MENYUSUI
Bisakah Bunda Vegetarian Menyusui dengan Optimal? Simak Penjelasannya
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Selasa, 30 Jun 2026 09:10 WIBMenjalani status sebagai vegetarian sering kali membuat khawatir ketika berperan sebagai ibu menyusui. Sebenarnya, bisakah ibu vegetarian menyusui dengan optimal? Ini penjelasannya.
Konsisten menjalani pola hidup vegetarian mungkin tidaklah mudah. Adakalanya, kekhawatiran pun muncul karena penganut vegetarian mengecualikan semua produk hewani termasuk daging, produk susu, telur, dan lainnya. Sementara, asupan tersebut banyak dibutuhkan ketika mereka sedang menyusui, Bun.
Ya, seperti diketahui bahwa kebutuhan akan banyak nutrisi terus meningkat selama menyusui untuk memberikan nutrisi penting yang cukup bagi perkembangan bayi.
Ibu vegetarian menyusui, amankah?
Menurut CDC, ibu menyusui umumnya membutuhkan lebih banyak kalori untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mereka selama menyusui. Ada tambahan sekira 330 hingga 400 kkal per hari yang direkomendasikan untuk ibu menyusui agar bisa memenuhi gizi dengan baik.
Selain itu, kebutuhan akan banyak mikronutrien juga meningkat karena dibutuhkan untuk sekresi ke dalam ASI serta untuk mendukung kesehatan ibu menyusui, seperti dikutip dari laman Infantrisk.
Berikut ini sebagian mikronutrien spesifik yang mungkin kurang ada bagi mereka yang menjalani diet vegetarian sementara asupan ini dibutuhkan selama menyusui, Bun:
1. Yodium
Yodium merupakan komponen vital dari hormon tiroid tiroksin dan triiodothyronine. Kadar hormon tiroid ibu memengaruhi pertumbuhan janin dan perkembangan neurologis yang tepat selama kehamilan dan setelah lahir. Sumber makanan yodium meliputi ikan, kerang, rumput laut, dan garam beryodium.
Meskipun ASI mengandung yodium, konsentrasinya dapat bervariasi berdasarkan kadar yodium ibu. Jika seorang perempuan hamil atau menyusui kekurangan yodium, janin atau bayi mungkin berisiko mengalami kekurangan yodium dan gangguan kognitif serta psikomotorik terkait.
2. Zat besi
Zat besi diperlukan untuk membuat hemoglobin, komponen dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Selain itu, zat besi juga mendukung perkembangan neurologis selama masa bayi dan anak usia dini.
Kekurangan zat besi dapat menyebabkan kelelahan, anemia, dan gangguan perkembangan. Sumber makanan zat besi dapat ditemui dalam daging, unggas, dan makanan kaya laut akan zat besi.
Ibu yang menjalani pola vegetarian dan bayinya mengalami risiko lebih tinggi mengalami kekurangan zat besi dan anemia. Selama kehamilan, sebagian besar zat besi ditransfer dari ibu ke janin pada trimester ketiga.
Ibu dengan cadangan zat besi yang baik mentransfer zat besi yang cukup kepada bayi baru lahir mereka yang cukup untuk bertahan sekitar 6 bulan pertama kehidupan, sedangkan ibu dengan cadangan zat besi rendah mentransfer lebih sedikit zat besi kepada bayi mereka, yang kemudian lahir dengan cadangan zat besi rendah.
3. Vitamin B12
Vitamin B12 (kobalamin) memainkan peran penting dalam pembentukan sel darah merah, metabolisme sel, fungsi saraf, dan produksi DNA. Sumber makanan vitamin B12 terutama berasal dari makanan hewani, termasuk unggas, daging, dan ikan.
4. Vitamin D
Terpenuhinya vitamin D memang sangat dibutuhkan guna mendukung perkembangan tulang yang sehat dan mencegah rakhitis, suatu kondisi yang menyebabkan tulang lemah atau cacat.
Rakhitis akibat defisiensi vitamin D pada bayi yang disusui jarang terjadi, tetapi dapat terjadi jika bayi tidak menerima vitamin D tambahan dari makanan, suplemen vitamin D, atau paparan sinar matahari yang cukup. Sumber vitamin D dapat ditemui pada ikan, minyak hati, ikan berlemak, dan kuning telur.
5. Kalsium
Kalsium adalah mineral yang sama dengan vitamin D yang dibutuhkan untuk kesehatan tulang dan gigi. Kalsium juga memiliki peran vital dalam pembekuan darah, membantu otot berkontraksi, dan mengatur ritme jantung normal serta fungsi saraf.
Kekurangan kalsium di masa kanak-kanak dapat mengakibatkan mereka tidak bisa mencapai potensi tinggi badan dewasa sepenuhnya. Selain itu, hal ini juga dapat mengakibatkan massa tulang rendah atau osteoporosis di kemudian hari.
Sumber kalsium yang baik meliputi banyak produk susu, serta beberapa sayuran berdaun hijau gelap seperti bayam dan kangkung. Untuk menyerap kalsium, tubuh membutuhkan vitamin D.
6. DHA
DHA adalah asam lemak omega-3 yang ditemukan dalam ikan berlemak air dingin, termasuk salmon dan tuna. Asam lemak omega-3 baik untuk sistem kardiovaskular dan diperlukan untuk perkembangan neurologis bayi. Bayi membutuhkan DHA, terutama selama 6 bulan pertama kehidupan, untuk perkembangan otak, mata, dan sistem saraf.
7. Kolin
Kolin adalah nutrisi penting yang terlibat dalam banyak proses seperti struktur dan pengiriman pesan sel, transportasi dan metabolisme lemak, sintesis DNA, dan pemeliharaan sistem saraf.
Sumber makanan kaya kolin meliputi hati sapi, telur, dan ikan. Beberapa makanan nabati juga diketahui mengandung kolin namun jumlah yang sangat besar perlu dikonsumsi guna memenuhi kebutuhan harian tersebut.
Kolin sangat penting selama kehamilan, karena asupan yang rendah dapat meningkatkan risiko cacat tabung saraf pada bayi yang belum lahir. Selain itu, kolin juga sangat penting pada masa bayi saat otak terus tumbuh pesat.
Bisakah ibu vegetarian menyusui dengan optimal?
Diet vegetarian mungkin memiliki beberapa kebaikan dan aman selama menyusui, Bunda. Namun, menghindari makanan yang berbasis hewani dalam diet bisa meningkatkan risiko kekurangan nutrisi. Ibu menyusui yang mengikuti pola diet ini juga berisiko mengalami penurunan asupan dan kandungan nutrisi penting dalam ASI seperti yodium, DHA, vitamin B12, vitamin D, dan kolin.
Sementara itu, anak-anak yang mengonsumsi ASI dan kekurangna nutrisi penting ini dapat berisiko mengalami gagal tumbuh, anemia, terjadinya keterlambatan perkembangan psikomotor, hipotiroidisme, dan rakhitis.
Di sisi lain, para ibu menyusui yang mengikuti diet vegetarian juga berisiko mengalami anemia dan osteoporosis. Karenanya, penting bagi ibu menyusui yang mengonsumsi diet vegetarian untuk menyadari kebutuhan nutrisi penting tersebut dan memenuhi tambahan dengan kebutuhan suplementasi.
Mengutip dari laman Peta bahwa The American Dietetic Association berpendapat bahwa diet vegetarian yang direncanakan dengan tepat termasuk diet vegetarian total dapat menyehatkan, cukup gizi, dan dapat memberikan manfaat kesehatan dalam pencegahan dan pengobatan penyakit tertentu.
Dan, diet vegetarian yang direncanakan dengan baik serta tepat untuk setiap individu selama tahap siklus hidup, termasuk kehamilan, menyusui, bayi, anak-anak, dan remaja, dapat dilakukan ya, Bunda, termasuk selama menyusui.
Namun, ada baiknya untuk memastikan dengan baik sebelum menjalaninya. Pastikan untuk terus berkonsultasi dengan dokter agar dapat mengoptimalkan asupan nutrisi selama kehamilan dan saat menyusui demi kesehatan ibu dan juga kesehatan bayi.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Bayi Menyusu Lama tapi Berat Tak Naik, Kenapa?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Jangan Berlebihan ya, Ketahui Risiko bila Busui Terlalu Banyak Melahap Durian
Adakah Makanan Ibu Menyusui yang Tak Disukai Bayi dan Membuatnya Rewel?
6 Cara agar Produksi ASI Stabil, Nomor Satu yaitu Rajin Menyusui
Amankah Minum CTM untuk Ibu Menyusui? Ini Penjelasannya Bun
TERPOPULER
Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bilang "Tolong" dan "Terima Kasih" Menurut Psikologi
Potret 2 Anak Gracia Indri yang Menggemaskan, Curi Perhatian di Pesta Pernikahan Sang Tante
Cara Meracik Buah Pinang Muda, Diklaim Dukung Vitalitas Pria & Pemulihan Rahim setelah Melahirkan
Potret Terbaru Gita Gutawa Usai Lama Tak Muncul, Kini Sibuk di Balik Layar
5 Jurusan Terbanyak yang Ditemukan di Kalangan Pengangguran S1, Ada Manajemen hingga Hukum
REKOMENDASI PRODUK
5 Pasta Gigi Bayi 1 Tahun ke Atas yang Aman Jika Tak Sengaja Tertelan, Pilih Terbaik Cegah Karies
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Selang Gas yang Bagus dan Aman, Miliki 3 Lapis Pengaman
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Potret Jung Eun Chae yang Viral sebagai Polisi di Drama Korea 'Flex X Cop 2'
Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bilang "Tolong" dan "Terima Kasih" Menurut Psikologi
Cara Meracik Buah Pinang Muda, Diklaim Dukung Vitalitas Pria & Pemulihan Rahim setelah Melahirkan
Potret 2 Anak Gracia Indri yang Menggemaskan, Curi Perhatian di Pesta Pernikahan Sang Tante
5 Jurusan Terbanyak yang Ditemukan di Kalangan Pengangguran S1, Ada Manajemen hingga Hukum
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Review Tote Bag Muat Laptop 15 Inci: Worth It Buat Daily Use?
-
Beautynesia
4 Kalimat yang Tunjukkan Tanda Orang Pura-Pura Cerdas
-
Female Daily
Kulit Lagi Overwhelmed Sama Skincare? Ini 5 Tanda Wajahmu Butuh Istirahat
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ramalan Zodiak 15 Agustus: Libra Ikuti Anggaran, Sagitarius Jangan Ceroboh
-
Mommies Daily
Brand Hijab yang Dipakai Nikita Willy: 4 Rekomendasi dan Kisaran Harganya