sign up SIGN UP search

menyusui

Amankah Ibu Menyusui Minum Rhinos untuk Redakan Flu dan Hidung Tersumbat?

Annisa Karnesyia Rabu, 17 Nov 2021 18:50 WIB
Ibu menyusui Ilustrasi Ibu Menyusui Sakit Flu dan Hidung Tersumba/ tFoto: iStock
Jakarta -

Sakit flu hingga menyebabkan hidung tersumbat dapat jadi penghambat proses menyusui. Untuk mengatasi kondisi ini, banyak para Bunda mengonsumsi obat-obatan medis.

Banyak jenis obat flu yang aman dikonsumsi selama menyusui. Beberapa di antaranya tidak mengganggu kuantitas dan kualitas ASI.

Dilansir Mayo Clinic, hampir semua obat yang ada di dalam darah Bunda akan ditransfer ke ASI sampai batas tertentu. Sebagian besar obat tidak menimbulkan risiko yang berbahaya pada bayi.


Namun, ada pengecualian di mana obat bisa saja terkonsentrasi dalam ASI. Itulah mengapa, Bunda perlu mempertimbangkan kembali bila ingin konsumsi obat saat menyusui.

American Academy of Pediatrics (AAP) menjelaskan bahwa ibu menyusui perlu memberi tahu dokter anak tentang semua obat yang mereka minum, termasuk produk herbal. Meski banyak yang aman, ada jenis obat yang dapat memengaruhi kesehatan dan kondisi bayi.

"Kelas obat tertentu dapat menimbulkan masalah, baik karena akumulasinya di dalam ASI atau karena efeknya pada bayi atau ibu menyusui. Produk yang paling umum menjadi perhatian adalah obat penghilang rasa sakit, antidepresan, dan obat untuk mengatasi penyalahgunaan zat/alkohol atau menghentikan kebiasaan merokok," demikian kata AAP.

Dokter anak Vincent Iannelli, MD, mengatakan bahwa saat menyusui, paling baik Bunda memiliki dokter pribadi yang dipercaya untuk konsultasi. Jika nantinya kita perlu minum obat, maka dokter bisa memilihkan yang aman untuk ibu dan bayinya.

"Jika dokter Anda mengatakan bahwa obat tersebut tidak aman untuk dikonsumsi saat sedang menyusui, maka mintalah alternatif penggantinya," ujar Iannelli, dikutip dari Very Well Family.

Ibu menyusui minum obatIlustrasi ibu menyusui minum obat/ Foto: iStock

Rhinos untuk ibu menyusui

Rhinos SR merupakan obat antihistamin dan dekongestan yang tersedia di Indonesia. Rhinos digunakan untuk mengobati sakit flu, demam, atau meredakan gejala yang berhubungan dengan rinitis alergi, seperti hidung tersumbat, bersin, dan rasa gatal di hidung.

Obat ini bekerja secara aktif menghambat histamin di dalam tubuh, sehingga melegakan saluran pernapasan. Secara umum, dosis obat Rhinos untuk dewasa atau usia di atas 12 tahun adalah 1 tablet setiap 12 jam.

Ada dua kandungan aktif dalam obat Rhinos SR, yakni Loratadine dan Pseudoephedrine. Berikut penjelasan kandungan aktif Rhinos terkait penggunaannya pada ibu menyusui:

1. Loratadine

Efek sedatif Loratadine di ASI termasuk rendah, sehingga penggunaanya tergolong aman dikonsumsi selama menyusui. Demikian menurut ulasan di Drugs and Lactation Database dari National Library of Medicine Amerika Serikat.

Meski begitu, Loratadine mungkin memiliki efek negatif untuk menyusui bila dikombinasikan dengan obat jenis simpatomimetik seperti pseudoefedrin. British Society for Allergy and Clinical Immunology merekomendasikan konsumsi Loratadine pada dosis terendah untuk ibu menyusui pada kondisi mendesak.

Minum Loratadine saat menyusui sendiri tidak menimbulkan efek samping berarti bagi bayi. Setidaknya, dalam sebuah survei terhadap 51 ibu yang menggunakan Loratadine selama menyusui antara tahun 1999 dan 2001, ditemukan bahwa tidak ada perbedaan antara berat badan dan perkembangan psikomotor pada bayi yang disusui dari ibu yang minum atau tidak minum obat.

Sedangkan, efek obat pada ASI dapat muncul bila diberikan dalam dosis tinggi. Sebuah penelitian menemukan, 1 dari 51 ibu yang mengonsumsi Loratadine saat menyusui melaporkan bahwa dia mengalami penurunan produksi ASI setelah mengonsumsi obat dengan dosis 10 mg setiap hari, selama kurang dari satu minggu pada 4 bulan pasca persalinan.

Untuk itu, pemberian dosis Rhinos yang mengandung Loratadine perlu dikonsultasikan ke dokter ya, Bunda. Dosis obat mungkin perlu menyesuaikan kondisi dan berat badan Bunda selama menyusui Si Kecil.

2. Pseudoephedrine

Dilansir laman Drugs, Pseudoephedrine dalam ASI tidak dapat membahayakan bayi yang menyusu. Namun, terkadang obat ini dapat menyebabkan iritabilitas. Dalam sebuah penelitian, dilaporkan ada 20 persen bayi mengalami iritabilitas karena ibunya minum Rhinos mengandung Pseudoephedrine.

Dosis tunggal minum Rhinos mengandung Pseudoephedrine juga bisa menurunkan produksi ASI secara mendadak dan penggunaan berulang tampaknya mengganggu proses menyusui. Dalam studi ditemukan, setelah pemberian dosis tunggal Pseudoephedrine oral 60 mg per pada 8 ibu menyusui, terjadi penurunan produksi ASI rata-rata sebesar 24 persen selama 24 jam.

Meski begitu, tidak terdeteksi ada perubahan aliran darah ke payudara yang dapat menjelaskan penurunan produksi ASI ini. Setidaknya, ada 13,5 persen penurunan prolaktin serum setelah pemberian Pseudoephedrine, namun perubahan ini tidak mencapai angka signifikansi statistik.

Sementara itu, tingkat oksitosin tidak diukur dalam penelitian ini. Artinya, penelitian dan studi lebih lanjut perlu dilakukan untuk menjelaskan kaitan Pseudoephedrine pada ibu menyusui.

Tapi, sekadar untuk berjaga-jaga, Bunda bisa konsultasi dahulu ke dokter untuk penggunaan Pseudoephedrine selama menyusui. Dosis obat harus tepat agar tidak memengaruhi produksi ASI.

Ibu dengan bayi baru lahir yang belum cakap menyusui juga sebaiknya tidak minum Rhinos mengandung Pseudoefedrin. Sebab, pengobatan Pseudoephedrine telah dilaporkan pada ibu dengan ASI berlebih untuk mengurangi suplai ASI-nya.

Simak juga 5 obat flu alami untuk Bunda menyusui, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/som)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!