MENYUSUI
Jus Seledri Disebut Ampuh Meningkatkan Produksi ASI, Simak Faktanya
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Minggu, 29 Sep 2024 13:00 WIBJus seledri dikenal dengan manfaat kesehatannya yang bisa menunjang kesehatan tubuh dan kulit. Nah, di luar itu, ada juga ternyata lho, Bunda, manfaat jus seledri disebut bisa meningkatkan ASI.
Secara tradisional, seledri memang diyakini dapat bermanfaat bagi kesehatan perut dan mengatasi gangguan pencernaan. Di luar itu, seledri juga diketahui sangat bermanfaat bagi ibu menyusui.
Seperti diketahui, seledri memiliki unsur antioksidan, antibakteri, antijamur, dan antiseptik. Berkat khasiat inilah seledri diberikan kepada ibu menyusui setelah kelahiran bayi.
Jus seledri untuk ibu menyusui
Jus seledri sendiri sangatlah populer karena manfaat kesehatannya ya, Bunda. Ibu menyusui sering kali memikirkan hal ini karena mereka hanya menginginkan yang terbaik untuk bayi mereka. Jus ini tidak hanya bagus untuk ibu pasca persalinan, tetapi juga menyalurkan banyak nutrisi penting ke anak melalui ASI.
Karena sebagian besar serat tanaman seledri telah dihilangkan, jus seledri memiliki nilai gizi lebih banyak daripada batang biasa. Segelas jus seledri (240 ml) mengandung nutrisi berikut:
1. Kalori: 42,5
2. Protein: 2 gram
3. Karbohidrat: 9,5 gram
4. Gula: 5 gram
5. Kalsium: 8% dari daily value (DV)
6. Magnesium: 7% dari DV
7. Fosfor: 5% dari DV
8. Kalium: 14% dari DV
9. Natrium: 9% dari DV
10. Vitamin A: 7% dari DV
11. Vitamin C: 16% dari DV
12. Vitamin K: 74% dari DV
Jus seledri juga mengandung banyak nutrisi lain seperti seng, tembaga, biotin, folat, vitamin B, dan banyak antioksidan.
Manfaat nutrisi jus seledri
Karena banyaknya nutrisi yang terkandung dalam satu cangkir, jus seledri memiliki banyak manfaat saat menyusui. Manfaatnya adalah seperti berikut ini ya, Bunda:
1. Menghidrasi
Karena jus seledri sebagian besar terbuat dari air, jus ini merupakan sumber hidrasi yang sangat baik. Hidrasi yang tepat sangat penting bagi ibu menyusui untuk menjaga suplai ASI, mendukung kesehatan mereka sendiri, dan menghindari dehidrasi.
2. Rendah gula
Jus seledri secara alami rendah gula, sehingga secara otomatis menjadikannya pilihan yang lebih baik daripada minuman manis. Jus seledri merupakan pilihan yang tepat bagi mereka yang ingin mengelola asupan gula sambil menjaga pola makan yang seimbang. Hal ini khususnya penting bagi ibu menyusui yang khawatir tentang kadar gula darah.
3. Anti inflamasi
Seledri mengandung senyawa seperti poliasetilen dan luteolin, yang memiliki sifat antiradang. Mengurangi peradangan dapat bermanfaat bagi ibu dan bayi, karena peradangan dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan dan ketidaknyamanan.
4. Meningkatkan kesehatan pencernaan
Serat alami yang ditemukan dalam seledri bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Minum jus seledri saat menyusui dapat membantu meringankan masalah pencernaan pascapersalinan yang umum, seperti sembelit dan gangguan pencernaan, yang mungkin dialami beberapa ibu menyusui. Sistem pencernaan yang sehat sangat penting bagi kesejahteraan dan kenyamanan ibu secara keseluruhan.
Manfaat jus seledri pada suplai ASI
Banyak bukti anekdot dan kisah sukses ibu menyusui lainnya yang menunjukkan bahwa minum jus seledri saat menyusui meningkatkan produksi ASI. Namun, penelitian ilmiah lebih lanjut masih harus dilakukan untuk mendukung atau membantah teori ini.
Jus seledri sering dianggap memiliki sifat galaktagog, yaitu zat yang berpotensi merangsang atau meningkatkan produksi ASI. Keyakinan ini didasarkan pada sifat jus seledri yang menghidrasi, karena hidrasi yang tepat sangat penting untuk menjaga pasokan ASI. Seledri juga memiliki komposisi yang kaya nutrisi, yang dapat menyediakan vitamin dan mineral yang dibutuhkan ibu menyusui.
Risiko potensial jus seledri untuk ibu menyusui
Meskipun jus seledri sangat bermanfaat bagi ibu menyusui, sayangnya, ada beberapa risiko. Risiko yang mungkin terjadi saat minum jus seledri saat menyusui adalah:
1. Alergi
Meskipun alergi terhadap seledri relatif jarang, alergi dapat terjadi pada ibu yang diketahui memiliki alergi terhadap seledri atau makanan serupa. Mengonsumsi jus seledri saat menyusui dapat menyebabkan reaksi alergi yang berpotensi parah. Dalam kasus ekstrem, reaksi ini dapat meliputi ruam kulit, gatal-gatal, gatal, bengkak, atau bahkan anafilaksis.
2. Pengenceran
Jus seledri bisa sangat kuat dan menyebabkan ketidaknyamanan gastrointestinal bagi sebagian ibu, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan. Masalah pencernaan yang mungkin timbul termasuk kembung, gas, dan diare seperti dikutip dari laman Mommed.
3. Residu pestisida
Seledri termasuk dalam daftar sayuran dirty dozen, yang mengacu pada produk pertanian dengan tingkat pestisida yang berpotensi lebih tinggi. Terpapar pestisida dapat berdampak sangat buruk pada kesehatan, terutama bagi ibu hamil dan menyusui. Para ibu dapat memilih seledri organik untuk mengurangi risiko terpapar residu pestisida.
Resep tingkatkan produksi ASI dengan seledri
Di luar plus minus dari pemanfaatan jus seledri, Bunda yang ingin mengambil manfaatnya dapat mengolah seledri dengan resep berikut ini. Caranya, rebus satu sendok seledri dan adas dalam satu liter air. Rebus air tersebut hingga airnya tinggal setengah.
Setelah itu, dinginkan dan simpan dalam botol. Campurkan dengan setengah gelas air setiap hari dan minumlah di pagi hari. Dengan cara ini, air tersebut akan membantu memperbanyak ASI secara efektif, seperti dikutip dari laman Onlymyhealth.
Selain untuk memperbanyak ASI, seledri juga sangat bermanfaat untuk mengatasi haid. Jika seseorang mengeluhkan nyeri atau tidak teratur saat haid, Bunda dapat mengonsumsi seledri. Caranya, Bunda cukup menuangkan air ke dalam panci tanah liat dan menaruh segenggam seledri, lalu biarkan semalaman. Kemudian, tumbuk dan minumlah pada keesokan paginya. Cara ini akan meredakan menstruasi yang tidak teratur dan nyeri saat haid.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
3 Obat Maag yang Bisa Dikonsumsi Ibu Menyusui
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Jenis Minuman Kemasan yang Aman untuk Ibu Menyusui
10 Resep Minuman yang Baik untuk Ibu Menyusui, Bikin Bayi Cerdas, Gemuk & Perlancar ASI
7 Jus untuk Ibu Menyusui agar Kulit Cantik dan ASI Lancar
10 Minuman agar ASI Banyak dan Kental untuk Ibu Menyusui
TERPOPULER
Potret Luna Maya Kunjungi Rumah Sang Bunda di Pulau Rote, Halaman Langsung Pantai
Momen Larissa Chou Habiskan Waktu Bersama Sang Bunda, Dipuji Keluarga Good Looking
5 Potret Artis Indonesia Pulang Kampung ke Negara Ayah di Eropa
10 Resep Olahan Tepung Ketan Lengkap dari Digoreng-Dikukus, Enak Bikin Ketagihan!
Adakah Dampak Anak Usia 6 Tahun Sudah Masuk SD?
REKOMENDASI PRODUK
Rekomendasi 5 Tumbler untuk Busui agar Selalu Terhidrasi, BPA Free & Harga di Bawah Rp300 Ribu
Indah RamadhaniREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Lip Balm untuk Melembapkan Bibir Kering
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Maskara dengan Efek Memanjangkan Bulu Mata, Bikin Lentik!
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Susu Penambah Nafsu Makan Anak untuk Mengoptimalkan Berat Badan
Azhar HanifahREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Parfum untuk Ibu Hamil yang Aman Digunakan
Dwi Indah NurcahyaniTERBARU DARI HAIBUNDA
73 Lagu Rohani Kristen Terbaik dan Terpopuler, Penyembahan & Pujian Syukur
30 Ide Nama Bayi Perempuan dari Member Hearts2Hearts
Ibunda Meninggal Dunia, Raisa Kenang Foto bersama Almarhumah
Momen Larissa Chou Habiskan Waktu Bersama Sang Bunda, Dipuji Keluarga Good Looking
Lagi Diet Enaknya Makan Apa? 7 Alternatif Makanan untuk Turunkan BB
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Film Riba Segera Tayang: Siap Menghadirkan Teror Pesugihan dan Karma
-
Beautynesia
Mau Terlihat Lebih Percaya Diri di Kantor? Hindari 7 Kalimat Ini
-
Female Daily
Gemas! Bobbi Brown Hadirkan Koleksi Bernuansa Alice in Wonderland
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Sinopsis To Catch a Killer, Film Shailene Woodley di Bioskop Trans TV
-
Mommies Daily
Ada Sup hingga Mie Kuah, Ini 8 Resep Makanan Mudah Dimasak saat Hujan