MOM'S LIFE

Bisa Dicoba, Bun, Metode Kontrasepsi Alami untuk Tunda Kehamilan

aml Rabu, 31 Jan 2018 - 09.00 WIB
Bisa Dicoba, Bun, Metode Kontrasepsi Alami untuk Tunda Kehamilan/ Foto: Hasan Al Habsy Bisa Dicoba, Bun, Metode Kontrasepsi Alami untuk Tunda Kehamilan/ Foto: Hasan Al Habsy
Jakarta - Setiap pasangan pasti punya bayangan mau seperti apa keluarga mereka nanti dan mau berapa anak sih yang ingin mereka punya. Ketika sudah punya anak, ada pasangan yang memutuskan untuk menunda kehamilan. Nah, cuma kadang suka bingung nggak sih, Bun metode kontrasepsi apa sih yang akan dipilih.

Metode kontrasepsi sendiri tersedia dari mulai yang modern hingga sederhana untuk menjadi sarana bagi keluarga dalam merencanakan kehamilan. Kata dr Dyana Safitri SpOG(K), MKes, alasan seorang ibu untuk tidak hamil beragam. Misal ibu yang baru melahirkan butuh cukup banyak waktu untuk mengurus bayi yang baru lahir dan memberi perhatian serta kasih sayang yang cukup sampai waktunya anak tersebut memiliki adik.

"Kontrasepsi ini sangat penting bagi ibu yang ingin menjarangkan kehamilannya, karena untuk menghindari beberapa kasus seperti seorang ibu yang memiliki penyakit kronis yang dapat membahayakan nyawa jika hamil, maka agar tidak hamil, ibu tersebut membutuhkan kontrasepsi," kata dr Dyana.

Nah, kalau Bunda merasa belum siap dengan alat kontrasepsi modern seperti kontrasepsi hormonal, progestin, AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) dan lainnya, metode kontrasepsi alami ini bisa dicoba nih, Bun.

1. KB Alamiah

"Metode ini menggunakan perhitungan masa subur untuk mencegah kehamilan karena dalam setiap siklus menstruasi terdapat masa saat perempuan tidak subur," papar dr Dyana dalam kuliah What's App bersama @bcjanuary16 (Birth Club January 2016) beberapa waktu lalu.

Perhitungan masa subur ini dapat menentukan kapan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seksual tanpa perlu menggunakan perlindungan. Metode ini terdiri dari berbagai cara seperti:
- Metode kalender
- Cycle beads (biji manik)
- Suhu basal tubuh atau metode ovulasi

"Keuntungan dari pemakaian metode ini adalah dapat kembali subur setelah metode ini dihentikan, tidak perlu alat, dapat menentukan masa subur bagi wanita yang ingin hamil maupun yang ingin mencegah kehamilan," ungkap dr Dyana.

Sedangkan kerugian dalam metode ini menurut dr Dyana tidak ada perlindungan terhadap infeksi menular seksual. Tidak ada efek samping dari penggunaan metode KB alamiah. Metode ini kurang efektif karena sangat tergantung siklus haid dan kadang sulit menentukan masa subur.

2. Sanggama Terputus

Metode ini sebenarnya termasuk KB alamiah karena tidak menggunakan alat, tetapi tidak membutuhkan perhitungan siklus menstruasi. Saat melakukan hubungan seksual, penis dikeluarkan sesaat sebelum ejakulasi dan diarahkan ke luar liang vagina dan menjauhi kelamin bagian luar untuk mencegah sperma masuk dan membuahi sel telur.

"Keuntungan memakai kontrasepsi ini adalah dapat kembali subur setelah metode ini dihentikan, tidak perlu biaya, tidak ada efek samping bagi tubuh, dan tidak ada efek pada menyusui," tutur dr Dyana.

Sedangan kerugian dari kontrasepsi dengan senggama terputus adalah tingkat kegagalan yang tinggi, perlu motivasi terutama dari pihak suami. Selain itu juga tidak ada perlindungan dari infeksi menular seksual.

3. Metode Amenore Laktasi

"Pada saat masa nifas, ibu yang menyusui akan menghambat hormon yang bekerja mencegah terjadinya ovulasi sehingga wanita yang menyusui dengan teratur akan tidak haid pada 6 bulan pertama," kata dr Dyana.

Metode ini butuh tiga syarat yaitu menstruasi bulanan yang belum kembali, bayi yang sering diberi ASI (ASI eksklusif) atau hampir sering (bayi menerima ASI dan produk susu lain, tetapi mayoritas adalah ASI), dan usia bayi kurang dari 6 bulan.

"Keuntungan dari pemakaian metode ini adalah dapat mendorong ibu untuk menyusui dengan teratur, dapat kembali subur setelah metode ini dihentikan, dan tidak perlu alat," tutur dr Dyana.

Kerugiannya adalah tidak terlindungi dari infeksi menular seksual. Tidak ada efek samping dari metode amenorea laktasi.

4. Pakai Kondom

Kondom adalah sarung berbentuk silinder yang tipis terbuat dari lateks (karet) yang dipasang pada penis saat berhubungan seksual.

"Keuntungan dari menggunakan kondom pria adalah tersedia dengan mudah, murah, mudah dibawa, tidak butuh instruksi, dapat kembali subur setelah metode ini dihentikan, tidak perlu alat dan yang paling penting adalah mencegah infeksi menular seksual," kata dr Dyana.

Sedangkan kerugiannya adalah tingkat kegagalan yang tinggi akibat dari kondom yang rusak atau selip. Beberapa pasangan tidak suka akan metode ini karena merasa tidak mendapat kepuasan seksual yang maksimal. Kata dr Dyana, kondom bekerja dengan menghalangi agar sperma tidak memasuki vagina sehingga mencegah kehamilan. Hanya saja, pada wanita yang alergi lateks bisa ada keluhan gatal setelah hubungan seks dengan suami memakai kondom. (rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi