sign up SIGN UP search


menyusui

5 Penyebab Bayi Gelisah Saat Sedang Disusui

Dwi Indah Nurcahyani Sabtu, 04 Jul 2020 08:02 WIB
young husband looking how mother feeding little baby caption
Jakarta -

Bunda, sering memperhatikan si kecil saat sedang menyusui? Kadang kala, bayi terlihat gelisah seperti lebih banyak bergerak seperti tidak nyaman dan menangis.

Aimee Carrol Kierce, konsultan laktasi dari Australian Breastfeeding Association (ABA), Victoria, mengatakan sebagian besar bayi kerap rewel pada tahap tertentu. Bahkan, beberapa bayi lainnya lebih rewel dari yang lain.

"Daftar dan alasannya bisa tidak ada habisnya. Umum dan sepenuhnya normal tetapi kadang lebih kompleks dari yang kita pikirkan," ujar Kierce, dikutip dari Practical Parenting.


Melansir Laleche, bayi yang gelisah saat disusui bisa disebabkan karena berbagai alasan. Butuh waktu serta usaha untuk menemukan penyebabnya, Bunda.

Sebagian dari kita mungkin berpikir bahwa kegelisahan si kecil disebabkan dari makanan yang Bunda konsumsi. Meskipun mungkin benar bahwa ada alergi makanan atau intoleransi dapat menjadi penyebabnya, sebaiknya Bunda mempertimbangkan kemungkinan lain terlebih dahulu.

Ketika perilaku bayi menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak beres, penting untuk terus mencari sampai Bunda menemukan solusi yang membuat si kecil merasa lebih baik.

A woman breastfeeds her baby daughter5 Penyebab bayi gelisah saat menyusu/ Foto: iStock

Di antara berbagai kemungkinan, beberapa alasan berikut ini bisa menjadi penyebab bayi gelisah saat disusui:

1. Kelaparan

Menunda atau menjadwalkan pemberian ASI akan membuat sebagian besar bayi tidak bahagia. Mereka kerap rewel ketika menyusu. Perlu Bunda tahu, waktu yang normal bagi bayi menyusu sekitar 8-12 kali setiap 24 jam.

2. Tidak cukup ASI

Bayi bisa menjadi resah dan rewel karena ia tidak mendapatkan cukup ASI. Dalam hal ini, mungkin ia tidak menunjukkan kenaikan berat badan yang stabil. Kenaikan berat badan mingguan dapat bervariasi. Untuk itu, pastikan Bunda mengeceknya agar sesuai dengan tabel tumbuh kembang bayi yang ideal.

3. Pasokan ASI berlebih atau aliran ASI terlalu kuat

Ketika Bunda menghasilkan terlalu banyak ASI, bayi lebih memungkinkan sering mengeluarkan kembali ASI yang telah diisapnya. Sebab, mereka menjadi sangat berangin dan ingin banyak menyusui.

4. Sariawan di mulut bayi

Seorang bayi mungkin mengalami sariawan di mulutnya. Gejala utamanya mereka adalah rewel karena mulutnya sakit dan terasa gatal serta terbakar.

5. Bayi mengalami gangguan di perutnya

Bayi dengan gastro-oesophageal reflux (GOR) memiliki kelemahan pada jaringan di sekitar celah antara kerongkongan dan lambung. Sehingga, isi lambung bergerak kembali ke tenggorokannya. Gejalanya meliputi muntah, kolik, menangis dan tiba-tiba terbangun di malam hari.

Nah, pastikan bayi Bunda tidak mengalami hal tersebut ya sehingga proses menyusui berjalan lancar.

Tetap semangat mengASIhi, Bunda.

Bunda, simak juga cara mengatasi puting lecet saat menyusui seperti dalam video berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi