MENYUSUI
Tangis Bayi Picu Hormon di Tubuh Bunda untuk Segera Memproduksi ASI
Indah Ramadhani | HaiBunda
Senin, 11 May 2026 08:30 WIBSaat Si Kecil lahir, tangisannya tentu membawa kebahagiaan tersendiri bagi Bunda. Tak hanya menjadi tanda bahwa paru-parunya berfungsi dengan baik, tangisan bayi juga membantu merangsang tubuh ibu untuk memproduksi ASI, lho.
Mungkin, tidak banyak Bunda yang menyadari perasaan ini. Namun, di sinilah tangisan bayi membawa perubahan pada tubuh Bunda, sejak hari pertamanya.
Proses alami dari tubuh ini melibatkan kerja sama antara otak dan hormon dalam tubuh Bunda. Saat mendengar tangisannya, otak akan mengirimkan sinyal yang memicu pergerakan dalam proses pengeluaran ASI.
Nantinya, hormon tersebut berperan dalam proses menyusui, baik untuk membantu pengeluaran ASI maupun mendukung ibu yang menghadapi kesulitan menyusui. Tentunya, proses ini berlangsung secara alami sebagai bentuk respons tubuh ibu terhadap kebutuhan bayinya.
Bagaimana tangisan bayi memicu pengeluaran ASI?
Penjelasan mengenai hal tersebut dibahas melalui studi yang dilakukan oleh NYU Grossman School of Medicine. Para peneliti menemukan bahwa tangisan bayi mampu merangsang pengeluaran ASI secara alami dari tubuh ibu.
Dijelaskan dalam studi yang dipublikasi jurnal Nature ini bahwa saat bayi menangis, suara tersebut akan diproses oleh sebuah bagian otak ibu yang berfungsi sebagai pusat sensorik. Dari sini, sinyal kemudian dikirim ke hipotalamus, bagian otak yang mengatur hormon.
Respons ini dapat memicu pelepasan oksitosin, sebuah hormon yang membantu ASI keluar agar Si Kecil dapat segera menyusu. Menariknya, lonjakan hormon ini dapat berlangsung sekitar lima menit, yang mana cukup untuk membantu bayi dapatkan ASI yang dibutuhkannya.
“Tangisan bayi membantu mempersiapkan otak ibu, sehingga tubuhnya siap untuk menyusui. Tanpa persiapan, jeda beberapa menit antara bayi mulai mengisap dan keluarnya ASI berpotensi membuat bayi frustrasi dan orang tua menjadi stres,” kata penulis utama studi, Habon Issa, dikutip dari laman Earth.
Dampak hormon oksitosin pada tubuh Bunda yang sedang menyusui
Penelitian ini juga menemukan bahwa tubuh ibu memiliki sistem otomatis untuk menjaga pasokan ASI. Karenanya, ASI Bunda tidak akan keluar terus-menerus tanpa alasan atau saat Si Kecil sedang tidak menyusu, kecuali memang pasokan ASI sedang berlebih.
Namun, jika bayi menangis cukup lama, sekitar 30 detik atau lebih, sinyal di otak akan semakin kuat hingga melewati batas tersebut. Inilah yang kemudian memicu tubuh melepaskan hormon oksitosin, Bunda.
Selain itu, hal menarik lainnya dari temuan ini adalah para peneliti menyebut bahwa respons tersebut tidak hanya berkaitan dengan produksi ASI. Mereka mengatakan hormon oksitosin juga membantu meningkatkan beberapa hal, sebagai berikut:
- Meningkatkan perhatian Bunda kepada bayi
- Memperkuat ikatan emosional (bonding)
- Membuat Bunda tetap responsif, sekalipun saat lelah
“Hasil ini menunjukkan bahwa respons otak terhadap tangisan bayi tidak hanya berperan dalam proses menyusui, tetapi juga membantu ibu tetap fokus dan responsif dalam merawat anaknya, bahkan saat merasa lelah.” jelas penulis senior studi tersebut, Dr. Robert C. Froemke.
Demikian penjelasan mengenai bagaimana tangisan bayi dapat memicu respons hormon di tubuh ibu dalam membantu proses menyusui. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Payudara Ketiga Muncul Usai Melahirkan?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Sampai Usia Berapakah Tubuh Wanita Bisa Menghasilkan ASI?
Bunda Perlu Tahu, Serba-serbi Penggunaan Bra Tidur yang Tepat Saat Menyusui
Penyebab ASI Tak Lancar yang Sering Diabaikan Ibu Menyusui
Pola Diet Ibu Menyusui agar Produksi ASI Lancar
TERPOPULER
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
200 Pertanyaan Lomba Cerdas Cermat seputar Kemerdekaan 17 Agustus 2026, Soal Tingkat SD-SMP
REKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Kebiasaan Ini Bisa Melatih Kecerdasan EQ di Tempat Kerja
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Jalan-Jalan Ke Medan? Pilihan Hotel Ini Bisa Kamu Pertimbangkan dan Dekat Mall
-
Beautynesia
4 Tanda Kalau Otak Butuh Istirahat
-
Female Daily
Boleh Nggak Pakai Retinol Saat Sedang Jerawatan? Ini Jawabannya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Meghan Markle Pakai Anting Putri Diana Saat Momen Langka dengan Pangeran Harry
-
Mommies Daily
10 Kreasi dari Sedotan untuk Anak SD, Murah, Seru, dan Edukatif