MOM'S LIFE

InstaBaby Jabodetabek, Bermula dari Keinginan Bikin Diari Digital

Amelia Sewaka Selasa, 17 Okt 2017 - 07.00 WIB
Komunitas InstaBaby Jabodetabek. (Foto: dok pribadi) Komunitas InstaBaby Jabodetabek. (Foto: dok pribadi)
Jakarta - Bun, kenalkan, komunitas ini bernama InstaBaby Jabodetabek. Komunitas ini sebenarnya lahir tanpa sengaja. Semua bermula dari keinginan beberapa ibu yang ingin membuat diari atau album digital perkembangan anak-anaknya.

Ya, mulanya para ibu yang bergabung di komunitas ini punya ketertarikan dan hobi yang sama yaitu sering memposting foto si kecil di Instagram. Dari situ, para ibu-ibu ini kemudian saling berkirim pesan di media sosial, lalu jadi keterusan dan membentuk suatu komunitas. Pada 1 Juni 2016, komunitas ini lahir.

"Tidak disengaja terbentuk, karena iseng dan pengen punya diari atau album digital untuk si kecil aja sih," kata salah satu pionir InstaBaby dari Tangerang, Yona, yang ditemui pada Festival Bunda Happy, di Lotte Shopping Avenue, Kuningan, Jakarta Selatan beberapa hari lalu.

Yona menceritakan awalnya ia dan teman-temannya di Tangerang ingin melakukan kopi darat, namun ternyata banyak yang ingin datang dan berpartisipasi dan nggak hanya dari Tangerang saja.
Komunitas Instababy JakartaKomunitas Instababy Jakarta. (Foto: dok pribadi)
Baca juga: Support Komunitas dan Pebisnis, Facebook Bikin Program Khusus

"Dari situ kami pikir, kenapa nggak dibuat per wilayah aja. Jadi InstaBaby di tiap wilayah Jabodetabek punya perwakilannya masing-masing. Nah, lahirlah InstaBaby Jabodetabek setelah itu," papar Yona.

Setelah lahirnya InstaBaby Jabodetabek, mulailah mereka membagi admin per wilayah, mulai dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi. Masing-masing wilayah punya admin 4 orang. Tapi untuk bergabung ke komunitas ini memang nggak bisa sembarangan.

"Ada waktunya (untuk masuk komunitas), dan kita nggak menentukan. Tapi untuk sekarang memang belum buka untuk anggota baru," tutur Yona.

Komunitas yang berlatar belakang ibu bekerja dan ibu rumah tangga ini menerapakani sistem tersebut bukan tanpa alasan. Mereka lebih mementingkan silaturahmi yang akrab dan intens, serta nilai kekeluargaan.

"Kami pikirkan komunitas ini untuk jangka panjang, jadi bukan hanya sekadar nongkrong atau eksis aja. Di sini kita semua untuk silaturahmi, saling sharing dan berbagi ilmu, refreshing juga buat para ibu. Anak juga bisa bersosialisasi," kata Yona.
Komunitas Instababy DepokKomunitas Instababy Depok (Foto: dok pribadi)
Ada 4 admin tiap satu wilayah, dan 1 admin tersebut memegang 30 hingga 35 ibu di tiap wilayah. 35 anggota di satu wilayah, berarti ada sekitar 175 orang anggota secara keseluruhan.

"Tiap acara kita para admin ini yang harus mengkoordinir semua anggota tersebut. Karena itu kami batasi untuk orang yang ingin masuk," imbuh Yona.

Kata Yona, terkadang komunitas ini suka disangka sombong. "Dibilang susah memang susah untuk masuk komunitas ini, atau dibilang sombong juga sering, banyak omongan sensitif. Tapi karena kita mengutamakan niat kekeluargaan yang kental ya kita coba lakukan yang terbaik," tutur Yona.
Komunitas Instababy BogorKomunitas Instababy Bogor Foto: dok pribadi
Dari admin ini pulalah semua bisa masuk, mulai dari ada sponsor yang ingin gabung dengan komunitas ini, pertanyaan, atau mau join dan lainnya. Termasuk ketika bekerja sama dengan festival Bunda Happy, 4 admin tersebutlah mengkoordinir.

Banyak hal yang dilakukan ketika komunitas ini kumpul mulai dari memberikan informasi tentang aturan yang ada di Instabbaby Jabodetabek, sharing seminar atau sponsor yang ada, sampai lomba kecil-kecilan yang diadakan untuk mempererat hubungan antar anggota.

Baca juga: Komunitas Ini Mengingatkan Hal-hal Sepele Bisa Bahayakan si Kecil

"Jadi kalau ketemu, antar suami juga, nggak ada yang cuek gitu," tutur Yona.

Komunitas ini memang lebih mementingkan kualitas daripada kuantitas. Tiap tahunnya komunitas ini selalu menginginkan adanya perbaikan dan evaluasi. Bahkan, komunitas ini juga ada seragam dan id card lho, Bun, di tiap wilayahnya.

"Untuk bisa dapat seragam, min harus datang 3 kali. Kami benar-benar cari yang konsisten, bukan yang sekali datang besok-besok udah nggak keliatan tapi masih bawa nama komunitas. Sekaligus menghindari penipuan sih, makanya nggak sembarang orang bisa masuk," papar Yona.

Komunitas ini memang dirasakan positif banget, Bun, dari para anggotanya. Misal bagi Ayu, admin dari InstaBaby Depok, komunitas ini membantunya mengenalkan dunia luar ke anak, juga membantu meningkatkan kepercayaan diri anaknya.
Komunitas Instababy TanggerangKomunitas Instababy Tanggerang (Foto: dok pribadi)
"Lebih banyak dapat informasi di sini, banyak tukar pengalaman dari ibu yang udah punya anak duluan, anakku rumahan banget tapi semenjak ikut komunitas ini anakku jadi mudah berkomunikasi," tutur Yona dari InstaBaby Tangerang

Suci dari InstaBaby Bogor juga mengatakan keluarga jadi bertambah. Anaknya juga nggak rewel karena awalnya si anak nggak bisa melihat banyak orang. Tapi sekarang anaknya jadi nggak takut dan nggak grogi.
Komunitas Instababy Bekasi. (Foto: dok.Pribadi)Komunitas Instababy Bekasi. (Foto: dok.Pribadi) Foto: dok pribadi
"Dan juga hubungan bisnis juga jadi bertambah. Kami saling bantu promosi. Di sini nggak cuma orientasi rumah tangga, tapi bisnis juga lancar. Pokoknya saling bantu sih tiap anggota," tutup perwakilan dari InstaBaby Bekasi.

Baca juga: Komunitas Ini Isinya Para Ayah yang Dukung ASI, Yuk Kenalan (aml/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi