menyusui
Mengenal Manfaat Besar Kandungan ARA dan DHA, Nutrisi Kunci di ASI
HaiBunda
Rabu, 25 Mar 2026 08:30 WIB
Daftar Isi
Selain protein dan karbohidrat, ASI juga kaya akan lemak yang sangat mendukung perkembangan Si Kecil, salah satunya ARA dan DHA. Digadang-gadang sebagai nutrisi kunci, apa saja manfaat dari kedua zat tersebut, ya?
Seperti yang sering disampaikan oleh para ahli, ASI merupakan cairan nutrisi alami terbaik yang dapat diberikan kepada bayi. Komposisinya yang unik dan kompleks membuat ASI menjadi asupan yang tidak dapat ditiru oleh cairan lain, bahkan susu formula sekalipun.
Baru-baru ini, penelitian yang dilakukan Salem dan Van Dael mengungkap keunggulan zat lain dalam ASI yang tidak kalah penting, yakni ARA. Serupa dengan asam lemak n-6 dan DHA, ARA merupakan asam lemak tak jenuh ganda rantai panjang yang paling dominan dalam ASI.
ARA biasanya ditemukan dalam bentuk trigliserida, meski beberapa juga terbentuk dalam fosfolipid. Meskipun kandungan lemak di dalam ASI hanya berkisar 2 sampai 5 persen dari berat ASI, ARA sangat istimewa karena kandungannya lebih bervariasi.
Bagaimana kadar ARA dan DHA pada setiap ibu?
Seperti yang disampaikan sebelumnya, ASI mengandung asam lemak ARA, dan juga DHA, yang berperan penting untuk perkembangan bayi. Namun, kadar kedua zat tersebut dapat berbeda-beda pada setiap ibu di berbagai belahan dunia, Bunda.
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perbedaan kadar ARA dan DHA dalam tubuh seorang ibu, yakni:
- Waktu menyusui: Terdapat perbedaan kandungan lemak dalam ASI yang keluar di awal menyusui dengan ASI yang keluar di akhir menyusu. Saat di awal menyusui, ASI cenderung encer, sementara di akhir menyusui ASI menjadi lebih kental.
- Usia bayi: Komposisi ASI untuk bayi yang baru lahir tentu berbeda dengan komposisi ASI untuk bayi yang sudah beberapa bulan.
- Kondisi kelahiran bayi: Ibu yang melahirkan bayi prematur biasanya memiliki perbedaan jumlah lemak ASI dengan ibu yang melahirkan bayi cukup bulan.
- Pola makan ibu: Makanan yang ibu konsumsi sehari-hari dapat mempengaruhi jumlah lemak sehat, termasuk ARA dan DHA dalam ASI.
- Kondisi kesehatan dan gizi ibu: Kualitas dan jumlah lemak dalam ASI dapat ditentukan melalui status gizi dan kondisi kesehatan ibu.
Penelitian Salem dan Van Dael ini menunjukkan bahwa kandungan ARA pada ASI diperkirakan mencapai 0,05 sampai 1,12 persen dari total asam lemak. Sementara itu, para ahli nutrisi bayi mengungkapkan kadar DHA pada ASI setidaknya mencapai 0,3 persen dari total asam lemak.
Mereka menambahkan bahwa sekitar 0,5 persen ARA sebaiknya disertai dengan DHA karena keduanya saling mendukung dalam perkembangan bayi. Maka dari itu, ARA dan DHA dijuluki sebagai nutrisi kunci dalam ASI.
Pada ibu yang kekurangan gizi, kadar ARA dan DHA-nya cenderung lebih rendah dari jumlah ideal. Didukung oleh penelitian lain yang menyebutkan bahwa kadar kedua zat tersebut dapat ditingkatkan melalui asupan makanan yang mengandung ARA dan DHA.
Pentingnya ARA dan DHA dalam nutrisi bayi
Studi tersebut dan beberapa penelitian pendukung lainnya telah membuktikan bahwa ARA dan DHA sangat berperan penting untuk perkembangan bayi, terutama perkembangan otak dan sistem saraf.
Selain itu, keseimbangan jumlah ARA dan DHA sangat penting untuk menjaga keseimbangan asam lemak di otak. Jika jumlah DHA lebih tinggi daripada ARA, hasil perkembangan kognitif bayi bisa menjadi berbeda.
Hal ini juga berlaku pada bayi yang mengonsumsi susu formula tanpa ARA. Diketahui bahwa bayi yang minum sufor tanpa zat tersebut, akan memiliki kadar ARA yang lebih rendah dibandingkan bayi yang meminum ASI.Â
Kurangnya kandungan ARA dan DHA dalam tubuh bisa menimbulkan beberapa risiko kesehatan, seperti eksim, asma, hingga gangguan perkembangan kognitif. Maka dari itu, penting untuk Bunda mengonsumsi makanan yang kaya akan ARA dan DHA.
Manfaat kandungan ARA dan DHA
Pada awal kehidupan Si Kecil, ARA sama pentingnya dengan DHA sebagai penunjang perkembangan dan fungsi sistem saraf. Selama masa pertumbuhan itulah jumlah ARA di jaringan otak akan berkembang pesat, hingga hampir setara dengan DHA.
Banyak penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa ARA dan DHA pada ASI dapat memberikan manfaat bagi perkembangan penglihatan, kemampuan kognitif, dan kemampuan motorik bayi dibandingkan susu formula yang tidak mengandung kedua zat tersebut.
Selain itu, ARA juga berperan sebagai komponen dasar senyawa bioaktif, seperti eikosanoid dan endocannabinoid. Senyawa ini merupakan bagian penting di berbagai proses dalam tubuh, termasuk respons imun, peradangan, dan perkembangan sistem saraf.
Kombinasi dari kandungan ASI yang saling melengkapi dan begitu kompleks inilah yang membuat ASI sering dianggap sebagai kunci perkembangan kognitif yang optimal pada bayi.
Demikian informasi bagaimana kandungan ARA dan DHA dalam ASI mampu mengoptimalkan perkembangan Si Kecil. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menyusui
5 Kelebihan ASI yang Bermanfaat untuk Bunda dan Si Kecil
Menyusui
Makanan Tinggi DHA untuk Ibu Menyusui, Bagus untuk Kecerdasan dan Kesehatan Mata Anak
Menyusui
Mengenal Zat Gizi dan Nutrisi yang Terkandung dalam ASI hingga Manfaatnya
Menyusui
Apakah Benar ASI yang Kental Ampuh Bikin Badan Bayi Jadi Gemuk?
Menyusui
Manfaat Bunda Menyusui Minum Suplemen Minyak Ikan, Bisa Cerdaskan Bayi?
5 Foto
Menyusui
Potret Aline Adita Nikmati Masa Menyusui Anak Pertama di Usia 45 Th
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
5 Kelebihan ASI yang Bermanfaat untuk Bunda dan Si Kecil
Hasil Studi Sebut Menyusui Bisa Melindungi Anak dari Risiko Kanker Darah
Ketahui Manfaat Luar Biasa dari Menyusui Bayi Meski hanya 2 Minggu