menyusui

Cara Seru Komunitas Ayah ASI Dukung Ibu Menyusui

Amelia Sewaka 18 Okt 2017
Cara seru mendukung ibu menyusui/ Foto: Thinkstock Cara seru mendukung ibu menyusui/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Karena 'bikinnya' berdua, mengasuhnya juga harus berdua dong. Maka itu, menyusui bukan cuma tanggung jawab ibu, tapi juga sang ayah. Ada cara seru nih yang bisa dilakukan ayah untuk mendukung busui alias ibu menyusui.

Adalah ID_AyahASI, komunitas yang berisi kumpulan para suami yang siap selalu untuk mendukung sang istri ketika menyusui yang punya cara seru ini. Apa saja caranya?

Saat ditemui pada Pekan Menggendong Sedunia 2017 yang digelar Indonesia Baby Wearers Jabodetabek, di Club Kembang, Kemang, Jakarta Selatan beberapa hari lalu, ID_AyahASI membeberkan tips 'nyeleneh' tentang bagaimana mendukung sang istri yang sedang menyusui. Yuk, simak bareng suami, Bun.

Baca juga: Komunitas Ini Isinya Para Ayah yang Dukung ASI, Yuk Kenalan

1. Menjadi Cheerleader bagi Istri

Menjadi cheerleader di sini yaitu menghibur istri dan bikin istri senang. Pokoknya apa yang istri mau, selama masih masuk akal, coba laksanakan ya para ayah. He-he-he.

2. Menjadi Perawat yang Cihuy

Perawat yang dimaksud di sini adalah merawat istri saat menyusui mulai dari membuatkan minum, beli makanan, sampai cuci botol si kecil.

"Apa susahnya sih cuci botol aja kalau istri lagi ribet menyusui kan. Ya pokoknya lo rawat istri lo aja kalau misalkan tidak ada pembantu. Atau paling mudah pijit deh punggung istri lo, dijamin seneng banget istri lo," kata Rahmat Hidayat, salah satu founder ID_AyahASI.

Menurut Rahmat, hal yang dilakukan oleh suami walaupun kecil dan inisiatif itu pasti dihargai banget sama istri lho. "Pasti ada pikiran dari istri, 'Ya ampun suami gue, nyuci baju sendiri atau bersihin rumah padahal nggak diminta'. Misalnya gitu..." tutur Rahmat.

3. Menjadi 'Google'

Suami bisa cari informasi soal ASI dan menyusui. "Cowok itu kan sebenarnya punya banyak waktu, lo bisa cari aneh-aneh di Google, masa cari info soal ASI atau menyusui aja nggak bisa?" papar Rahmat.

Kata Rahmat, istri itu kan nggak punya banyak waktu untuk baca-baca jadi apa salahnya jika mendukung sang istri dengan suami yang cari banyak informasi dan mana tahu jika istri panik karena sesuatu hal yang ia nggak tahu dan ternyata kita tahu, itu dapat mengurangi tingkat stres istri.

4. Beri Kejutan Kecil-kecilan

Kalau tiap ulang tahun atau tiap 6 bulan ketika anak lulus ASI eksklusif, suami bisa banget kasih hadiah ke istri. "Hal-hal kecil aja, nggak perlu yang sampai ber-merk atau mahal. Itu merepotkan," papar Rahmat.

Menurut Rahmad dan komunitas ID_AyahASI, menyusui itu lebih dari sekadar memberikan ASI, menyusui ada hubungan psikologis antara ibu dan anak yang nggak bisa tergantikan. Justru yang lebih penting adalah hubungan psikologis antara anak dan orang tuanya atau si ibu. Selain itu menyusui bukan hanya perihal ibu atau istri dan anak saja.

Menyusui itu nggak semudah yang orang duga, banyak banget tantangan yang harus dilewatin. Kunci utamanya ada di psikis sebenarnya, kalau istri stres ASI bisa berkurang atau anak juga kasihan.

"Orang yang paling dekat ya suami, kan nggak mungkin ke mertua. Belum lagi mitos-mitos yang tersebar. Suami merupakan benteng terakhir pertahanan istri. Lo nggak perlu jadi konselor, lo nggak perlu pinter, paling nggak lo tahu informasi dasarnya. Begitu istri lo down, ya lo (suami) yang nguatin," papar Rahmat.

Baca juga: Orang-orang Dewasa yang Minum ASI untuk Kesehatan

(aml/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi