HaiBunda

MENYUSUI

Ini Alasan Bayi Suka Aroma Ibunya, Ternyata Penting untuk Menyusui

Amrikh Palupi   |   HaiBunda

Kamis, 16 Jul 2026 08:55 WIB
Ini Alasan Bayi Suka Aroma Ibunya, Ternyata Penting untuk Menyusui/Foto: Getty Images/iStockphoto/paulaphoto
Jakarta -

Alasan bayi suka aroma ibunya ternyata bukan sekadar naluri alami, tetapi juga didukung oleh berbagai penelitian ilmiah. Aroma alami yang berasal dari kulit, puting, hingga ASI ibu diyakini membantu bayi mengenali ibunya, merasa lebih tenang, sekaligus memudahkan proses menyusu sejak hari-hari pertama kehidupan.

Mengutip laman Unicef, menjelang Baby Friendly Virtual Conference 2026, pembicara Profesor Vivien Swanson psikolog kesehatan sekaligus peneliti dari University of Stirling yang memimpin penelitian internasional melalui WOLF Project (Wellcome-funded Olfaction Project).

Penelitian dari WOLF Project ini mengungkap mengenai hubungan antara indera penciuman (aroma) dan menyusui, serta bagaimana sistem penciuman (olfaktori) berperan dalam memperkuat ikatan antara orang tua dan bayi.


Alasan bayi suka aroma ibunya menurut penelitian

Saat bayi lahir, ia mulai mengenali dunia melalui berbagai indera, seperti sentuhan, suara, penglihatan, dan penciuman. Selama ini banyak orang fokus pada kontak kulit ke kulit atau skin to skin, padahal aroma alami ibu juga memiliki peran yang sangat penting, lho Bunda.

Alasan bayi suka aroma ibunya mulai dari aroma tubuh ibu, termasuk aroma kulit, puting, kolostrum, dan ASI, diduga menjadi sinyal biologis yang membantu bayi menemukan sumber makanan sekaligus memberikan rasa aman.

Penelitian menunjukkan bahwa sistem penciuman manusia jauh lebih kompleks daripada yang selama ini dipahami. Indera penciuman tidak hanya membantu manusia mengenali makanan atau mendeteksi bahaya, tetapi juga berperan dalam komunikasi sosial, mengenali anggota keluarga, hingga membangun hubungan emosional.

Aroma membantu bayi menemukan payudara

Dalam dunia mamalia, indera penciuman merupakan salah satu faktor utama yang membantu bayi bertahan hidup. Anak mamalia menggunakan aroma induknya untuk menemukan puting susu, melekat dengan benar (latch) dan berhasil menyusu.  

Para ilmuwan menggunakan istilah olfaksi untuk menjelaskan sistem penciuman manusia. Selama ini manusia diketahui menggunakan indera penciuman untuk  bertahan hidup, mendeteksi bahaya, serta mengenali makanan yang aman. Selain itu, penciuman juga membantu kita mengomunikasikan emosi, mengenali orang lain, bahkan memilih pasangan romantis.

Kini, terdapat bukti ilmiah yang kuat bahwa aroma payudara, kolostrum, atau ASI (bisa salah satu atau kombinasi dari ketiganya) juga berperan penting dalam membantu ibu memulai proses menyusui serta mempertahankan pengalaman menyusui yang nyaman dan menenangkan bagi bayi seiring berjalannya waktu.

Salah satu tujuan paling menarik dari WOLF Project adalah mengidentifikasi senyawa kimia utama yang dihasilkan selama proses menyusui yang berpotensi menjadi feromon manusia pertama yang berhasil diidentifikasi. Jika berhasil dibuktikan, temuan ini akan menjadi kemajuan penting dalam ilmu pengetahuan tentang manusia.

Masalah menyusui seperti bayi sulit melekat pada payudara (latch), produksi ASI yang dirasa kurang, serta nyeri pada puting merupakan keluhan yang umum terjadi di berbagai negara. Oleh karena itu, mengetahui cara memanfaatkan indera penciuman untuk membantu proses menyusui, menenangkan bayi, dan memperkuat ikatan ibu dan bayi pada masa-masa awal kehidupan memiliki potensi yang sangat besar.

Namun, penting untuk dipahami bahwa hingga penelitian ini selesai, para peneliti masih belum dapat memastikan seberapa besar dampak nyata dari pendekatan tersebut.

Mengapa peran aroma ibu belum masuk pedoman menyusui?

Meski bukti ilmiah terus berkembang, penelitian WOLF Project menemukan bahwa sebagian besar pedoman menyusui di dunia masih belum membahas pentingnya indera penciuman.

Tim peneliti meninjau berbagai panduan, termasuk pedoman WHO, UNICEF Baby Friendly Initiative serta panduan nasional dari 11 negara. Hasilnya menunjukkan bahwa hanya sedikit pedoman yang membahas pentingnya peran indera penciuman.

Padahal, beberapa praktik yang telah direkomendasikan, seperti kontak kulit ke kulit (skin-to-skin care), menjaga ibu dan bayi tetap berdekatan, serta perawatan metode kanguru (kangaroo care), kemungkinan secara alami mendukung komunikasi melalui aroma tubuh.

Sebaliknya, beberapa tindakan medis maupun kebiasaan budaya diduga dapat mengurangi komunikasi melalui aroma. Di antaranya:

  • Memandikan bayi segera setelah lahir.
  • Mencuci payudara sebelum menyusui.
  • Penggunaan antiseptik berlebihan.
  • Penggunaan minyak pijat atau ramuan herbal beraroma kuat.
    membuang kolostrum.
  • Pemberian susu formula yang memiliki aroma khas.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa hingga kini belum ada bukti kuat yang menyatakan praktik-praktik tersebut secara langsung menyebabkan kegagalan menyusui. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh aroma terhadap keberhasilan pemberian ASI.

Kesimpulan dari ulasan ini alasan bayi suka aroma ibunya ternyata bukan sekadar karena kedekatan emosional. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa aroma alami dari kulit, payudara, kolostrum, dan ASI kemungkinan menjadi bagian penting dari komunikasi biologis antara ibu dan bayi.

Aroma tersebut membantu bayi menemukan payudara, merasa lebih tenang, memperkuat ikatan emosional, hingga mendukung keberhasilan menyusui. Meski demikian, para ahli masih terus meneliti seberapa besar pengaruhnya terhadap praktik menyusui sehari-hari.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Bayi Menyusu Lama tapi Berat Tak Naik, Kenapa?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Raia Wahab Anak Dominique Sanda Lulus Kuliah, Intip Potretnya Dapat Ucapan Haru dari Ibunda

Mom's Life Amira Salsabila

Ini Alasan Bayi Suka Aroma Ibunya, Ternyata Penting untuk Menyusui

Menyusui Amrikh Palupi

7 Kebiasaan yang Sering Dilakukan Orang Jenius tapi Dianggap Membosankan Orang Lain

Mom's Life Annisa Karnesyia

Sambut Hari Anak Nasional, Bangun Kesehatan Mental Anak Sejak Bayi

Parenting Annisa Karnesyia

Hamil Ternyata Bikin Tubuh Membakar Lebih Banyak Kalori, Ini Faktanya

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Mengenal "Triple 30 Rule", Pola Makan Viral yang Disebut Bikin Tubuh Lebih Sehat

Raia Wahab Anak Dominique Sanda Lulus Kuliah, Intip Potretnya Dapat Ucapan Haru dari Ibunda

Sambut Hari Anak Nasional, Bangun Kesehatan Mental Anak Sejak Bayi

Ini Alasan Bayi Suka Aroma Ibunya, Ternyata Penting untuk Menyusui

7 Drama Korea yang Sedang Viral, Genre Action hingga Romantis

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK