MOM'S LIFE

Berantem dengan Suami, Baiknya Curhat ke Siapa Ya?

Radian Nyi Sukmasari 14 Feb 2018
Berantem dengan Suami, Baiknya Curhat ke Siapa Ya?/ Foto: thinkstock Berantem dengan Suami, Baiknya Curhat ke Siapa Ya?/ Foto: thinkstock
Jakarta - Adanya keributan dalam hubungan rumah tangga lumrah terjadi ya, Bun. Merupakan hal yang wajar juga kalau kita mau curhat soal apa yang kita alami termasuk ketika berantem sama suami. Tapi kadang, suka bingung nggak sih mendingan curhat ke siapa ya?

Soal ini, psikolog klinis dewasa dari Psychological Service Centre and Laboratory Bina Nusantara University Pingkan Rumondor bilang kalau mau curhat ke teman boleh-boleh aja. Tapi, usahakan teman yang sejenis ya, Bun, jangan lawan jenis. Soalnya, bukan nggak mungkin perselingkuhan bermula dari rasa nyaman ketika curhat dengan teman lawan jenis.

Kemudian, Pingkan menyarankan curhatlah ke teman yang punya pengalaman serupa. Dalam artian ketika kita menceritakan permasalahan dalam rumah tangga bisa lebih nyaman jika dengan teman yang juga sudah berumah tangga karena mereka sudah merasakan hal yang sama. Yang nggak kalah penting, curhatlah pada teman yang bisa dipercaya.

"Kalau memang nggak punya teman yang bikin kita sreg, bisa ke profesional misalnya psikolog atau konselor," ujar Pingkan waktu ngobrol sama HaiBunda. Hmm, gimana kalau curhat ke orang tua?



Boleh-boleh aja, Bun. Cuma, kita juga mesti lihat kondisinya. Pingkan nggak menampik kalau curhat ke orang tua sebagian besar orang merasa lebih lega. Tapi, Pingkan berpesan kita perlu membaca situasi. Misalnya gini, kita lagi ribut sama suami dan kebetulan kita tahu nih orang tua kita nggak terlalu sreg sama suami.

Bukan nggak mungkin ketika kita menceritakan masalah yang dialami sama suami, orang tua kita justru memberikan input yang kurang tepat. Atau, Pingkan mencontohkan dalam kasus perselingkuhan. Suami selingkuh tapi sebagai istri kita masih ingin mempertahankan rumah tangga.

"Tapi kita tahu kalau cerita ke keluarga, kita nggak akan diizinin balikan lagi. Kalau gitu jangan karena kita yang paling tahu. Kalau menurut kita justru cerita dengan anggota keluarga termasuk orang tua justru memperkeruh keadaan, baiknya jangan," kata Pingkan.

Beda ketika orang tua menurut kita cukup terbuka, nggak masalah, Bun, kalau mau curhat ke mereka. Bahkan, kalau masalah dalam rumah tangga yang dialami cukup sulit dan berat, nggak ada salahnya juga kita mencari dukungan dari support group yang ada. Kata Pingkan, itu bisa membuat perasaan jadi lebih tenang karena kita tahu kita nggak sendirian.

Kalau menurut Bunda, pas lagi ribut sama suami mendingan curhat ke siapa sih, Bun?

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi