menyusui

Trik Menyusui Lebih Mudah untuk Ibu Berpayudara Besar

Melly Febrida Kamis, 07 Feb 2019 - 14.04 WIB
Ilustrasi menyusui/ Foto: thinkstock Ilustrasi menyusui/ Foto: thinkstock
Jakarta - Payudara besar tak menjamin seorang bunda bisa dengan mudah menyusui buah hatinya. Terkadang, ibu dengan payudara besar sulit melekatkan bayinya. Soalnya, mereka agak kagok saat memposisikan bayinya dan menopang payudaranya sewaktu menyusui. Agar menyusui lebih mudah, ada trik yang bisa dilakukan, Bun.

Menurut dokter spesialis anak dan ahli laktasi internasional Dr Jack Newman dan Teresa Pitman dalam buku berjudul The Ultimate Breastfeeding Book of Answers, Bunda bisa coba menggunakan gendongan dari bahan yang lembut. Gendongan ini yang akan menyangga payudara seperti menyangga tangan dengan perban.

"Menggunakan gendongan di bawah payudara membuat ibu dapat menggunakan satu tangan untuk mengarahkan puting dan aerola dengan benar, daripada menggunakan tangan untuk menyangga payudara," kata Jack dan Teresa.


Selain menggunakan gendongan, Jack dan Teresa juga menyarankan wanita berpayudara besar menyusui dengan posisi tidur. Pada posisi ini, ibu jadi lebih mudah memegang payudaranya, dan memudahkan bayinya melekat ke payudara.

Jack dan Teresa bilang, untuk wanita berputing besar atau panjang juga bisa kesulitan saat menyusui, Bun. Ini karena bayi bisa kesulitan melakukan pelekatan yang tepat.

Ilustrasi menyusuiIlustrasi menyusui/ Foto: thinkstock
"Jika puting sangat besar, mulut bayi penuh dengan puting dan ia tak bisa memasukkan bagian lain dari payudara. Pada kasus seperti ini, membutuhkan waktu beberapa mingg sampai bayi dapat melekat dengan baik," kata Jack.

Sedangkan, konselor laktasi RS Hermina Bekasi, dr Sylvia Haryeny, IBCLC, mengatakan kelenturan (protraktilitas) payudara lebih penting daripada bentuk puting, Bun. Yang terpenting adalah ibu merasa yakin dengan kondisi payudaranya dan perlu terampil memposisikan dan melekatkan bayi pada payudara saat menyusui.

"Jika membutuhkan bantuan, baiknya ibu berkonsultasi kepada konselor laktasi sebelum persalinan," ujar dr Sylvia dilansir detikcom.

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi