sign up SIGN UP search


menyusui

Tanda ASI Bayi Baru Lahir Terpenuhi, Ketahui Takaran Sesuai Usianya

Hasna Fadhilah   |   Haibunda Sabtu, 12 Nov 2022 10:20 WIB
Ibu Menyusui caption

Air Susu Ibu atau ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi. Pertumbuhan bayi yang mendapat ASI eksklusif berbeda dengan yang diberikan susu formula.

Pemberian ASI eksklusif berpotensi dapat menyelamatkan lebih dari 820.000 nyawa anak usia balita dan mencegah terjadinya penambahan 20.000 kasus kanker payudara pada perempuan setiap tahunnya (WHO, 2020). 

ASI eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama 6 bulan, tanpa menambahkan atau mengganti dengan makanan dan minuman lain. 


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF merekomendasikan pemberian ASI eksklusif kepada bayi baru lahir selama 6 bulan dan terus berlanjut. Pemberian ASI berlanjut, bahkan setelah mereka mulai diperkenalkan dengan makanan padat, setidaknya hingga bayi menginjak usia 1 tahun atau sampai ibu dan bayi setuju untuk berhenti.

Pemberian ASI eksklusif tidak hanya memberikan manfaat bagi bayi, namun juga untuk ibu yang menyusuinya. Simak ulasan selengkapnya berikut ini!

Manfaat ASI untuk bayi

Menyusui memiliki beragam manfaat baik bagi ibu dan bayinya. Berikut beberapa manfaat memberikan ASI untuk bayi: 

ASI adalah sumber nutrisi terbaik untuk bayi 

ASI mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi terutama selama 6 bulan pertama kehidupannya. Setelah mengalami proses melahirkan, payudara seorang ibu akan menghasilkan cairan kental kekuningan bernama kolostrum.

Kolostrum ini berprotein tinggi, rendah gula, dan sarat dengan senyawa yang sangat bermanfaat untuk membantu perkembangan saluran pencernaan bayi yang belum matang saat dilahirkan. Setelah beberapa hari, payudara Ibu akan mulai memproduksi susu dalam jumlah yang lebih banyak seiring dengan pertumbuhan sang bayi.

ASI dapat melindungi bayi dari penyakit jangka pendek dan jangka panjang

Bayi yang disusui ASI oleh ibunya sejak lahir akan beresiko rendah mengalami asma, obesitas, diabetes tipe 1, dan bahkan sindrom kematian bayi mendadak. Selain itu, bayi yang mendapatkan ASI yang cukup lebih kecil kemungkinannya mengalami infeksi telinga dan penyakit perut.

ASI menjadi antibodi bagi ibu dan bayinya 

Antibodi yang terdapat di dalam ASI akan membantu bayi mengembangkan sistem kekebalan yang kuat dan melindungi tubuhnya dari penyakit. 

Menyusui memiliki segudang manfaat kesehatan untuk ibu

Menyusui tidak hanya bermanfaat untuk bayi namun juga untuk kesehatan sang ibu. Menyusui mampu mengurangi resiko ibu terkena penyakit seperti kanker payudara dan ovarium, diabetes tipe 2, dan tekanan darah tinggi. 

Efek samping bila kebutuhan ASI bayi tidak terpenuhi

Agency of Healthcare Research and Quality melakukan penelitian yang membandingkan antara bayi yang disusui ibunya dengan bayi yang diberi susu formula pada bayi di AS. Hasilnya terungkap bahwa apabila kebutuhan ASI tidak terpenuhi, maka akan menimbulkan efek samping pada bayi dan ibunya:

  1. Bayi yang tidak disusui oleh ibunya lebih beresiko mengalami obesitas saat masa kanak-kanak, diabetes tipe 1 dan 2, leukimia, bahkan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). 
  2. Di antara bayi prematur yang tidak menerima ASI mengalami resiko yang lebih tinggi terkena Necrotizing Enterocolitis (NEC) yang mempengaruhi kondisi usus sehingga mengalami radang. 
  3. Pada ibu, apabila gagal menyusui maka dapat meningkatkan resiko terkena kanker payudara dan ovarium, kenaikan berat badan, hingga diabetes tipe 2.

Kebutuhan ASI bayi sesuai tahapan umur

Bayi yang baru saja dilahirkan memiliki ukuran perut yang kecil, meski begitu butuh waktu hingga 40 menit bagi mereka untuk menyusu ASI pada ibunya. Bayi yang baru pertama kali menyusu masih melakukan pembiasaan dan sedang membangun kekuatan tubuhnya. 

Bayi akan mengonsumsi ASI semakin panjang seiring berjalannya waktu. Setiap bayi pun memiliki ukuran berbeda-beda untuk kebutuhan ASI-nya. Produksi ASI pun akan menyesuaikan kebutuhan dari bayi. 

Namun Bunda dapat menggunakan rata-rata takaran ASI yang dibutuhkan bayi baru lahir sebagai berikut:

  • Bayi berumur 0 - 1 hari membutuhkan ASI sekitar 7 ml
  • Bayi berumur 1 - 2 hari membutuhkan ASI sekitar 14 ml 
  • Bayi berumur 2 - 3 hari membutuhkan ASI sekitar 38 ml 
  • Bayi berumur 3 - 4 hari membutuhkan ASI sekitar 58 ml 
  • Bayi berumur 6 - 7 hari membutuhkan ASI sekitar 65ml

Tanda ASI bayi sudah terpenuhi

Penting bagi seorang ibu untuk mengetahui apakah bayinya sudah mendapatkan ASI yang cukup atau belum. Hal ini untuk mencegah terjadinya malnutrisi pada ibu terutama pada bulan pertama.

Namun, seorang ibu yang menyusui tidak dapat mengetahui dengan tepat seberapa banyak ASI yang sudah diminum oleh bayi mereka. Namun, menurut IDAI terdapat tanda-tanda yang menandakan bahwa ASI bayi sudah terpenuhi sebagai berikut:

  1. Payudara ibu akan terasa lebih lembut setelah bayi selesai menyusui. Selain itu, dapat pula dengan melihat rahang bayi yang bekerja dengan gerakan kuat untuk mengeluarkan susu dari payudara ibu atau telinganya yang bergerak naik turun. 
  2. Bayi akan melepas puting payudara sang ibu dengan sendirinya setelah menyusu dan tampak puas. Seringkali juga mereka akan tertidur ketika sedang menyusu. 
  3. Frekuensi buang air kecil pada bayi terjadi >6 kali sehari. Urine akan berwarna jernih tidak kekuningan. Jika dalam urine ditemukan butiran kemerahan (mungkin berupa kristal urat) dapat menjadi salah satu tanda ASI yang kurang. 
  4. Frekuensi buang air besar pada bayi terjadi >4 kali sehari, dengan volume setidaknya 1 sendok makan, bukan lagi hanya berupa noda membekas pada popok bayi. Hal ini terjadi pada bayi yang berusia usia 4 hari hingga 4 minggu. Seringkali bayi mengalami BAK saat menyusu dan merupakan hal yang normal terjadi. 
  5. Feses berwarna kekuningan dan di antaranya terdapat butiran-butiran berwarna putih susu setelah bayi berumur 4-5 hari. Apabila setelah bayi berumur 5 hari, fesesnya masih berwarna hitam (mekoneum) atau transisi dari hijau ke kecoklatan, perlu diwaspadai, karena dapat menjadi salah satu tanda bayi yang kurang mendapatkan ASI. 
  6. Puting payudara ibu akan terasa sedikit sakit pada hari-hari pertama menyusui. Apabila sakit tersebut bertambah dan menetap selama 5-7 hari, dan disertai lecet maka hal ini menandakan bahwa bayi tidak melekat dengan baik pada puting saat menyusu. Jika hal ini terjadi, segeralah lakukan pembetulan posisi dan pelekatan bayi agar tidak terjadi penurunan produksi ASI.
  7. Berat badan bayi tidak turun lebih dari 10 persen dibandingkan dengan berat lahirnya.
  8. Berat badan bayi akan kembali seperti berat lahirnya pada usia 10-14 hari. 

Semoga informasi mengenai tanda-tanda ASI bayi terpenuhi ini membantu ibu menyusui agar tak galau lagi melihat kecukupan nutrisi Si Kecil ya.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Simak tanda bayi cukup ASI dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!