HaiBunda

MENYUSUI

Kisah Bunda Dihujat karena Ceritakan Perjalanan Tandem Nursing, Alasannya...

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Selasa, 15 Sep 2026 08:55 WIB
Kisah Bunda Dihujat karena Ceritakan Perjalanan Tandem Nursing, Alasannya.../Foto: Getty Images/Amax Photo
Jakarta -

Alih-alih mendapat dukungan, seorang Bunda asal Australia justru mendapat hujatan setelah membagikan perjalanan menyusui dua anaknya sekaligus. Ia dianggap 'terlalu lama' menyusui anak yang sudah berusia 2 tahun.

Padahal, praktik yang dikenal sebagai tandem nursing tersebut bukanlah sesuatu yang otomatis berbahaya. Bahkan, sejumlah organisasi kesehatan dunia mendukung pemberian ASI hingga anak berusia 2 tahun atau lebih, selama ibu dan anak masih menginginkannya.

Kisah ini dialami Winona Wyborn, seorang content creator Australia sekaligus ibu tiga anak. Ia membagikan pengalaman tandem nursing melalui media sosial sekitar World Breastfeeding Week pada awal Agustus 2026.


Dalam unggahannya, Winona memperlihatkan momen ketika dirinya menyusui anak bungsu sekaligus anak keduanya yang saat itu sudah berusia 2 tahun. Ia mengaku sebenarnya tidak pernah merencanakan untuk melakukan tandem nursing. Kehamilannya terjadi ketika anak keduanya baru berusia sekitar 7 bulan.

Namun, setelah melahirkan anak ketiga, Winona memilih tetap menyusui putranya yang lebih besar. Winona mengatakan bahwa menyusui dua anak sekaligus membantunya menjaga ikatan batin dengan sang anak selama masa transisi tersebut.

"Menyusui dua anak sekaligus membantu saya tetap memiliki ikatan yang kuat dengan anak saya yang berusia dua tahun saat ia beralih peran dari si 'bayi' menjadi anak tengah," katanya dikutip dari AOL.

Menurutnya, menyusui sang anak yang kini berstatus kakak membuat mereka tetap memiliki waktu untuk dekat di tengah perubahan besar dalam keluarga. Senada dengan hal itu, pakar laktasi tersebut mengatakan bahwa terus menyusui anak yang lebih besar dapat membantu mempererat ikatan dan berpotensi mencegah rasa cemburu saat ada bayi baru di tengah keluarga.

Bunda ini malah dihujat karena menyusui anak 2 tahun

Keputusan Winona rupanya tidak diterima semua orang. Setelah membagikan pengalamannya, ia mendapat komentar negatif dari sejumlah netizen. Ada yang menyebut praktik tersebut 'menjijikkan' dan menganggap anak berusia 2 tahun sudah terlalu besar untuk menyusu.

Winona mengaku tidak menyangka akan mendapatkan reaksi sekeras itu. Baginya, menyusui anak yang lebih besar bukan sesuatu yang memalukan. Justru, tandem nursing menjadi salah satu cara untuk mempertahankan kedekatan dengan anaknya ketika ia harus berbagi perhatian dengan bayi yang baru lahir.

Di sisi lain, seorang konsultan laktasi bersertifikat internasional atau International Board Certified Lactation Consultant (IBCLC), Leigh Anne O'Connor, menjelaskan bahwa usia 2 tahun tidak otomatis membuat seorang anak terlalu tua untuk menyusu.

Secara medis, keputusan untuk melanjutkan menyusui memang tidak hanya ditentukan oleh usia anak.

Sebenarnya apa itu tandem nursing?

Tandem nursing adalah kondisi ketika seorang ibu menyusui bayi baru lahir dan anak yang lebih besar dalam periode yang sama. Anak yang lebih besar biasanya masih menyusu ketika ibunya kembali hamil dan kemudian melanjutkan menyusu setelah adiknya lahir. Jadi, tandem nursing bukan berarti bayi dan kakak harus selalu menyusu secara bersamaan. Ibu dapat mengatur waktu menyusui sesuai kebutuhan masing-masing anak.

American Academy of Pediatrics (AAP) sendiri mendukung pemberian ASI secara berkelanjutan bersama makanan pendamping hingga usia 2 tahun atau lebih, selama ibu dan anak sama-sama menginginkannya.

Hal serupa juga direkomendasikan World Health Organization (WHO). WHO menganjurkan bayi mendapat ASI eksklusif selama enam bulan pertama, kemudian dilanjutkan bersama makanan pendamping hingga usia 2 tahun atau lebih. Artinya, menyusui toddler bukan berarti secara otomatis salah atau tidak normal secara medis.

Apakah ASI tetap cukup untuk bayi jika menyusui dua anak?

Salah satu kekhawatiran yang sering muncul adalah apakah tandem nursing akan membuat bayi kekurangan ASI karena harus berbagi dengan kakaknya.

O'Connor menjelaskan bahwa tubuh ibu dapat menyesuaikan produksi ASI berdasarkan kebutuhan dan frekuensi menyusu. Kondisi ini mirip dengan ibu yang menyusui bayi kembar.

AAP juga menjelaskan bahwa setelah melahirkan, tubuh ibu tetap menghasilkan kolostrum untuk bayi baru lahir meskipun ibu masih menyusui anak yang lebih besar. Namun, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan: bayi baru lahir tetap menjadi prioritas.

AAP menyarankan agar bayi mendapatkan kesempatan menyusu terlebih dahulu karena pada masa awal kehidupannya, bayi sangat bergantung pada ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Sementara itu, anak yang lebih besar biasanya sudah mendapatkan nutrisi tambahan dari makanan dan minuman lainnya.

Karena itu, Bunda yang ingin melakukan tandem nursing sebaiknya memantau kecukupan ASI, kenaikan berat badan bayi, frekuensi menyusu, serta kondisi bayi secara keseluruhan.

Tandem nursing bisa membantu kakak beradaptasi dengan kehadiran adik

Bagi sebagian keluarga, tandem nursing bukan hanya soal nutrisi. Kehadiran bayi baru bisa menjadi perubahan besar bagi anak yang sebelumnya menjadi satu-satunya buah hati. Ia harus berbagi perhatian, waktu, bahkan pelukan Bundanya dengan anggota keluarga baru. Dalam kondisi seperti ini, menyusui dapat menjadi salah satu bentuk kedekatan yang tetap bisa diberikan kepada kakak.

Hal tersebut juga dirasakan Winona. Ia mengatakan tandem feeding membantunya mempertahankan hubungan dekat dengan anak berusia 2 tahun tersebut ketika sang anak harus beradaptasi dari posisi bayi menjadi anak tengah. Ia bahkan menikmati momen ketika kedua anaknya menyusu bersama, seperti saling memegang tangan, tertawa, dan tersenyum.

AAP juga mencatat bahwa melibatkan anak yang lebih besar dalam momen menyusui dapat menjadi kesempatan untuk mempertahankan kedekatan antara ibu dan kakak ketika bayi baru lahir hadir dalam keluarga.

Tetap ada tantangan untuk Bunda yang melakukan tandem nursing

Meski bisa memberikan manfaat emosional, tandem nursing bukan berarti selalu mudah. Winona sendiri mengaku salah satu tantangan terbesarnya adalah merasa terlalu terstimulasi dan harus makan dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya. Menyusui dua anak tentu dapat membuat tubuh membutuhkan lebih banyak energi. Bunda juga bisa merasa lebih lapar, haus, lelah, atau kewalahan.

O'Connor menyebut kondisi ketika ibu merasa kewalahan karena kedua anak berada di tubuhnya sekaligus dapat terjadi pada ibu yang melakukan tandem nursing. Karena itu, kebutuhan Bunda juga tidak boleh dilupakan. Makan bergizi, cukup minum, beristirahat dan meminta bantuan orang sekitar dapat menjadi hal penting selama menjalani tandem nursing.

AAP juga mengingatkan bahwa menyusui membutuhkan dukungan, terutama ketika ibu memilih melanjutkan pemberian ASI melewati usia satu tahun.

Apakah tandem nursing aman?

Pada ibu dan anak yang sehat, tandem nursing tidak otomatis berbahaya hanya karena anak yang lebih besar sudah berusia 2 tahun. WHO dan AAP sama-sama mendukung pemberian ASI hingga usia 2 tahun atau lebih selama ibu dan anak masih menginginkannya.

Namun, setiap kondisi ibu dan anak tentu berbeda. Bunda yang ingin melakukan tandem nursing sebaiknya tetap memperhatikan kebutuhan bayi baru lahir, pertumbuhan dan kenaikan berat badannya, kondisi kesehatan ibu, serta kecukupan nutrisi anak yang lebih besar.

Jika muncul kekhawatiran mengenai produksi ASI, berat badan bayi, kelelahan berlebihan, atau masalah menyusui, Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter anak atau konsultan laktasi. Pada akhirnya, perjalanan menyusui setiap Bunda bisa berbeda.

Bagi Winona, tandem nursing bukan sekadar memberikan ASI kepada dua anak. Ini menjadi caranya mempertahankan kedekatan dengan sang kakak ketika keluarga mereka bertambah satu anggota baru. Dan mungkin, sebelum buru-buru menghakimi pilihan seorang ibu, ada baiknya kita ingat bahwa setiap keluarga punya perjalanan menyusui yang berbeda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

3 Mitos yang Ganggu Proses Menyusui, Benarkah?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Coba Tips Praktis Ini

Mom's Life Arina Yulistara

Ungkapan Bangga Poppy Bunga Dampingi Suami Pengacara Wisuda S3: Salah Satu Keyakinanku Terbukti

Mom's Life Annisa Karnesyia

3 Karakteristik Anak Tengah yang Membuatnya Lebih Unik & Terasa Berbeda

Parenting Kinan

Kisah Bunda Dihujat karena Ceritakan Perjalanan Tandem Nursing, Alasannya...

Menyusui Annisa Aulia Rahim

7 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Lupa Membalas Pesan

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ungkapan Bangga Poppy Bunga Dampingi Suami Pengacara Wisuda S3: Salah Satu Keyakinanku Terbukti

7 Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Coba Tips Praktis Ini

3 Karakteristik Anak Tengah yang Membuatnya Lebih Unik & Terasa Berbeda

Kisah Bunda Dihujat karena Ceritakan Perjalanan Tandem Nursing, Alasannya...

20 Rekomendasi Anime tentang Sihir Terbaik Rating Tertinggi

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK