MOM'S LIFE

8 Momen Bareng Anak yang Bisa Jadi Kenangan Indah Orang Tua

Melly Febrida Selasa, 28 Agu 2018 - 16.25 WIB
8 Momen Bareng Anak yang Bisa Jadi Kenangan Indah Orang Tua/ Foto: Thinkstock 8 Momen Bareng Anak yang Bisa Jadi Kenangan Indah Orang Tua/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Menjadi orang tua memang nggak mudah. Kadang diri ini rasanya lelah. Namun, ketika ingat beberapa momen bareng si kecil. Ah, rasanya ada kenangan manis ketika kita menjadi orang tua apalagi untuk pertama kali.

Seperti seorang ibu bernama Jamie Kenney yang merasa sudah pasti dirinya mencintai banget anak-anaknya. Namun ketika dia melakukan sesuatu 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, 365 hari setahun, akan ada saat-saatnya dia berharap tidak melakukan sesuatu itu selama beberapa menit saja.

"Semoga sebagai orang tua kita dapat melihat kembali momen-momen bersama anak, tertawa bersama mereka dan itu membuat rasa ingin menyerah sebagai ibu sirna," kata Jamie kepada Romper.

Psikolog Tiga Generasi, Inez Kristanti, MPsi alarm atau tanda-tanda bahwa kita stres sehingga perlu me time itu sangat mudah dikenali. Ketika kita merasa sering pusing, sering capek, susah tidur atau punya kualitas tidur yang nggak bagus, padahal kita lagi nggak sakit apa-apa, dan nggak ngerjain yang berat. Nah, di situ sebenarnya badan kita udah kasih tahu bahwa kita itu sudah di batasnya.

Nah, berikut ini 8 momen bersama si kecil yang bisa jadi kenangan indah buat orang tua kelak dan jadi pengingat ketika kita lelah, diri ini memang butuh beristirahat. Namun bukan berarti kita memilih menyerah.

Ilustrasi orang tua dan anakIlustrasi orang tua dan anak/ Foto: HaiBunda


1. Suka Duka Saat Baru Jadi Ibu

Menjadi ibu baru dengan segala pengetahuan yang belum banyak bisa memicu suka duka buat seorang wanita. Gimana khawatirnya ketika si kecil nangis terus padahal ternyata dia kepanasan sampai milestone yang dicapai anak bisa jadi kenangan buat seorang ibu. Ya, walaupun sebagai ibu kita akan terus belajar dan belajar supaya bisa jadi ibu yang baik untuk anak-anak kita. Ya nggak, Bun?

2. Rasanya Ingin Menyerah

Jamie bilang, dulu saat bekerja di bioskop dia merasa ingin mengundurkan diri karena sudah cukup bosan melihat mesin popcorn. Jika jadi ibu adalah sebuah pekerjaan, kata Jamie mungkin dia akan mengundurkan diri juga karena lelah yang dirasa selama 24 jam 7 hari. Namun, ketika melihat lagi wajah sang anak, keinginan untuk resign mendadak sirna dan berubah jadi rasa sayang pada si kecil yang rasanya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Bunda pernah merasakan hal serupa dengan Jamie?

3. Perubahan Pup si Kecil

Sepele sih memang, tapi Bunda pasti merasakan perubahan buang air besar (BAB) atau pup si kecil ketika mereka hanya minum ASI dan saat sudah mendapat Makanan Pendamping ASI atau MPASI. Saat masih minum ASI pup si kecil biasanya berwarna kuning cerah dan aromanya itu lho, he-he-he.

"Saya masih bisa mengatasinya saat itu. Tapi saat anak saya sudah makan MPASI, pup mereka sudah seperti orang besar. Kadang saya mengelabui suami untuk sesering mungkin mengambil alih tugas membersihkan bekas pup si kecil. Mungkin ibu lain juga pernah melakukan hal serupa dengan saya," kata Jamie kepada Romper.



Ilustrasi orang tua dan anakIlustrasi orang tua dan anak /Foto: thinkstock


4. Kurangnya Jam Tidur

Di awal-awal bayi lahir, memang mereka banyak menghabiskan waktunya untuk tidur. Namun, menurut dr Hari Martono, SpA dari RS Pondok Indah, seperti dikutip detikHealth, kebiasaan ini muncul saat bayi berumur 4-6 bulan, karena di usia itu tidur malamnya baru bisa teratur.

Alasannya, pertama adalah otak bayi sedang berkembang. Kedua, bayi mudah lapar ataupun kesepian. Nah, psikolog anak dan keluarga Roslina Verauli yang akrab disapa Vera bilang sebaiknya usahakan ibu nggak segan meminta bantuan orang terdekat atau bahkan suami untuk menjaga anak sebentar ketika kita butuh waktu tidur sejenak saja.

Belum lagi ketika si kecil bangun karena lapar. Sebagai ibu Jamie pasti merasa lelah. Namun yang bisa menghiburnya saat itu, Bun, dia menanamkan sugesti di pikirannya bila ketika dia menyusui si kecil itu akan bagus untuk tumbuh kembangnya. Kemudian, suatu hari nanti bukan nggak mungkin si kecil akan jadi anak yang berprestasi. Dan cara ini berhasil mengademkan hati Jamie, Bun.



5. Bedanya Saat Liburan

Liburan saat masih lajang atau baru menikah dan belum punya anak bisa jadi lebih santai dan kita bisa menikmati liburan. Namun ceritanya beda saat kita sudah jadi orang tua. Persiapan yang perlu dibawa lebih banyak tapi bukan berarti kita nggak bisa menikmati liburan ya, Bun. Ya, karena bagaimanapun ketika nanti si kecil besar dan nggak mau lagi traveling bareng kita, kerempongan saat liburan sama anak jadi kenangan yang manis.

6. Sudah Masak, Tapi Tak Ada yang Menyentuh Makanannya

Kadang kesal nggak sih, Bun, ketika kita sudah menyiapkan makanan untuk anak-anak dan suami eh nyatanya masakannya nggak tersentuh sama sekali. Nah, saat kesal seperti ini, psikolog klinis dewasa dari Tiga Generasi Anna Dauhan bilang jangan segan sampaikan komunikasi dengan pasangan dan anak-anak apa yang dirasa. Dalam rumah tangga komunikasi jadi kunci penting untuk meng-clear-kan masalah, Bun.

Ilustrasi orang tua dan anakIlustrasi orang tua dan anak /Foto: Hasan Al Habsy


7. Potty Training yang Tak Kunjung Sukses

Potty training atau toilet training bisa dimulai saat anak berumur 2 tahun. Namun, salah satu kunci kesuksesan toilet training anak adalah kesabaran orang tua dan konsistensi. Memang sabar mudah sekali diucapkan dan nggak mudah dipraktikkan ya, Bun. Namun percayalah, kesabaran pasti akan berbuah sesuatu yang baik buat kita. Semangat, Bun.

8. Saat Bunda Sakit

Sebagai ibu pastinya kita sedih ketika sakit. Ingin rasanya membereskan kekacauan yang ada di rumah tapi apa daya tubuh ini sedang tumbang. Dalam posisi seperti itu, Jamie merasa dirinya ingin berhenti saja jadi orang tua karena sudah mengecewakan anak-anaknya. Namun, ketika kita sakit akan jadi kenangan tersendiri bagaimana diri ini bisa melewati masa-masa sulit itu. Bahkan ketika anak-anak dan si ayah berusaha melewati hari-hari ketika Bunda sakit.

Nah, Bunda sendiri apa sih momen bareng si kecil yang bakal jadi kenangan manis tak terlupakan? Share yuk di komentar. (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi