menyusui
Posisi Terbaik Ayah saat Bantu MengASIhi agar Bayi Nyaman dan Aman
HaiBunda
Selasa, 27 Jan 2026 09:10 WIB
Daftar Isi
Menyusui bisa menjadi tantangan untuk keluarga baru, peran Ayah dibutuhkan agar menyusui terasa nyaman dan aman. Termasuk dalam pemberian ASI perah lewat botol, yang bukan cuma tugas ibu.Â
Selain membantu Bunda beristirahat, posisi Ayah saat menyusui bayi dari botol sangat berpengaruh pada kenyamanan, keamanan, dan kesehatan bayi. Sekaligus untuk mencegah tersedak dan masuknya udara berlebih.
Kegiatan menyusu dari botol yang dilakukan dengan posisi yang tepat bisa dapat mendukung tumbuh kembang bayi.
Selama ini orang seringnya hanya fokus pada ibu dan bayi dalam proses menyusui. Padahal, peran Ayah sangat penting dalam membantu menyusui bayi, termasuk ketika minum susu dari botol.
Posisi Ayah saat memberi ASI di botol pada bayi
Bayi berisiko tersedak, gumoh berlebihan hingga infeksi telinga jika posisi menyusu kurang tepat. Susu bisa masuk ke saluran eustachius.
Bayi yang diberi susu dalam posisi lebih tegak terbukti lebih aman dan nyaman dibanding posisi telentang penuh.
American Academy of Pediatrics dan Mayo Clinic juga menegaskan bahwa pemberian susu botol sebaiknya dilakukan dengan bayi setengah tegak, bukan berbaring datar, serta dilakukan secara responsif mengikuti isyarat bayi.
Posisi Ayah saat bantu menyusui bayi
Ayah memang tidak bisa menyusui bayi secara langsung karena ayah tidak memiliki kelenjar susu. Tapi ayah bisa mengambil peran saat membantu bayi yang sedang minum ASI. Â
Ayah dapat membantu memastikan posisi ibu dan bayi benar agar menyusu nyaman, aman, dan tidak membuat tubuh ibu tegang. Jika Ayah dan Bunda memilih memberi susu botol pada bayi, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, termasuk posisi pemberian susu botol terbaik.
Melansir Parents, bayi yang baru lahir mungkin akan minum ASI antara 2 hingga 4 ons susu per kali menyusui selama beberapa minggu pertama (selama beberapa hari pertama, mereka mungkin minum kurang dari satu ons). Dan bayi mungkin akan lapar setiap dua hingga empat jam.Â
Namun, langkah yang terbaik adalah memberi makan bayi sesuai permintaan. Latih pemberian makan responsif, dan jangan mendorong bayi untuk menghabiskan botol jika mereka tidak tertarik.
Di sisi lain, jika bayi masih menyusu dengan antusias saat botol kosong, Â dapat menawarkan lebih banyak susu.
Untuk memberi susu ke bayi, gendong dalam posisi setengah tegak dan sangga kepala bayi. Jangan memberi makan bayi sambil berbaring, susu dapat mengalir ke telinga tengah, menyebabkan infeksi.
Untuk mencegah si kecil menelan udara saat menyusu, miringkan botol sehingga susu mengisi leher botol dan menutupi puting.Â
Berikut beberapa posisi terbaik ayah saat menyusui bayi dengan botol:
- Gendong bayi. Letakkan kepala bayi di lekukan lengan, dan lengan yang lain melingkari bayi atau di bawahnya. Angkat sedikit lengan yang menopang kepala bayi agar posisinya setengah tegak.
-
Dudukkan bayi. Posisi ini sangat cocok untuk bayi yang mengalami perut kembung atau refluks asam yang menyakitkan. Dudukkan bayi di pangkuan agar posisinya lebih tegak. Biarkan kepalanya bersandar di dada atau di lekukan lengan.
-
Letakkan bayi di pangkuan. Ini efektif saat berbaring atau duduk dengan kaki terangkat. Letakkan bayi di atas pangkuan, dengan kepalanya bersandar di lutut dan kakinya di perut. Ini adalah posisi menyusui yang sangat baik karena Ayah dan bayi saling berhadapan, memungkinkan untuk melakukan banyak kontak mata.
-
Miringkan botol. Saat menyusui bayi, miringkan botol agar susu benar-benar mengisi puting. Ini mengurangi jumlah udara yang mungkin dihirup bayi, sehingga mengurangi kemungkinan bayi mengalami perut kembung yang menyakitkan.
-
Gunakan bantal Boppy. Beberapa bayi dapat menyusu dengan baik saat berbaring di atas bantal Boppy. Ini menjaga kepala si kecil sedikit terangkat dan sangat berguna ketika lengan lelah. Pastikan untuk memegang botol bayi. Jangan pernah menyangganya dan/atau membiarkan mereka makan tanpa pengawasan.
Setelah ayah membantu menyusui bayi, jangan lupa untuk menyendawakan bayi. Cara ini untuk mencegah bayi menjadi rewel atau mudah marah karena menelan udara saat menyusu dengan botol. Ini dapat membuat bayi merasa kenyang tidak nyaman.Â
Kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi yang diberi susu botol, meskipun bayi yang disusui langsung juga dapat menelan udara. Kerewelan dapat berubah menjadi lingkaran setan, menyebabkan bayi menelan lebih banyak udara dan menjadi lebih kesal. Itulah mengapa menyendawakan itu penting.
Tanda-tanda bayi mengalami kembung dan cara mengatasinya
Ayah dapat membantu menyendawakan bayi sesering mungkin minum ASI. Ini untuk mencegah perut penuh udara. Jika bayi  tidak bersendawa setelah beberapa menit mencoba, lanjutkan menyusui.Â
Berikut tiga posisi terbaik:
- Di atas bahu: Letakkan bayi di atas bahu dan tepuk atau usap punggungnya dengan lembut.
- Di pangkuan: Dudukkan bayi tegak, condongkan ke depan ke arah tumit tangan, dan tepuk atau usap punggungnya dengan lembut.
- Berbaring: Letakkan bayi tengkurap di pangkuan dan tepuk atau usap punggungnya dengan lembut.
- Cukup usap atau tepuk punggung mereka.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menyusui
5 Ayah Seleb yang Beri Dukungan pada Sang Istri MengASIhi
Menyusui
5 Cara Ayah Dukung dan Bantu Bunda Sukseskan Relaktasi
Menyusui
Jadi Ayah ASI adalah Kesempatan Emas untuk Lebih Erat dengan Si Kecil
Menyusui
13 Manfaat Penting Suami Jadi Ayah ASI, Dukungan Besar untuk Ibu Menyusui
Menyusui
5 Hal yang Seharusnya Ayah Lakukan agar Bunda Lancar Menyusui
5 Foto
Menyusui
5 Potret Kiki Amalia Pamerkan Hasil ASI Perah untuk Baby Aleesya yang Berusia 2 Bulan
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Green Flag Banget, Arie Dwi Andika Rela Urus Newborn agar Ardina Rasti Fokus Menyusui
Ini Pentingnya Kehadiran & Peran Ayah saat Bunda Lakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
Ayah Berperan Penting dalam Proses Menyusui dan Tidur Nyenyak Bayi, Ini Kata Peneliti