HaiBunda

MENYUSUI

Bayi Minum ASI Banyak Hari Ini tapi Besok Sedikit, Normalkah?

Amrikh Palupi   |   HaiBunda

Jumat, 31 Jul 2026 17:50 WIB
Bayi Minum ASI Banyak Hari Ini tapi Sedikit Besok, Normalkah?/Foto: Getty Images/iStockphoto/shih-wei
Jakarta -

Sebagian besar orang tua akan mulai khawatir ketika melihat pola minum ASI bayinya berubah-ubah. Hari ini Si Kecil tampak menyusu sangat sering dan lama, tetapi keesokan harinya justru hanya sebentar atau lebih jarang. Kondisi ini sering membuat Bunda bertanya-tanya, apakah produksi ASI menurun atau bayi sedang mengalami masalah kesehatan? Ataukah hal tersebut normal terjadi pada Si Kecil?

Mengapa bayi bisa minum ASI lebih banyak hari ini?

Mengutip laman Vinmec, menurut para ahli, bayi baru lahir yang ingin terus menyusu dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Secara umum, penyebabnya dibagi menjadi empat kelompok berikut.

1. Bayi sedang mengalami masa pertumbuhan pesat (growth spurt)

Saat baru lahir, ukuran lambung bayi masih sangat kecil sehingga kebutuhan ASI pada awal kehidupan hanya sekitar 5–7 ml setiap kali menyusu. Seiring bertambahnya usia, kapasitas lambung bayi akan meningkat sehingga kebutuhan ASI juga ikut bertambah.


  • Pada usia sekitar 3 hari, bayi biasanya membutuhkan sekitar 22–30 ml ASI setiap kali menyusu.
  • Saat berusia 1 minggu, kebutuhan ASI meningkat menjadi sekitar 40–60 ml per sesi menyusu.
  • Ketika memasuki usia 1–2 bulan, rata-rata bayi mengonsumsi sekitar 60–120 ml setiap kali menyusu.
  • Periode 7–10 hari pertama, kemudian minggu ke-2 hingga ke-3, serta minggu ke-4 hingga ke-6 merupakan masa pertumbuhan pesat (growth spurt). Pada fase ini, bayi biasanya akan menyusu lebih sering karena kebutuhan energinya meningkat.

2. Kemampuan menyusu bayi belum optimal

Bayi yang ingin menyusu terus tetapi sulit tidur juga bisa disebabkan oleh kemampuan menyusu yang belum optimal. Kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi prematur atau bayi yang mengalami masalah seperti sariawan, infeksi jamur di mulut (oral thrush), tongue-tie, maupun gangguan pada rongga mulut lainnya.

Karena jumlah ASI yang berhasil diminum setiap kali menyusu lebih sedikit, bayi akan lebih cepat merasa lapar sehingga ingin menyusu lebih sering dibandingkan biasanya.

3. Produksi ASI ibu sedikit

Penyebab lain bayi baru lahir menangis dan ingin menyusu terus adalah produksi ASI yang belum mencukupi. Jika jumlah ASI yang didapat dalam satu sesi menyusu belum memenuhi kebutuhan bayi, Si Kecil akan lebih cepat lapar dan kembali meminta menyusu dalam waktu yang singkat.

4. Bayi ingin dekat dengan ibu

Tidak sedikit bayi yang tetap ingin menyusu meskipun perutnya sebenarnya sudah kenyang. Hal ini terjadi karena bayi merasa aman, nyaman, dan terlindungi saat berada dekat dengan ibu. Mengisap payudara juga memberikan efek menenangkan sehingga bayi akan sering meminta menyusu sepanjang hari.

Selain itu, bayi yang mengantuk juga dapat terlihat ingin terus menyusu. Beberapa tanda bayi mengantuk antara lain sering menguap, tampak lelah, rewel, atau menangis. Dalam kondisi ini, bayi mungkin sebenarnya kesulitan untuk tertidur sehingga membutuhkan pelukan, dekapan, dan mengisap payudara agar lebih mudah terlelap

Lantas apakah bayi ingin minum ASI lebih banyak itu normal? jawabannya normal, ya Bunda. Pola makan, tidur, dan aktivitas bayi baru lahir umumnya sangat bergantung pada kebutuhan serta nafsu makan masing-masing bayi. Ada kalanya bayi menyusu lebih sering dan tidur lebih sedikit, tetapi di waktu lain justru tidur lebih lama dan menyusu lebih jarang.

Karena itu, bayi baru lahir yang ingin menyusu sangat sering merupakan kondisi yang normal dan umumnya tidak memengaruhi tumbuh kembangnya. Bunda dianjurkan untuk menyusui bayi sesuai kebutuhannya (on demand), bukan semata-mata berdasarkan jadwal tertentu.

Mengapa besok bayi malah minum ASI lebih sedikit?

Setelah sehari sebelumnya menyusu lebih sering, bukan berarti bayi harus mempertahankan pola tersebut setiap hari. Jadi minum ASI banyak hari ini tapi sedikit besok itu normal ya, Bunda.  Mengutip laman Unicef, setiap bayi memiliki bentuk tubuh, ukuran, dan metabolisme yang berbeda. Ada bayi yang membutuhkan ASI lebih banyak, ada pula yang lebih sedikit. 

Pada orang dewasa, rasa lapar dan haus dapat berubah tergantung pada aktivitas yang dilakukan, seberapa banyak bergerak atau mendapatkan stimulasi, kondisi cuaca, hingga suasana hati. Hal yang sama juga berlaku pada bayi.

Bahkan, karena bayi tumbuh dengan sangat cepat, kebutuhan mereka bisa berubah lebih drastis dari hari ke hari dibandingkan orang dewasa. Bayi juga mengalami fase percepatan pertumbuhan (growth spurt) yang membuat mereka terkadang ingin menyusu hampir sepanjang waktu. Kondisi ini sering disebut sebagai cluster feeding.

Selain itu, kemampuan bayi dalam menyusu juga berbeda-beda. Saat menyusu langsung dari payudara, ada bayi yang sudah mendapatkan ASI yang dibutuhkan hanya dalam waktu lima menit. Namun, ada juga yang memerlukan waktu hingga 30 menit. Sebagian bayi mungkin hanya menyusu empat atau lima kali sehari, sementara yang lain bisa menyusu hingga 11 atau 12 kali dalam sehari. 

Yang lebih membingungkan lagi, bayi yang sama pun bisa menginginkan jumlah ASI yang berbeda setiap jam, setiap hari, bahkan setiap minggu. Karena itu, mencari cara yang benar-benar objektif untuk 'mengukur' apakah bayi sudah mendapatkan ASI yang cukup bukanlah hal yang mudah.

"Anda tidak bisa menilai kecukupan ASI hanya dari seberapa sering bayi menyusu. Anda juga tidak bisa menentukannya dari lamanya waktu menyusu. Bahkan, Anda tidak bisa hanya berpatokan pada apakah bayi menangis atau tampak rewel, karena hal tersebut bisa disebabkan oleh 20 alasan yang berbeda," ujar Emma Pickett, konsultan laktasi bersertifikat internasional (International Board Certified Lactation Consultant/IBCLC) yang berbasis di Inggris.

Jangan hanya menghitung lama menyusu

Banyak orang tua menganggap lama minum ASI menjadi patokan utama apakah bayi cukup minum ASI. Padahal, durasi menyusu bukan satu-satunya indikator. Mengutip laman NHS, tanda bayi mendapatkan ASI yang cukup antara lain:

  • Pada awal menyusu, bayi mengisap dengan cepat beberapa kali, kemudian dilanjutkan dengan hisapan yang panjang, berirama, dan disertai gerakan menelan, dengan jeda sesekali.
  • Bunda dapat mendengar dan melihat bayi menelan ASI.
  • Pipi bayi tetap tampak bulat saat mengisap, bukan cekung.
  • Bayi terlihat tenang dan rileks selama menyusu.
  • Bayi melepaskan payudara dengan sendirinya ketika selesai menyusu.
  • Mulut bayi tampak lembap setelah menyusu.
  • Setelah sebagian besar sesi menyusu, bayi terlihat puas dan kenyang.
  • Payudara Anda terasa lebih lembut setelah menyusui.
  • Bentuk puting tampak kurang lebih sama setelah menyusui tidak menjadi pipih, terjepit, atau berwarna putih.

Tanda lain bayi menyusu dengan baik

Selain itu, Bunda juga bisa melihat tanda-tanda bayi minum ASI dengan baik sebagai berikut: 

  • Berat badan bayi bertambah secara bertahap setelah usia 3 hingga 4 hari. Perlu diketahui bahwa bayi normalnya akan kehilangan sebagian berat badan lahirnya selama 3 hingga 4 hari pertama.
  • Bayi tampak sehat dan waspada saat terjaga.
  • Mulai hari keempat, bayi sebaiknya buang air besar (BAB) setidaknya 2 kali sehari dengan feses yang lembut, berwarna kuning, dan berukuran kira-kira sebesar koin £2 selama beberapa minggu pertama kehidupannya.
  • Mulai hari kelima, popok basah akan semakin sering. Bayi sebaiknya memiliki setidaknya 6 popok yang benar-benar basah setiap 24 jam.
  • Dalam 48 jam pertama setelah lahir, bayi biasanya hanya mengompol sebanyak 2 hingga 3 kali.
  • Terkadang sulit mengetahui apakah popok sekali pakai sudah basah. Untuk membantu mengenalinya, ambillah popok baru yang belum digunakan, lalu tuangkan sekitar 2 hingga 4 sendok makan air ke dalamnya. Dengan begitu, Bunda akan mengetahui seperti apa tampilan dan rasanya ketika popok sudah basah.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Bayi Menyusu Lama tapi Berat Tak Naik, Kenapa?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ini Dia Negara Paling Jujur dan Paling Tidak Jujur di Dunia, Indonesia Masuk Mana?

Mom's Life Amira Salsabila

Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?

Parenting Annisa Karnesyia

Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker

Parenting Tim HaiBunda

Darah Haid Menggumpal seperti Daging Hati Ayam, Apakah Normal?

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

4 Kode Warna dan Abjad Nutri-Level di Produk Pangan Olahan

Mom's Life Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Dongeng: Anak Itik Buruk Rupa

Bayi Minum ASI Banyak Hari Ini tapi Besok Sedikit, Normalkah?

5 Potret Andy /rif Bersama Kedua Putranya, Beda Postur Tubuh Ayah-Anak Jadi Sorotan

Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?

Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK