MENYUSUI
Benarkah Ada Susu Formula Bayi yang Kandungannya Mendekati ASI?
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Kamis, 26 May 2022 07:10 WIBAir Susu Ibu (ASI) masih menjadi pilihan utama pemenuhan nutrisi untuk bayi dari lahir. ASI juga mengandung komposisi yang bisa melindungi Si Kecil dari penyakit, Bunda.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar ASI eksklusif diberikan selama 6 bulan pertama kehidupan anak. Menyusui eksklusif adalah salah satu cara paling efektif untuk memastikan kesehatan dan kelangsungan hidup anak.
"ASI adalah makanan yang ideal untuk bayi. ASI aman, bersih, dan mengandung antibodi yang membantu melindungi tubuh dari banyak penyakit umum pada masa kanak-kanak," demikian kata WHO dalam laman resminya.
Pemberian ASI dapat berlanjut sampai anak berusia 2 tahun. Namun, jumlah dan frekuensinya dapat berubah menyesuaikan usia anak.
Menginjak usia 6 bulan, bayi sudah bisa diberikan makanan pendamping ASI (MPASI) dan susu formula. Persentase ketiga asupan nutrisi ini berbeda menyesuaikan umur Si Keci. Mengutip laman IDAI, berikut persentase kebutuhan ASI, susu formula, dan MPASI bayi sesuai usianya:
- Usia 6 - 8 bulan: komposisi ASI atau susu formula adalah 70 persen, sementara MPASI adalah 30 persen.
- Usia 9 - 11 bulan: komposisi ASI atau susu formula adalah 50 persen, MPASI 50 persen.
- Usia 12 - 23 bulan: komposisi ASI atau susu formula 30 persen, MPASI 70 persen.
ASI vs susu formula
ASI merupakan sumber nutrisi yang lengkap dan menyediakan semua yang dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangannya. ASI terdiri dari ratusan molekul bioaktif, dan ini yang membedakannya dengan kandungan di susu formula.
"Perbedaan terbesar antara ASI dan susu formula adalah komposisinya. Susu formula mencoba meniru semua nutrisi dalam ASI," kata Lydia Yeager, perawat anak bersertifikat di Ryan Health, dikutip dari Romper.
Setidaknya ada tiga komponen ASI yang tidak ada di kebanyakan produk susu formula, Bunda. Komponen ini hanya didapat bayi langsung dari ibunya saat menyusu. Berikut 3 komponen dalam ASI yang tidak ada di susu formula:
1. Imunoglobulin
Imunoglobulin adalah antibodi yang berfungsi melawan penyakit. Imunoglobulin (Ig) merupakan zat kekebalan alami di ASI yang bisa dianggap sebagai vaksin pertama untuk bayi.
Secara spesifik, ASI mengandung imunoglobulin IgA, IgM, IgG dan versi sekretori IgM (SIgM) dan IgA (SIgA). Saat ASI berubah dari kolostrum menjadi ASI transisi dan matur, konsentrasi imunoglobulin dapat berubah. Meski begitu, selama satu tahun atau lebih, sifat kekebalan masih bisa ditemukan di ASI, salah satunya IgA.
IgA banyak ditemukan di saluran cerna dan pernapasan untuk mencegah patogen berbahaya masuk ke tubuh dan aliran darah. IgA dalam ASI dilaporkan dapat menjaga sistem imun tubuh terhadap penyakit yang disebabkan bakteri, virus, jamur, dan parasit.
2. Hormon
Hormon memiliki banyak fungsi dalam tubuh manusia, seperti memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, metabolisme, stres dan respons nyeri, serta regulasi tekanan darah. Ada lima hormon yang ditemukan di ASI, yakni leptin, insulin, adiponektin, IGF-1, dan ghrelin.
Kelima hormon tersebut sangat berperan dalam pertumbuhan bayi, terutama dapat mencegah stunting. Hal ini membuat ASI lebih unggul bila dibandingkan susu formula.
3. Enzim
Banyak enzim terkandung dalam ASI lho, Bunda. Salah satunya adalah enzim lisozim, laktoferin, dan peroksidase.
Enzim lisozim berperan dalam perusakan bakteri dan penghancur dinding sel bakteri. Enzim laktoferin di ASI bersifat bakteriostatik atau dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Sementara enzim peroksidase bisa menghancurkan kuman patogen.
Selain di ASI, laktoferin kini sudah bisa ditemukan di beberapa merek susu formula.
Susu formula bayi kini sudah mendekati ASI?
Kandungan susu formula memang diformulasikan untuk mendekati kandungan ASI. Beberapa produk bahkan diklaim memiliki kandungan yang hampir sama dengan ASI, Bunda.
"Para ilmuwan telah menunjukkan bahwa ada lebih dari 1000 protein dalam ASI. Banyak perusahaan susu formula sedang berusaha mencari cara untuk meningkatkan kandungan tersebut," kata Profesor Peter Hartmann, seorang spesialis di bidang menyusui dan produksi susu dari University of Western Australia.
Dalam studi yang diterbitkan di Journal of Nutrition, tim peneliti menjelaskan bahwa bentuk tambahan oligosakarida susu manusia atau human milk oligosaccharides (HMO) sudah bisa disintesis atau ditambahkan ke susu formula untuk pertama kalinya. Tapi, tetap saja, tidak ada yang bisa menyaingi kandungan nutrisi lengkap di ASI.
Hingga saat ini, ASI masih menjadi makanan terbaik untuk bayi. Bila Bunda ingin memberikan Si Kecil susu formula, sebaiknya dilihat dulu kandungan susu, kondisi anak, termasuk kecenderungan alergi susu sapi.
"Pada susu sapi, protein berlebih harus ditambahkan untuk bisa membawa jumlah asam amino sesuai dengan kebutuhan bayi. Tapi, kelebihan protein itu akan dimetabolisme dan dipecah menjadi lemak," ujar Hartmann, dilansir Medela.
"Jadi perusahaan susu formula sekarang ini banyak yang sedang mencoba menurunkan kadar protein dalam susu untuk mencegah bayi menjadi terlalu gemuk."
Bila Bunda sedang mempertimbangkan untuk memberi susu formula ke anak, jangan lupa untuk melakukan riset ya. Kemudian, fokuslah untuk memberi makan dan mengasuh bayi, alih-alih memikirkan dampak negatifnya.
Nah, jika Bunda bingung dan khawatir, segera konsultasikan ke dokter anak. Jangan sampai salah mengambil keputusan, sehingga memengaruhi tumbuh kembang Si Kecil ya.
Bunda, yuk download juga aplikasi Allo Bank di sini.
Simak juga 8 faktor yang dapat memengaruhi rasa ASI, dalam video berikut:
(ank/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Bolehkah Bayi dengan Kondisi Tertentu Diberi Susu Formula? Wajib Tanya Dokter Dulu Bun
Berapa Lama Susu Formula Bisa Bertahan setelah Diseduh?
Ini 4 Alasan Bayi ASI Sulit BAB, Jangan Langsung Panik ya Bunda
Ibu Menyusui, Simak Aturan Aman Memberikan Sufor dan ASI pada Si Kecil
TERPOPULER
8 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang dengan Mental dan Emosi Rapuh
Bulan Lahir Perempuan yang Miliki Daya Tarik Paling Tinggi Menurut Riset
Aktris Choi Yoo Hwa Bagikan Foto Menyusui di Tempat Umum, Picu Perdebatan Warganet Korea Selatan
Kompak dan Bikin Gemas! Intip Momen Manis Ketiga Anak Lesti Kejora dan Rizky Billar
Gramedia Science Day 2026 Jakarta: 880 Siswa SD Tantang Diri dalam Kompetisi Penanggulangan Bencana
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Catokan Pelurus Rambut Terbaik untuk Styling Praktis di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Pink Anti Lengket & Awet, Koleksi Cantik Bikin Semangat Masak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Prasmanan Stainless Satu Set Terbaik dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Contoh Desain Kartu Ucapan Tasyakuran Kelahiran Anak
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Produk Skintific yang Aman untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian Anak yang Sering Dimarahi Orang Tua
Ferdy Hasan Ungkap Rasa Bangga saat Dampingi Putra Berkebutuhan Khusus Wisuda S1
8 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang dengan Mental dan Emosi Rapuh
Gramedia Science Day 2026 Jakarta: 880 Siswa SD Tantang Diri dalam Kompetisi Penanggulangan Bencana
7 Rekomendasi Catokan Pelurus Rambut Terbaik untuk Styling Praktis di Rumah
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Dompet Lipat Pria dengan Slot ID Window, Ini Tips Memilihnya untuk Kartu Akses
-
Beautynesia
4 Ciri Kepribadian Seseorang dari Kebiasaan Charge HP, Kamu Tipe yang Harus Full atau Nunggu Lowbat?
-
Female Daily
Manfaat Lidah Buaya untuk Kulit dan 5 Rekomendasi Produk dengan Aloe Vera
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ramalan Zodiak Cinta 21 Oktober: Cancer Jangan Gengsi, Libra Tetap Sabar
-
Mommies Daily
5 Alasan Ibu Bekerja Takut Pindah Kerja dan Cara Mengatasinya