MOM'S LIFE

Cara Tak Biasa Kim Kardashian Tanggapi Mom-shaming

Amelia Sewaka Rabu, 17 Okt 2018 - 15.04 WIB
Cara Tak Biasa Kim Kardashian Tanggapi Mom-shaming /Foto: Ist. Cara Tak Biasa Kim Kardashian Tanggapi Mom-shaming /Foto: Ist.
Los Angeles, AS - Layaknya ibu lain, terlebih ia adalah publik figur, Kim Kardashian tak lepas dari perlakuan mom-shaming dari berbagai netizen. Namun, Kim Kardashian punya cara sendiri untuk menghadapinya.

Kim Kardashian yang kangen pada si kecil Senin lalu memposting fotonya bersama Saint dan Chicago. Tak disangka foto tersebut menarik perhatian para netizen yang lebih memperhatikan dot di mulut Saint. Lallu terjadilah mom-shaming dalam kolom komentar Kim Kardashian.

Seorang netizen mengatakan anak seusia Saint seharusnya tak boleh memakai dot, bahkan bayi usia 1 hingga 6 bulan tak direkomendasikan pakai dot. Awalnya dalam foto tersebut, Kim Kardashian hanya menuliskan keterangan 'Rindu bayi-bayi kecil saya'. Tapi, setelah melihat banyak komentar mom-shaming, Kim mengedit keterangan fotonya.

"Rindu bayi-bayi saya. PS: untuk para mom-shammers, itu bukan dot melainkan ia mengemut permen," tulis Kim Kardashian.


[Gambas:Instagram]



Kim Kardashian sudah menjelaskan apa yang ada di mulut Saint tapi komentar mom-shaming tetap didapat istri Kanye West ini. Mereka kecewa pada Kim, kenapa Saint yang masih berusia 2 tahun sudah diberi permen.

Seperti tak ada habisnya, beberapa penggemar Kim Kardashian pun akhirnya membelanya dan berkata untuk berhenti lakukan mom-shamming pada ibu yang sedang berusaha lakukan yang terbaik untuk buah hatinya.

"Saya tidak percaya, semua yang ada di sini (kolom komentar) adalah ibu yang sempurna. Jika itu dot lalu kenapa? Jika itu permen terus kenapa? Semua anak dapat tumbuh hebat dengan hal itu, bayi saya pun menggunakan dot hingga mereka mampu makan permen. Hentikanlah kepura-puraan jadi orang tua yang sempurna," bela salah satu netizen pada Kim Kardashian.

Netizen lain berharap Kim Kardashian dapat memposting foto bersama anak-anak tercintanya tanpa perlu panik dan membela diri tentang bagaimana ia harusnya menjadi orang tua. Seakan tak berhenti di bagian Saint yang memakai dot, komentar negatif lain kembali berdatangan saat melihat Chicago bertelanjang kaki dalam foto tersebut.

Dikomentari Netizen, baby Chi harusnya mengenakan kaus kaki karena udara luar begitu dingin untuk anak seusianya. Sebenarnya nggak cuma kali ini Kim Kardashian mendapat mom-shamming. Ia juga dulu sempat dikomentari mom-shammers karena sudah mendudukkan Saint yang masih 18 bulan dengan carseat hadap depan. Sedangkan di beberapa negara seperti California anak-anak di bawah 2 tahun harusnya memakai carseat hadap belakang, kecuali berat anak tersebut lebih dari 18 kg.
Cara Tak Biasa Kim Kardashian Tanggapi Mom-shamming Foto: Instagram
Apa yang dialami Kim Kardashian bisa jadi dialami para ibu lain. Bagaimanapun, komentar orang lain tentang pola asuh kita memang akan selalu ada. Tapi yang perlu diingat, orang tualah yang paling tahu seperti apa anaknya. Orang tua pula yang paling bertanggung jawab atas pendidikan dan pola asuh untuk si kecil.

Ya, mungkin kita lebih berpengalaman dalam mengasuh anak. Mungkin juga kita tahu banyak hal dari berbagai seminar, workshop, atau bahan bacaan yang sudah didapat. Tapi bukan berarti kita jadi seseorang yang paling tahu sehingga berhak menghakimi ibu lainnya. Nah, berikut ini beberapa kemungkinan penyebab ibu melakukan mom-shaming, seperti dikutip dari Scary Mommy:

1. Bosan.
Kebosanan bisa menjadi sebab seorang ibu melakukan mom-shaming. Apalagi, kadang kegiatan rutin yang dilakukan dalam mengasuh anak bisa 'mematikan' pikiran.
2. Sedang marah.
Ketika sedang marah, seseorang bisa lebih mudah melakukan mom-shaming pada ibu lainnya.
3. Iri.
"Kita saling membenci untuk menjadi versi sempurna orang lain, padahal kenyataannya kita membenci diri sendiri karena tidak cukup sempurna," tutur Kim Simon, penulis di Scary Mommy.
4. Nggak yakin dengan identitas sendiri.
Tidak yakin dengan identitas sendiri membuat seorang ibu merasa lebih aman berada di sekelompok orang yang punya pemikiran sama.
5. Ingin diakui.
Hasrat ingin diakui membuat seseorang mudah melakukan mom-shaming pada ibu lainnya.
(aml/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi