MENYUSUI
12 Penyebab Bayi Marah saat Menyusu, ASI Kurang Deras hingga Sakit
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Minggu, 17 Nov 2024 14:30 WIBUlah bayi saat menyusu memang ada-ada saja ya, Bunda. Tak sekadar menangis tetapi juga kerap marah saat menyusu. Simak penyebab bayi marah saat menyusu lebih lanjut yuk, Bun.
Bayi marah dan menjadi rewel saat menyusu merupakan hal yang kerap muncul ya, Bunda. Marah dan kerewelannya biasanya menjadi bahasa tubuh bayi untuk memberi tahu bahwa ia tidak senang menyusu.
Ketahui penyebab bayi marah saat menyusu
Ekspektasi bayi tenang setiap kali menyusu mungkin hanyalah angan-angan semata ya, Bunda. Pada praktiknya, bayi kerap marah saat menyusu dan para busui dibuat bingung dengan kondisi tersebut. Ketahui penyebab bayi marah saat menyusu agar Bunda tak lagi panik yuk:
1. Bayi tidak lapar
Ketika mereka rewel dan marah, mungkin bayi perlu bersantai sejenak dan menikmati waktunya. Adakalanya, bayi sedang tidak lapar dan dipaksa menyusu sehingga justru marah.
Baca Juga : 5 Penyebab Bayi Gelisah Saat Sedang Disusui |
2. Bayi sudah kenyang
Pola menyusu dan tidur bayi secara alami berubah seiring pertumbuhannya. Ia mungkin tidak menyusu sesering atau selama yang Bunda harapkan. Pada beberapa sesi menyusu, ia mungkin hanya menginginkan satu payudara, bukan dua.
Polanya dapat berubah dari menyusu saat ia bangun menjadi menunggu hingga sebelum tidur siang berikutnya. Perubahan alami dalam pola menyusu ini mungkin membuat Bunda khawatir bahwa ia tidak cukup menyusu, sehingga Bunda terus menawarkan payudara saat ia tidak menginginkannya lagi dan malah berakibat bayi marah.
3. Posisi menyusui yang salah
Bayi perlu diposisikan dengan baik di payudara agar dapat menyusu dengan dalam dan mendapatkan semua ASI yang dibutuhkannya. Menyusu yang dangkal tidak akan merangsang aliran ASI yang baik, dan rewelnya menunjukkan rasa frustrasi.
4. Aliran ASI terlalu cepat
Terkadang, satu payudara memiliki aliran ASI yang terlalu cepat daripada yang lain dan ini membuat bayi kewalahan saat menyusu. Akibatnya, bayi menjadi marah.
5. Aliran ASI terlalu lambat
Tidak hanya aliran ASI yang terlalu cepat, ketika alirannya terlalu lambat pun menjadi masalah bagi bayi ya, Bunda. Sebab, hal tersebut bisa membuatnya frustrasi dan berujung kemarahan, seperti dikutip dari laman Parentsyouvegotthis.
6. Kombinasi pemberian ASI dan susu botol
ASI mengalir secara berbeda dari susu botol. Sehingga bayi perlu mengisap payudara selama beberapa saat untuk merangsang aliran ASI. Ini berbeda ketika mereka mengisap dari botol. Menggabungkan pemberian ASI dengan pemberian susu botol dapat menyebabkan bayi rewel pada payudara karena lebih menyukai botol yang lebih cepat dan mudah.
7. Bayi sakit
Bayi perlu merasa nyaman untuk menyusu dengan baik. Mungkin kelahirannya baru-baru ini menyebabkan memar di kepala atau lehernya? Apakah ia baru saja diimunisasi dan merasa sedikit 'tidak enak badan'? Atau, apakah bayi sedang tumbuh gigi?
Apakah ia demam atau menunjukkan tanda-tanda awal sakit dan tampak kurang berminat untuk menyusu daripada biasanya? Apakah bayi tampak kesakitan atau muntah setelah menyusu?
Ya, ketidaknyamanan yang berhubungan langsung dengan menyusui dapat membuat setiap kali menyusui menjadi stres dan sulit bagi ibu dan bayi termasuk ketika mereka menjadi marah saat menyusu karena tak nyaman.
8. ASI tidak cukup
Bayi mungkin marah saat menyusu karena ia tidak mendapatkan cukup ASI. Dalam kasus ini, ia mungkin tidak menunjukkan pertambahan berat badan yang stabil. Karena pertambahan berat badan mingguan dapat bervariasi, hitung rata-rata pertambahan berat badan bayi selama beberapa minggu.
9. Thrush pada mulut bayi
Seorang bayi mungkin mengalami gangguan di mulutnya. Ibu juga dapat mengalami thrush di puting yang menyakitkan. Gejala utamanya adalah rewel saat menyusui karena mulut yang sakit dan puting yang sakit, gatal, dan perih. Selain itu, bayi juga mungkin mengalami ruam popok yang membuat mereka tidak nyaman.
10. Penyakit refluks
Bayi dengan gastro-oesophageal reflux memiliki kelemahan pada jaringan di sekitar bukaan antara esofagus dan lambung, yang memungkinkan isi lambung kembali naik ke tenggorokannya. Gejalanya meliputi muntah, menangis kolik, dan tiba-tiba terbangun di malam hari.
11. Pyloric stenosis
Ini adalah penyempitan dinding otot saluran antara lambung dan usus halus. Gejala stenosis pilorus umumnya muncul antara usia 2 dan 6 minggu dengan peningkatan frekuensi muntah disertai dengan berat badan yang tidak bertambah seperti dikutip dari laman La Leche.
12. Diare
Bayi atau balita yang mengalami diare karena sakit akan mengeluarkan 12–16 tinja encer dan berbau per hari, yang tidak mengandung zat. Bayi mungkin juga mengalami tanda-tanda penyakit lainnya, termasuk demam atau muntah. Bahkan setelah sakitnya sembuh, bayi atau balita yang sehat dapat mengalami diare terus-menerus, dengan tinja encer, sementara ususnya masih dalam tahap penyembuhan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
Jam Tidur Bayi ASI Berdasarkan Usianya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Wajarkah Bayi ASI Sering Terbangun di Malam Hari untuk Menyusu?
Bayi ASI Tiba-tiba Menolak Disusui, Ketahui yuk Penyebab dan Cara Mengatasinya
Kenali 6 Penyebab Bayi Tidak Mau Menyusu
Bayi ASI Mengalami Sembelit? Kenali Penyebab dan 5 Gejalanya
TERPOPULER
Potret Naka Anak Indah Permatasari & Arie Kriting yang Baru Merayakan Ultah ke-4 dengan Tema Minion
8 Ciri Suami dengan EQ Tinggi, Terlihat dari Ucapannya kepada Istri
Cara Mengenali Orang Bisa Jadi Pendengar yang Baik dari Kebiasaannya
Cara Membuat Pizza Teflon Roti Tawar, Enak dan Anti Gagal
Fakta di Balik Foto Baby Bump Zendaya yang Viral dan Picu Rumor Hamil
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Tanah Liat Terbaik, Cocok untuk Dapur Rumahan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lulur untuk Kulit Cerah, Halus, dan Glowing
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi AC 1/2 PK Inverter Low Watt, Bagus dan Hemat Listrik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Portable Solar Generator untuk Cadangan Listrik di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Stiker Label Nama Buku Tulis & Pelajaran yang Aesthetic hingga Lucu
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Dion Wiyoko & Istri Rayakan Anniversary Ke-9, Kenang Momen Liburan di Berbagai Negara
Potret Naka Anak Indah Permatasari & Arie Kriting yang Baru Merayakan Ultah ke-4 dengan Tema Minion
8 Ciri Suami dengan EQ Tinggi, Terlihat dari Ucapannya kepada Istri
Cara Mengenali Orang Bisa Jadi Pendengar yang Baik dari Kebiasaannya
Cara Membuat Pizza Teflon Roti Tawar, Enak dan Anti Gagal
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Kemeja Garis dengan Detail Trim, Beda Tipis tapi Bikin Outfit Terlihat Effortless
-
Beautynesia
5 Tanaman Pembawa Energi Negatif yang Jangan Disimpan di Rumah
-
Female Daily
Takami Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Japanese Clinical Skincare dengan Teknologi Kakushitsu
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
7 Potret Donna Harun Bareng Cucu, Makin Awet Muda di Usia 58 Tahun
-
Mommies Daily
7 Cara Mengatasi Kulit Kering karena AC, Bukan Cuma Pakai Moisturizer