MENYUSUI
7 Makanan yang Paling Disukai Sel Kanker, Waspadai Terkena Kanker Payudara
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Jumat, 21 Feb 2025 13:18 WIBKonsumsi makanan tidak sehat dapat memicu terjadinya kanker payudara. Ya, ada makanan yang ternyata disukai oleh sel kanker payudara, Bunda.
Perlu diketahui, kanker payudara adalah penyakit di mana sel-sel payudara abnormal tumbuh tak terkendali dan membantu tumor. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), jika tidak ditangani, tumor dapat menyebar ke seluruh tubuh dan berakibat fatal.
Menurut ahli nutrisi Katherine Marengo LDN, R.D, kanker adalah penyakit yang kompleks. Penelitian yang diterbitkan di jurnal Annals of Agricultural and Environmental Medicine tahun 2019 menunjukkan bahwa 80 hingga 90 persen tumor ganas dikaitkan dengan faktor eksternal.
"Salah satu faktor gaya hidup terpenting yang perlu dipertimbangkan adalah pola makan. Hal ini karena banyak penelitian telah menunjukkan bahwa beberapa makanan dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terhadap jenis kanker tertentu," kata Marengo, dilansir Healthline.
"Beberapa makanan dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan obesitas, yang juga dikaitkan dengan beberapa jenis kanker. Makanan lain mengandung karsinogen, yaitu zat berbahaya yang berpotensi menyebabkan kanker," sambungnya.
Makanan yang paling disukai sel kanker
Berikut telah Bubun rangkum 7 makanan yang paling disukai oleh sel kanker dan perlu Bunda waspadai agar tak menyebabkan kanker payudara:
1. Daging olahan
Daging olahan adalah jenis daging apa pun yang diawetkan dengan cara diasapi, diasinkan, atau disimpan menjadi makanan kaleng. Sebagian besar daging olahan adalah daging merah. Beberapa contoh daging merah yang telah diolah meliputi hot dog, sosis, ham, dan kornet.
Metode yang digunakan untuk membuat daging olahan dapat menghasilkan karsinogen, Bunda. Dalam studi meta analisis yang terbit di International Journal of Cancer tahun 2018, para peneliti menetapkan bahwa konsumsi daging olahan yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara.
2. Makanan yang digoreng
Bunda juga perlu menjauhi makanan yang digoreng atau makanan bertepung ya. Makanan bertepung yang digoreng memiliki kandungan akrilamida yang sangat tinggi. International Agency for Research on Cancer (IARC) menganggap akrilamida 'mungkin' bersifat karsinogenik bagi manusia.
"Makan banyak makanan yang digoreng juga meningkatkan risiko pada diabetes tipe 2 dan obesitas. Kondisi tersebut dapat meningkatkan stres oksidatif dan peradangan, yang selanjutnya bisa meningkatkan risiko kanker," ungkap Marengo.
3. Makanan yang dimasak terlalu lama
Makanan yang dimasak terlalu lama, terutama daging, dapat menghasilkan karsinogen. Menurut ulasan di British Medical Journal tahun 2020, memasak daging dengan suhu tinggi dapat menghasilkan PAH dan heterocyclic amine (HCA) yang bersifat karsinogenik. Zat-zat tersebut dapat meningkatkan risiko kanker dengan mengubah DNA sel-sel, Bunda.
Food and Drug Administration (FDA) juga menyatakan bahwa memasak makanan bertepung terlalu lama, seperti kentang, bisa meningkatkan pembentukan akrilamida. Metode memasak makanan terlalu lama biasanya ditemukan pada proses memanggang dan menggoreng.
4. Gula dan karbohidrat olahan
Makanan manis dan karbohidrat olahan secara tidak langsung dapat meningkatkan risiko kanker. Beberapa contoh makanan ini adalah minuman manis, makanan yang dipanggang, nasi putih, dan sereal manis mengandung gula.
Mengonsumsi makanan manis dan bertepung dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2. Menurut tinjauan tahun 2019 di Diabetes & Metabolism Journal, diabetes tipe 2 dapat meningkatkan risiko kanker ovarium, kanker payudara, dan kanker rahim.
5. Alkohol
Hindari konsumsi alkohol karena dapat memicu terjadinya kanker, Bunda. Saat mengonsumsi alkohol, organ hati akan memecah alkohol menjadi senyawa karsinogenik bernama asetaldehida.
Senyawa tersebut dapat memicu kerusakan DNA dan menyebabkan stres oksidatif. Asetaldehida juga bisa mengganggu fungsi kekebalan tubuh, sehingga menyulitkan tubuh untuk menargetkan sel pra-kanker dan kanker.
Pada perempuan, alkohol meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh. Hal tersebut terkait dengan risiko kanker payudara reseptor estrogen positif yang lebih tinggi.
6. Ikan terkontaminasi bahan berbahaya dan merkuri
Konsumsi ikan mengandung merkuri memang tidak dikaitkan dengan risiko kanker payudara, Bunda. Namun, ikan yang terkontaminasi bahan berbahaya, termasuk merkuri, dapat berisiko menyebabkan kanker kulit atau melanoma. Hal tersebut pernah dijelaskan dalam penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti Brown University tahun 2022.
"Kami menduga bahwa temuan kami (kanker kulit) mungkin disebabkan oleh kontaminan dalam ikan, seperti poliklorinasi bifenil (PCB), dioksin, arsenik, dan merkuri," kata penulis studi Eunyoung Cho, ScD, dilansir laman resmi Brown University.
7. Produk olahan susu
Bunda boleh saja mengonsumsi produk olahan susu, tapi sebaiknya tidak berlebihan atau terlalu banyak porsinya. Beberapa bukti penelitian menemukan kaitan antara konsumsi produk olahan susu dengan kejadian kanker payudara. Meski begitu, banyak juga studi yang menyangkalnya.
Misalnya, studi di BMC Cancer tahun 2021 menunjukkan bahwa produk susu tinggi lemak jenuh, dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Namun, penelitian lain di Medicine (Baltimore) tahun 2019 tidak menemukan hubungan tersebut.
Para ilmuwan tidak yakin tentang bagaimana produk susu memengaruhi risiko kanker payudara. Namun, ada beberapa penelitian yang memang menyoroti kandungan nutrisi dan kontaminan tertentu di produk olahan susu yang berkontribusi terhadap risiko kanker. Demikian seperti melansir dari laman Breastcancer.org.
Demikian 7 makanan yang dapat memicu kanker, yang perlu Bunda waspadai. Semoga informasi ini bermanfaat ya!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Hal yang Jarang Disadari Bisa Memicu Kanker Payudara
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Amankah Penderita Kanker Payudara Menyusui Bayi? Ini Kata Dokter
Kenali Perbedaan Tumor Payudara Jinak & Ganas, Busui Perlu Tahu
4 Jenis Tes Kesehatan Payudara dan Kisaran Biayanya, Simak Bun
Cara Bedakan Benjolan Payudara Akibat Masalah Menyusui dan Kanker
TERPOPULER
Potret Cantik Hesti Purwadinata dan Ayu Ting Ting Kenakan Busana ala Dracin
Kisah Bunda yang Baru Tahu Hamil Kembar Tiga saat Cek Detak Jantung Janin
Harga Spesial di Transmart! AC dan Mesin Cuci Front Load Mulai Rp3 Jutaan
Tes Kepribadian: Cara Kamu Pegang HP Ternyata Ada Artinya!
Momen Ultah ke-14 King Faaz Anak Fairuz A Rafiq, Sang Bunda Bikin Kue Spesial
REKOMENDASI PRODUK
3 Rekomendasi Baju Anak Perempuan yang Terinspirasi dari Para Pemeran Na Willa
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kompor Listrik yang Awet dan Cocok untuk Dapur Modern
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Berminyak, Sudah Coba Bunda?
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Obat Lambung untuk Ibu Hamil yang Aman Tersedia di Apotek
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
26 Rekomendasi Merek Sepatu Terkenal Branded Asal Indonesia & Luar Negeri, Bagus & Awet
Natasha ArdiahTERBARU DARI HAIBUNDA
Potret Cantik Hesti Purwadinata dan Ayu Ting Ting Kenakan Busana ala Dracin
Harga Spesial di Transmart! AC dan Mesin Cuci Front Load Mulai Rp3 Jutaan
Kisah Bunda yang Baru Tahu Hamil Kembar Tiga saat Cek Detak Jantung Janin
7 Drama China Dibintangi Arthur Chen, Ada 'Love beyond the Grave' hingga 'Love Story in the 1970s'
Tes Kepribadian: Cara Kamu Pegang HP Ternyata Ada Artinya!
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
10 Contoh Doa Ulang Tahun untuk Anak, Penuh Harapan dan Makna
-
Beautynesia
Ini Latar Belakang Karier 6 Cast Perempuan Single's Inferno 5, dari Atlet hingga Miss Earth
-
Female Daily
Ju Ji Hoon dan Ha Ji Won Terjebak Intrik Politik di Dunia Hiburan dalam ‘Climax’!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Viral Cerita Ibu Batalkan Pernikahan Anak, Rela Rugi Hingga Ratusan Juta
-
Mommies Daily
Kuis: Siapa Suami Virtual Kamu di Boyfriend on Demand? Cari Tahu Tipe Ideal Kamu!