sign up SIGN UP search


moms-life

Cerita Melahirkan Ryana Dea: Beratnya Perjuangan Jadi Ibu

Nurvita Indarini   |   Haibunda Senin, 27 Nov 2017 13:59 WIB
Ingat nggak, Bun, saat dulu melahirkan si kecil? Selalu ada cerita menarik di balik kelahiran. caption
Jakarta - Menjadi seorang ibu ternyata nggak mudah ya. Iya, saat melahirkan si kecil, kita baru benar-benar paham bagaimana perjuangan ibu untuk anaknya. Inilah cerita melahirkan aktris Ryana Dea.

"Baru tahu beratnya perjuangan jadi seorang ibu. Masya Allah, nyesel senyesel-nyeselnya ngelawan orang tua," ujar Dea, begitu panggilannya, terkait prosesi melahirkannya, seperti dituliskannya di akun Instagram-nya @ryana_dea.

Akhir pekan kemarin, Ryana memang baru saja melahirkan bayi perempuan yang cantik, Bun. Namanya bagus banget: Qiandra Rynayra Redi.


Di momen melahirkan ini, Dea baru paham benar bagaimana perjuangan antara hidup dan mati demi melahirkan si buah hati. Karena itu menurutnya, nggak seharusnya ada yang tega menyakiti perempuan, apalagi seorang ibu.

Dea bersyukur dalam persalinannya, sang suami, Puadin Redi, dan sang ibu setia mendampingi. Dea melahirkan si kecil dalam proses persalinan normal. Menurutnya, persalinannya ada banyak banget dramanya, lho.



"Dari demam, hidung mampet dua-duanya, nggak bisa napas, posisi bayi agak miring di jalan lahir, sampai terakhir sedikit terlilit tali pusar. Alhamdulillah berkah kegigihan dokter dan bidan bisa lahiran normal, walaupun ngede dari jam 3 - 4.30 pagi," tuturnya.

Hmm, ternyata janin yang terlilit tali pusar nggak harus selalu dilahirkan dengan cara caesar. dr Andriana Kumala Dewi dari RS Bethsaida, Tangerang, seperti dikutio daridetikHealth menjelaskan kalau tali pusar itu licin seperti ada jelinya. Jadi kalau kelilit sekali nggak apa-apa. masih bisa melahirkan normal.

Nah, beda halnya kalau kelilitnya sampai tiga kali, apalagi melilit leher janin. Kondisi ini bikin janin susah lahir, sehingga butuh prosedur caesar.



"Selama proses kita awasi detak jantung bayi, dan lain-lain. Kalau kelilit kan kecekik ya, otomatiskan kita lihat dari detak jantung si janin. Kalau detak jantungnya jelek seperti tinggi banget atau rendah banget maka baru dilakukan tindakan," papar dr Andriana. (Nurvita Indarini/rdn)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!