pilih pompa ASI yang mudah dicuci

Pompa ASI manual harus berbentuk sederhana. Semakin sederhana, semakin mudah untuk dicuci atau dibersihkan.

Pilihlah pompa ASI yang mudah dicuci, sehingga tidak meninggalkan bakteri. Menurut FDA (Food and Drug Administration), sterilisasi komponen alat pompa tidak diperlukan, termasuk tak perlu direbus di air panas.

Bunda hanya perlu membilas dengan air dingin segera setelah selesai memerah. Kemudian, cuci bersih komponen alat pompa dengan sabun dan air hangat.

Bilas lagi dengan air hangat selama 10-15 detik. Lalu pompa ASI bisa dikeringkan. Tidak disarankan untuk mengeringkan dengan kain atau handuk karena berisiko membawa bakteri.

Simak juga 5 langkah pijat payudara untuk mencukupi kebutuhan ASI, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/som)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!