sign up SIGN UP search


menyusui

Pompa ASI Elektrik, Ketahui Manfaat & Efek Sampingnya Yuk Bun

Annisa Afani Rabu, 04 Nov 2020 18:36 WIB
A close up shot of a breast pump caption
Jakarta -

Menyusui merupakan aspek terpenting yang dilakukan ibu usai melahirkan. Ibu bisa menyusui secara normal, menggunakan pompa ASI elektrik, atau menggabungkan teknik tersebut saat menyusui buah hatinya.

Alat bantu tersebut dibutuhkan untuk memudahkan ibu menyusui yang mengalami beberapa kendala. Namun, jika tak mengalami kendala apapun, menyusui bayi terbaik adalah langsung memberikan air susu ibu (ASI) dari puting payudara.

Kapan pompa ASI elektrik dibutuhkan?

Pompa ASI elektrik akan sangat dibutuhkan ibu menyusui dalam beberapa kondisi tertentu. Mengutip dari Parenting Firstcry, kondisi ibu yang membutuhkan pompa ASI elektrik:


  • Ibu beresiko tinggi

Bagi ibu yang mengalami komplikasi dalam kehamilannya serta berisiko tinggi melahirkan lebih awal atau prematur, sebaiknya menggunakan pompa listrik, Bunda. Ini karena bayi yang lahir secara prematur dengan berat badan rendah, mungkin akan terlalu lemah untuk menyusu langsung dari payudara.

  • Ibu bekerja

Kebanyakan ibu akan mengambil beberapa bulan untuk cuti melahirkan. Namun, tidak sedikit beberapa ibu yang mungkin harus mulai bekerja segera setelah melahirkan.

Untuk ibu dengan kondisi seperti itu, maka sangat memerlukan alat pompa ASI elektrik. Ini berguna agar bayinya tetap mendapat ASI sepanjang hari saat ditinggal bekerja.

"Para ibu yang kembali bekerja sering memilih pompa ASI elektrik ganda karena cepat, dan nyaman serta membantu menjaga suplai ASI saat jauh dari bayinya," kata Denise Altman, perawat terdaftar dan konsultan laktasi bersertifikat di Carolina Selatan, dikutip dari Parents.

  • Ibu dari bayi kembar

Bagi ibu yang memiliki bayi kembar, kegiatan menyusui mungkin bisa menjadi hal sangat melelahkan karena akan banyak menguras tenaga. Dengan memanfaatkan pompa ASI elektrik, maka ibu dapat memperoleh ASI lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat.

"Para ibu yang terpisah dari bayinya dan ibu dari anak kembar mungkin membutuhkan pompa yang lebih efisien. Menyewa pompa listrik ganda tingkat rumah sakit adalah pilihan terbaik dalam situasi ini," kata konsultan menyusui, Michelle Roth, dikutip dari Mom Loves Best.

  • Ibu dengan ASI melimpah

Beberapa ibu menghasilkan ASI lebih banyak dari yang dibutuhkan, Bunda. Agar tidak merasa sakit karena payudara membengkak dan ASI 'bocor', ibu menyusui perlu memompa payudaranya dan disimpan sebagai stok untuk diberikan kepada bayi di waktu menyusu.

  • Ibu menyusui dengan aktivitas padat

Bagi ibu dengan segudang aktivitas, pompa ASI elektrik ini akan sangat dibutuhkan, Bunda. Itu karena mereka hanya memiliki sedikit waktu untuk memerah ASI, sehingga sangat tergantung pada pompa ASI elektrik.

Manfaat menggunakan pompa ASI elektrik

Ada banyak manfaat menggunakan pompa ASI elektrik bagi ibu menyusui. Mengutip berbagai sumber, berikut manfaat yang bisa didapat:

  • Untuk ibu yang memiliki waktu terbatas, pompa ASI elektrik terbukti bermanfaat. Dibanding dengan cara manual, pompa ASI elektrik membutuhkan lebih sedikit waktu untuk memerah ASI secara efektif.
  • Karena dilengkapi dengan pompa ASI ganda, alat ini bisa memompa ASI secara bersamaan, sehingga menghemat waktu.
  • Untuk ibu yang perlu memompa ASI secara teratur atau setiap hari, bisa melakukannya tanpa banyak usaha.
  • Pompa ASI elektrik memiliki berbagai model, seperti pompa ganda dan pompa kelas rumah sakit.
  • Mudah membersihkan dan mensterilkan pompa ASI elektrik.

Meski demikian, ada beberapa kendala ketika Bunda menggunakan pompa ASI elektrik, seperti harganya yang tidak murah, beberapa sulit dirakit, dan sangat bergantung pada stop kontak, sehingga sulit digunakan jika bepergian dan tak menemukan sumber daya listrik.

  • Pompa ganda

Karena itu, ketika Bunda memilih pompa ASI elektrik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, di antaranya:

Model pompa ganda dapat mengeluarkan ASI dari kedua payudara pada saat yang bersamaan, sehingga ini akan menghemat waktu. Selain itu, juga bisa meningkatkan produksi susu karena semakin banyak susu yang dipompa, semakin banyak ASI yang diproduksi dalam payudara.

  • Pompa ASI elektrik sederhana

Pilihlah pompa ASI elektrik sederhana yang mudah dirakit, dan dibersihkan serta disterilkan setelah digunakan. Model dengan pompa vakum yang lebih baik akan memudahkan menggenggam payudara untuk melancarkan mengisap ASI.

  • Kecepatan pompa ASI elektrik

Cari pompa ASI elektrik yang dapat menghasilkan lebih banyak ASI dalam waktu yang lebih singkat. Kualitas yang baik akan mengubah kecepatan dengan satu sentuhan tombol.

  • Pompa ASI portable

Jika ibu menyusui harus sering keluar rumah atau pergi kerja, pilihlah pompa ASI elektrik yang portable dan mudah dibawa.

Cara menggunakan pompa ASI elektrik

Sebelum menggunakan pompa ASI elektrik, ibu menyusui perlu untuk memastikan alat sudah bersih dan steril. Melansir HealthLine, berikut beberapa cara yang dapat ibu menyusui ikuti saat akan menggunakan pompa ASI elektrik:

  • Cuci tangan terlebih dahulu sebelum memakai pompa ASI elektrik.
  • Pasang pelindung payudara, wadah ASI, selang, dan pompa ASI.
  • Posisikan pelindung payudara di puting agar tidak terganggu oleh rasa sakit menyakitkan. Ukuran pipa yang digunakan harus berukuran 3-4 milimeter (ml) lebih besar dari puting. Lalu pusatkan dan tekan dengan lembut untuk membuat pelekatan yang tepat.
  • Bayangkan bayi sedang menyusu untuk merangsang refleks let-down. Lalu nyalakan pompa dengan pengaturan intensitas rendah, atau dapat meningkatkannya dengan intensitas lebih tinggi secara perlahan selama tidak menyakitkan selama ASI mengalir.
  • Setelah pompa ASI elektrik digunakan, bersihkan pelindung payudara dan semua bagian yang bersentuhan dengan ASI hingga bersih dan steril. Setiap pompa ASI memiliki instruksi pembersihan yang berbeda, maka ikuti dengan benar.

Efek samping pompa ASI elektrik

Meski memberikan beberapa manfaat, ada beberapa efek samping dari menggunakan pompa ASI elektrik, Bunda. Beberapa efek samping tersebut, yakni:

  • Memberikan ASI perah menggunakan botol dapat menyebabkan bayi terbiasa dan tak mengenali puting payudara ibunya.
  • ASI yang keluar melalui pompa terkadang memiliki risiko terkontaminasi dan menyebabkan bahaya kesehatan yang parah pada bayi.
  • Dapat menyebabkan kerusakan pada puting payudara. Ini dapat disebabkan oleh ukuran pipa yang salah, serta akibat kecepatan pompa yang terlalu tinggi atau terlalu lambat.
  • Memompa ASI secara berlebihan untuk digunakan di lain waktu dapat menyebabkan payudara lebih banyak memproduksi susu, sehingga bisa mengakibatkan pembengkakan payudara.
  • Semua proses pembersihan dan sanitasi setelah penggunaan pompa memakan banyak waktu dan tenaga.

Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bunda, simak juga cara alami memerah ASI dengan tangan dalam video berikut!

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi