HaiBunda

MOM'S LIFE

Sudahkah Kita Punya Waktu yang Berkualitas Bersama Anak?

Nurvita Indarini   |   HaiBunda

Minggu, 12 Nov 2017 08:05 WIB
Ilustrasi ibu dana anak/ Foto: dok.HaiBunda
Jakarta - Mungkin beberapa dari kita adalah ibu yang sebagian besar waktunya berada di rumah. Apakah ini artinya kita nggak perlu menyediakan waktu-waktu khusus untuk quality time bareng anak?

"Soal waktu sebenarnya bukan kebutuhan anak saja, tapi juga orang tua. Saat bicara manajemen waktu, kita perlu lihat saat di rumah apakah kita benar-benar berhubungan dengan anak," tutur psikolog Najelaa Shihab, penggagas yayasan Keluarga Kita, beberapa waktu yang lalu.

Najelaa menuturkan kualitas hubungan tidak akan tercapai tanpa kuantitas yang cukup. Karena itu, kita sebagai orang tua memang harus benar-benar meluangkan waktu buat anak. Soal banyak sedikitnya waktu memang relatif, tapi yang paling penting adalah saat bersama anak, kita hadir sepenuh hati dan sepenuh tubuh.




"Mungkin sering ya, kita di ruangan yang sama dengan anak. Tapi kita nonton TV semua. Perhatian kita ke layar, nggak ada interaksi, nggak ada sentuhan fisik. Itu belum berkualitas, meskipun secara fisik, kita ada di dekat anak," papar perempuan yang akrab disapa Ela ini.

Ya, meskipun ada di ruangan yang sama, kita tidak selalu melakukan interaksi yang intens. Sering kali kita menemani anak yang sedang bermain sambil melakukan pekerjaan lain, misalnya menyelesaikan pekerjaan kantor atau sambil membuat sesuatu yang bikin tidak ada percakapan bermakna bersama anak. Alhasil kita melewatkan quality time.

Kata Ela, setiap tahap perkembangan punya tantangan berbeda, termasuk dalam waktu. Misalnya nih Bun, anak usia 0-2 tahun butuh interaksi yang intens karena dalam tahap membangun keterikatan dengan orang lain di dunianya yang baru.

Lalu berapa banyak waktu ideal yang bisa kita habiskan sama anak ya? Ela berpendapat nggak ada waktu minimal dan maksimal yang tepat dalam setiap situasi. Yang penting kita ingat nih, Bun, kita perlu memberikan lebih banyak waktu saat merasa kekurangan. Nggak kalah penting juga jangan pernah melecehkan keluhan anak saat meminta kehadiran kita.

Hmm, jadi ketika si kecil sudah bilang, "Bunda kerja melulu" atau "Bunda nggak boleh kerja, ayo kita main" itu bisa merupakan sinyal bahwa si kecil kekurangan waktu bersama kita. Ya, kadang kita selalu meminta si kecil berusaha mengerti kita dan seabrek pekerjaan kita. Tapi kita lupa untuk berusaha meluangkan waktu lebih lama dan berkualitas dengannya.



Mumpung sekarang weekend, bagi Bunda bekerja yang sering membawa pulang pekerjaan kantor, yuk tutup laptop-nya sejenak. Bagi Bunda di rumah yang sibuk dengan kegiatan lain juga yuk kita kurangi kesibukan di weekend ini. Yuk, kita hadir untuk anak agar kita bisa menghabiskan waktu secara lebih berkesan dan menyenangkan. Bagaimanapun, quality time itu penting ya, Bun. (Nurvita Indarini)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Sudah Remaja, Intip Potret Dua Cucu Gus Dur yang Mulai Curi Perhatian

Parenting Amira Salsabila

Alyssa Daguise Berhasil Kumpulkan Banyak Kolostrum ASI untuk Baby Soleil, Ini Manfaatnya untuk Anak

Menyusui Annisa Karnesyia

100 Ucapan Selamat Hari Kenaikan Isa Almasih atau Yesus Kristus 2026 Penuh Makna

Mom's Life Azhar Hanifah

Gigi Anak yang Berlubang Parah Tidak Dapat Disembuhkan? Ini Jawaban Dokter

Parenting Indah Ramadhani

Jarang Tersorot, Ini Potret Aishakyra Zara Anak Teuky Zacky yang Warisi Wajah Bule Ibunda

Parenting Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Sudah Remaja, Intip Potret Dua Cucu Gus Dur yang Mulai Curi Perhatian

Gigi Anak yang Berlubang Parah Tidak Dapat Disembuhkan? Ini Jawaban Dokter

Alyssa Daguise Berhasil Kumpulkan Banyak Kolostrum ASI untuk Baby Soleil, Ini Manfaatnya untuk Anak

Flamingo Era, Fase Perubahan 'Warna' Perempuan Pasca Melahirkan sampai Anak Beranjak Dewasa

14 Drama Korea Lim Ji Yeon Terbaik Rating Tertinggi, Wajib Ditonton

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK