HaiBunda

MENYUSUI

Capek Menyusui Tiap 2 Jam? Begini Cara Bunda Tetap Fit dan Semangat

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Rabu, 15 Apr 2026 09:10 WIB
Capek Menyusui Tiap 2 Jam? Begini Cara Bunda Tetap Fit dan Semangat/Foto: Getty Images/shih-wei
Jakarta -

Di berbagai literatur medis, para ahli merekomendasikan untuk memberi bayi ASI eksklusif selama 6 bulan pertama tanpa tambahan susu formula atau makanan lainnya. Setelah itu, dilanjut hingga bayi berusia 2 tahun dengan pemberian makanan pendamping ASI atau MPASI.

Tapi sebelum itu, Bunda perlu memahami bahwa di awal kehidupannya, bayi perlu disusui sebanyak 8-12 kali dalam sehari sebab ASI yang mudah dicerna membuat bayi lebih cepat lapar. Maka dari itu, Bunda disarankan untuk menyusui Si Kecil minimal 2-3 jam sekali.

Memang, frekuensi ini cukup melelahkan bagi sebagian Bunda, terutama di masa-masa awal usai melahirkan. Namun, ingatlah bahwa kondisi ini merupakan bagian dari proses adaptasi Bunda dan Si Kecil agar ia dapat tumbuh dengan baik.


Tenang saja, seiring bertambahnya usia, durasi menyusu bayi akan mulai berkurang, kok. Memasuki usia 1-2 bulan, umumnya Si Kecil hanya akan menyusu sekitar 7-9 kali dalam sehari, dengan catatan, kondisi ini tidak selalu dapat disamakan, ya.

Tips agar Bunda tetap fit dan semangat menyusui

Agar Bunda tetap semangat dan tidak kewalahan, terdapat beberapa cara yang direkomendasikan ahli untuk mengelola waktu dan energi selama menyusui. Yuk, simak tips lengkapnya berikut ini yang dikutip dari laman Nemours KidsHealth.

1. Atur waktu proses menyusui

Menyusui bayi yang baru lahir memang terasa sangat melelahkan, terlebih untuk mencapai target menyusu hariannya. Cara pertama untuk membantu Bunda agar tidak terlalu lelah adalah dengan mengatur waktu menyusui sekitar 20 menit atau lebih pada satu maupun kedua payudara.

Seiring bertambahnya usia dan kemampuan menyusu Si Kecil, durasi tersebut biasanya akan menjadi lebih singkat, yaitu sekitar 5-10 menit pada setiap sisi. Namun, Bunda perlu memahami bahwa lamanya proses menyusui tidak selalu sama pada setiap ibu.

Berikut beberapa faktor yang dapat memengaruhi durasi menyusui, di antaranya:

  • Produksi ASI: Hal ini berkaitan dengan kelancaran ASI yang umumnya dapat dilihat sejak 2-5 hari setelah melahirkan.
  • Refleks let-down: Refleks ini merupakan proses keluarnya ASI dari payudara saat bayi menghisap puting. Pada beberapa ibu, refleks ini bisa langsung terjadi, bisa juga membutuhkan delay beberapa menit.
  • Pelekatan bayi: Bayi yang baik pelekatannya maka kegiatan menyusunya akan lebih lancar. Pelekatan yang baik adalah ketika mulut bayi menempel dan menghisap hampir seluruh areola, terutama areola bagian bawah.
  • Aliran ASI: Aliran ASI yang cepat atau lambat juga dapat memengaruhi lama bayi menyusu.
  • Pola hisapan dan menelan: Ada bayi yang menyusu dan menelan dengan cepat, ada pula yang lebih lambat.
  • Kondisi bayi: Bayi yang mengantuk atau mudah teralihkan biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk menyusu.

2. Hitung jeda waktu

Kedua, menghitung jeda waktu menyusui. Ini merupakan salah satu cara sederhana untuk meringankan beban pikiran Bunda. Terkadang, Bunda mungkin lupa kapan terakhir Si Kecil disusui sehingga hal tersebut membuat kepikiran atau stres karena khawatir kebutuhannya belum terpenuhi.

Oleh karena itu, Bunda dapat mulai menghitung selang waktu sejak bayi mulai menyusu hingga waktu menyusu berikutnya. Melalui cara ini Bunda akan lebih mudah memantau frekuensi menyusui tersebut.

Misalnya, pada sesi pertama, Bunda mulai menyusui Si Kecil pada jam 06.00, lalu kembali menyusui di sesi berikutnya pada pukul 08.00 dan 10.00. Dapat dikatakan, Bunda menerapkan jeda waktu setiap sesi kurang lebih 2 jam.

Dengan menghitung jeda waktu, Bunda juga dapat mengetahui apakah Si Kecil menyusu secara teratur atau tidak. Namun, perlu diingat, selain mengandalkan jeda waktu, Bunda juga perlu peka terhadap tanda-tanda kelaparan pada bayi.

3. Memberikan payudara secara bergantian

Ketiga, Bunda dapat menyusui dengan menggunakan kedua payudara secara bergantian agar produksi ASI tetap seimbang. Cara ini dapat menjaga pasokan ASI dan menghindari pembengkakan payudara yang disertai nyeri karena ASI terlalu penuh.

Setiap sesi menyusui, Bunda perlu mengatur durasi penggunaan masing-masing payudara. Untuk membantunya, Bunda dapat memasang tanda pengingat, seperti pita atau membuat catatan kecil untuk menghitung durasi masing-masing payudara.

Agar proses menyusui lebih lancar, sebisa mungkin Bunda  selalu menawarkan payudara kanan dan kiri secara bergantian kepada Si Kecil. Pastikan juga ibu dan bayi berada dalam posisi yang nyaman selama menyusui.

Pentingnya rutin menyusui bayi

Menyusui yang dilakukan secara rutin dan sesuai prosedur dapat memberikan banyak manfaat kepada Bunda dan Si Kecil. Berbagai studi menunjukkan bahwa ASI berperan penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh bayi sehingga melindungi bayi dari infeksi virus, bakteri, dan penyakit berbahaya.

Selain itu,menyusui juga dipercaya dapat melindungi bayi di berbagai kondisi kronis, seperti sindrom kematian mendadak (SIDS), hingga risiko jangka panjang seperti obesitas, diabetes, dan asma.

Pada ibu, menyusui juga tidak penting, lho. Proses ini dapat membantu membakar kalori sehingga dapat mempercepat penurunan berat badan setelah melahirkan. Tak hanya itu, menyusui juga mampu mengembalikan rahim ke ukuran semula.

Dalam jangka panjang, menyusui dapat menurunkan risiko berbagai penyakit pada perempuan. Di antaranya adalah kanker payudara, tekanan darah tinggi, diabetes, jantung, kanker rahim, dan kanker ovarium.

Demikian cara untuk mempertahankan semangat selama proses menyusui. Semoga informasinya membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ciri Gumoh Bayi yang Berbahaya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Potret Penampilan Tamara Bleszynski Hadiri Pernikahan Teuku Rassya, Curi Perhatian Netizen

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Hara Hachi Bu, Kebiasaan Makan Orang Jepang untuk Umur Panjang

Mom's Life Amira Salsabila

Jangan Ucap 11 Kalimat Ini saat Ngobrol, Bikin Kamu Kurang Dihargai & Dihormati

Mom's Life Amira Salsabila

Aturan Baru BPOM soal Batas Cemaran Mikroba Mie Instan & Minuman Serbuk

Mom's Life Nadhifa Fitrina

7 Kebiasaan Anak Laki-laki yang Terbentuk dari Sikap Ayah, Dampaknya Sampai Dewasa

Parenting Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Potret Maternity Shoot Ochi Rosdiana Jelang Melahirkan Anak Pertama

Aturan Baru Main Game Roblox Khusus Anak Usia 5-12 Tahun di Indonesia

Diskon Hingga 50% di Trans Shopping Mall Pakai Allo Paylater, Bunda Sudah Belanja Hemat Hari Ini?

Hara Hachi Bu, Kebiasaan Makan Orang Jepang untuk Umur Panjang

Aturan Baru BPOM soal Batas Cemaran Mikroba Mie Instan & Minuman Serbuk

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK