MENYUSUI
Tips Menyusui Bayi Kembar agar Nutrisi Tercukupi dan Tak Picu Depresi untuk Ibu Baru
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Selasa, 18 Jun 2024 14:05 WIBMenyusui anak kembar memiliki tantangan tersendiri termasuk mengatur waktu dan juga energi yang banyak tersedot. Tak jarang, stres dan depresi muncul pada busui. Simak yuk, tips menyusui bayi kembar agar nutrisi tercukupi dan tak picu depresi untuk ibu baru.
Pada awalnya, adaptasi sebagai ibu menyusui bayi kembar tentu tidaklah mudah. Ada lebih dari satu bayi yang harus makan secara bersamaan dan semuanya perlu dipenuhi nutrisinya secara maksimal.
Biasanya, tak sedikit ibu menyusui yang merasa jetlag dengan ritme barunya tersebut dan mereka kerap dilanda stres karena kesulitan menyeimbangkan antara waktu, energi, dan juga menjaga produksi ASI.
Tantangan menyusui bayi kembar
Menyusui bayi kembar membutuhkan banyak usaha ekstra dan dedikasi dibandingkan menyusui satu bayi. Perlu perencanaan matang dan dukungan dari dokter, konselor laktasi, serta keluarga dan teman untuk mendukung keberhasilan menyusui tersebut.
Salah satu yang penting dirumuskan ialah bagaimana menetapkan jadwal menyusui. Mengingat selama beberapa minggu pertama, bayi perlu menyusu 8-12 kali sehari, agenda tersebut bisa dipecah menjadi dua hingga tiga jam sekali baik di siang dan malam hari.
Setiap sesi menyusui tersebut dapat berdurasi 20 hingga 30 menit, tetapi tunggulah hingga setiap bayi memberikan isyarat mereka telah selesai menyusu sebelum menghentikannya. Pola mengisap pelan akan melambat menjadi sekitar empat isapan untuk satu kali telan.
Pada awalnya, cobalah menyusui bayi kembar dengan jadwal yang sama. Namun, perlu diingat bahwa kembar identik pun memiliki kepribadian, selera, dan pola pengasuhan yang berbeda. Jadi, cobalah untuk menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing karena bisa jadi satu bayi lainnya perlu menyusu lebih sering daripada yang lainnya, seperti dikutip dari laman Whattoexpect.
Pada praktiknya, beberapa ibu suka membiarkan bayinya yang lapar menentukan jadwal menyusui keduanya. Sementara yang lainnya memenuhi permintaan setiap bayi di siang hari dan mengikuti jadwal di malam hari. Apa pun yang Bunda pilih, simpanlah agenda menyusui untuk memastikan setiap bayi mendapatkan asupan gizi yang baik setiap kali menyusu.
Seberapa sering Bunda harus menyusui anak kembar?
Pada awalnya, bayi baru lahir perlu makan setiap dua hingga tiga jam sepanjang waktu dan kemudian ditambah menjadi 8-12 sesi setiap 24 jam. Dalam satu bulan, sesi tersebut bertahap berkurang menjadi sekitar tujuh hingga sembilan sesi setiap harinya.
Bunda memiliki beberapa pilihan waktu untuk mengatur waktu pemberian makan bayi kembar. Beberapa ibu memberi makan bayinya sesuai permintaan, bukan berdasarkan waktu. Dengan kata lain, mereka memberi makan bayinya setiap kali bayinya mulai menunjukkan tanda-tanda lapar. Meskipun bukan tidak mungkin memberi makan dua bayi sekaligus, secara mandiri, dengan cara ini, Bunda akan merasa seolah-olah tidak melakukan apa pun selain menyusui tanpa henti, sepanjang waktu.
The American Academy of Pediatrics merekomendasikan memberi makan anak kembar pada waktu yang bersamaan. Jadi jika salah satu bayi terbangun untuk makan atau menunjukkan tanda-tanda lapar, beri makan keduanya (bangunkan bayi lainnya, jika perlu). Hal ini menghemat waktu dan lebih mudah untuk dipantau daripada merawatnya pada waktu yang berbeda seperti dikutip dari laman Baby Center.
Tentu saja, setiap bayi adalah individu. Yang satu mungkin lebih terjaga dibandingkan yang lain, atau yang satu mungkin lebih baik dalam mengasuh. Di sisi lain, salah satu bayi mungkin juga lebih lapar dibandingkan bayi lainnya. Biarkan bayi itu memutuskan kapan waktu makan berikutnya.
Atau, Bunda juga bisa memutuskan untuk menggabungkan metode seperti menyusui sesuai permintaan di siang hari dan menyusui sesuai jadwal di malam hari. Bisa juga dengan kombinasi Bunda menyusui dengan menyusui bersama-sama di siang hari dan secara terpisah di malam hari atau sebaliknya.
Tips menyusui anak kembar
Mengingat ada lebih dari satu mulut yang perlu dipenuhi nutrisinya secara bersamaan, menyusui bayi kembar atau tandem nursing perlu dilakukan secara berimbang. Berikut ini beberapa tips sederhana yang bisa dilakukan saat menyusui anak kembar ya, Bunda:
1. Pertimbangkan bantal menyusui
Carilah bantal menyusui yang dirancang khusus untuk anak kembar sehingga dapat memudahkan Bunda memposisikan bayi. Atau, Bunda bisa menggunakan dua bantal biasa atau handuk yang digulung.
2. Persiapkan diri
Saat Bunda pertama kali memulai menyusui bayi kembar, posisikan bantal dengan baik dan mintalah seseorang untuk menyerahkan setiap bayi kepada Bunda, sambil menempelkannya satu per satu.
3. Temukan posisi menyusui yang tepat
Cobalah memposisikan kedua bayi dalam dudukannya, dengan menggunakan bantal untuk menopang kepalanya. Atau, gabungkan dudukan dan gunakan bantal sebagai penyangga. Bereksperimenlah sampai Bunda dan Si Kecil merasa nyaman.
4. Alternatif payudara
Ingatlah untuk mengganti payudara setiap kali bayi menyusu sehingga kedua payudara mendapat rangsangan yang sama. Gantilah saat menyusui bayi kembar. Jika Bunda memiliki tiga bayi atau lebih yang harus disusui, susui bayi tersebut dua sekaligus, lalu susui bayi ketiga setelahnya.
5. Lakukan apa yang berhasil untuk Bunda
Jangan khawatir bahwa tandem nursing tidak tepat untuk Bunda. Dengan banyaknya latihan dan trial error, Bunda akan menemukan berbagai kenyamanan yang melatih Bunda agar lebih terbiasa melakukan peran tersebut.
6. Fokus pada pelekatan
Menyusui seharusnya tidak membuat puting sakit atau terluka. Jika ini terjadi, biasanya disebabkan oleh pelekatan yang buruk. Cobalah krim untuk puting yang dapat mengurangi rasa sakit dan luangkan waktu ekstra untuk melatih pelekatan Bunda pada bayi.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
Perbedaan Baby Blues dan Postpartum Depression, Jangan Sampai Keliru Bun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
8 Rekomendasi Barang yang Bantu Bunda Menyusui Bayi Kembar
5 Posisi Menyusui Bayi Kembar yang Benar dan Cara Menyusuinya yang Nyaman
6 Tips Sukses Menyusui Bayi Kembar, Bantuan Konselor Laktasi hingga Mengasihi Diri Sendiri
Tips Sukses Menyusui Bayi Kembar Secara Bersamaan
TERPOPULER
9 Tanda Seseorang Lebih Cerdas dari Rata-rata Meski Tak Pernah Tes IQ
5 Kebiasaan yang Dilakukan Orang Bahagia Menurut Psikolog
Kocak, Rigen Rakelna Tertidur saat Istri Alami Kontraksi Persalinan Anak Keempat
Anak Laki-laki Suka Main Game? Simak Manfaat dan Risikonya Menurut Ahli
Karina Ranau Istri Almarhum Epy Kusnandar Didorong oleh Pria di Warung, Simak Kronologinya
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Serum untuk Rambut Rontok, Bantu Perkuat Akar
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Bibit Jeruk Lengkap dari Purut, Nipis & Bali
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kulkas 1 Pintu Watt Rendah Hemat Energi, Bantu Pengeluaran Rumah Tangga Lebih Irit!
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lampu LED Emergency, Cadangan saat Kena Pemadaman Listrik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Label Nama Buku Aesthetic untuk Buku Pelajaran Anak
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
Pusing karena Hamil atau Sekadar Kelelahan? Kenali Perbedaannya
9 Tanda Seseorang Lebih Cerdas dari Rata-rata Meski Tak Pernah Tes IQ
Teknik Marmet, Cara Memerah ASI dengan Tangan yang Praktis dan Efektif
Resep Sapi Lada Hitam Lezat dan Praktis, Rasanya Tak Kalah dari Restoran
Anak Laki-laki Suka Main Game? Simak Manfaat dan Risikonya Menurut Ahli
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Isu Pacaran, Interaksi Fuji & Rakin Khans Pengusaha Muda Asal Malaysia yang Makin Intens
-
Beautynesia
Fashion Girl Harus Tahu, Ini Nama-nama Motif Baju yang Sering Dipakai
-
Female Daily
Jangan Dipencet! Ini Cara Mengatasi Jerawat Batu yang Sakit dan Membandel
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Gaya Prilly-Raline Shah Berkebaya Hadiri Malam 1 Suro Pura Mangkunegaran
-
Mommies Daily
Orang Tua Wajib Tahu, 4 Jenis Alergi yang Paling Sering Dialami Anak Indonesia