sign up SIGN UP search


menyusui

Penggunaan Ambroxol untuk Ibu Menyusui, Amankah Mengatasi Batuk?

Annisa Karnesyia Kamis, 14 Oct 2021 15:43 WIB
Ibu menyusui Ilustrasi Ibu Menyusui/ Foto: iStock
Jakarta -

Ambroxol adalah obat yang biasa digunakan untuk meredakan batuk berdahak. Lalu apa ambroxol aman digunakan untuk ibu menyusui ya, Bunda?

Secara umum ambroxol bisa digunakan sesuai resep dokter. Mengutip laman Pusat Informasi Obat Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), ambroxol digunakan untuk indikasi gangguan saluran nafas akut dan kronis, khususnya pada eksaserbasi bronkitis kronis dan bronkitis asmatik dan asma bronkial.

Dosis untuk dewasa adalah 75 miligram (mg) dalam sehari, yang diminum sesudah makan. Dosis dapat berbeda pada anak yang berusia lebih kecil.


Selain tablet, obat ini juga dijual dalam bentuk sirup tetes yang biasanya diberikan pada anak-anak. Pemberian ambroxol dengan antibiotik perlu diperhatikan karena bisa menyebabkan interaksi obat.

"Pemberian bersamaan dengan antibiotik (amoksisilin sefuroksim, eritromisin, doksisiklin) menyebabkan peningkatan penerimaan antibiotik ke dalam jaringan paru-paru," demikian penjelasan di laman BPOM.

Dilansir Drugs, efek obat ini bisa terjadi setelah 30 menit usai diberikan secara oral. Obat ambroxol bekerja dengan cara memecah serat mukopolisakarida asam, sehingga membuat dahak mudah dikeluarkan.

Menurut ulasan di Thieme Connect tahun 2011, ambroxol dapat juga dapat diberikan untuk meredakan nyeri pada sakit tenggorokan akut. Bahan utama ambroxol diyakini bisa memberikan efek anestesi lokal untuk meredakan sakit tenggorokan.

Efek samping ambroxol

Pemberian ambroxol bisa menyebabkan efek samping ringan, meski jarang terjadi. Berikut efek samping pemakaian ambroxol:

  1. Masalah di saluran pencernaan
  2. Pembengkakan wajah
  3. Dispnea
  4. Demam
  5. Reaksi di kulit
Ibu menyusuiIlustrasi ibu menyusui/ Foto: iStock

Amboxol untuk ibu menyusui

Ambroksol dapat digunakan selama kehamilan, namun perlu hati-hati menggunakannya di trimester awal. Bagi ibu menyusui, obat ini termasuk aman digunakan, namun dengan indikasi yang benar-benar diperlukan ya.

Pemakaian obat ini selama menyusui masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Perlu diketahui bahwa ambroxol tidak boleh digunakan dalam jangka waktu yang lama tanpa konsultasi dokter. Dalam beberapa kasus, obat ini bisa menyebabkan insufisiensi ginjal dan akumulasi dari metabolit ambroxol yang terbentuk di hati.

Melansir dari laman Dr.Lact, penggunaan ambroxol sebagian besar aman selama menyusui dan untuk bayi yang disusui. Beberapa studi dan penelitian ilmiah juga menunjukkan bahwa ambroxol tidak menyebabkan efek samping yang serius pada ibu menyusui.

Sebagian besar studi ilmiah dan makalah penelitian yang menyatakan penggunaan ambroxol aman selama menyusui, didasarkan pada dosis normal. Jadi, obat ini belum tentu aman digunakan dalam dosis tinggi selama menyusui ya.

Sebelum minum obat ambroxol, Bunda sebaiknya konsultasi dulu ke dokter atau pakar laktasi ya. Bila memang harus menggunakan, dosis pemakaian harus tepat agar tidak memberikan efek samping.

Tips aman minum obat saat menyusui

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), sebagian besar obat aman untuk dikonsumsi selama menyusui. Tapi, Bunda perlu konsultasi ke dokter untuk mempertimbangkan risikonya pada kesehatan dan usia bayi yang disusui.

"Ada relatif sedikit obat yang harus dihindari atau tidak dapat diminum ketika Bunda menyusui," ujar Dr Ruth Lawrence, Professor of Pediatrics and Obstetrics & Gynegology di University of Rochester Medical Center, dikutip dari Huffpost.

Meski begitu, AAP merekomendasikan agar Bunda menyusui tak sembarangan mengonsumsi obat. Dosis dan waktu pemakaian harus diperhatikan selama menggunakan obat-obatan.

Saat mengonsumsi obat seperti ambroxol, Bunda juga perlu paham dengan manfaat dan efeknya pada ASI. Kandungan obat bisa saja masuk ke dalam ASI dan memengaruhi kualitas serta kuantitasnya.

Tak hanya itu, obat yang dikonsumsi pun bisa memengaruhi kondisi kesehatan dan perilaku bayi. Bunda sebaiknya waspada bila Si Kecil kehilangan nafsu makan, mengalami diare, hingga rewel karena pengaruh obat-obatan yang kita konsumsi selama menyusui.

Nah, berikut 7 tips yang perlu diperhatikan sebelum minum obat saat menyusui:

  1. AAP menyatakan bahwa banyak efek obat pada bayi yang tidak diketahui ketika dikonsumsi ibu menyusui. Oleh karena itu, AAP menyarankan Bunda untuk minum obat bila benar-bear diperlukan dengan dosis serendah mungkin, dan dalam waktu singkat.
  2. Bila memungkinkan, minumlah obat yang diberikan hanya sekali dalam sehari setelah menyusui. Terutama dikonsumsi ketika bayi belum menyusu dalam waktu lama.
  3. Awasi bayi bila muncul efek samping setelah Bunda konsumsi obat ya. Efek samping dapat berupa kantuk, mudah marah, atau reaksi lainnya.
  4. Sebaiknya hindari bentuk kombinasi obat long-acting (LA) dan extended-release (ER). Penggunaan obat jangka pendek bisa cepat hilang dari tubuh, sementara dosis obat tunggal lebih fleksibel.
  5. Tindakan pencegahan khusus mungkin diperlukan bayi bayi prematur karena ukuran dan sistem organ mereka belum berkembang dibandingkan bayi yang cukup bulan.
  6. Konsultasikan ke dokter tentang risiko dan manfaat dari obat yang diresepkan ya, Bunda. Hal ini juga berlaku bila Bunda memutuskan minum obat tanpa resep dokter.
  7. Ketika menggunakan lebih dari satu obat atau kombinasi, Bunda harus mengikuti petunjuk penggunaannya selama menyusui.

Simak juga 3 posisi menyusui agar bayi tenang dan enggak rewel, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/som)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!