HaiBunda

MOM'S LIFE

Dear Suamiku, Jujur Aku Cemburu pada Mantan Pacarmu

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Sabtu, 28 Apr 2018 18:04 WIB
Dear Suamiku, Jujur Aku Cemburu pada Mantan Pacarmu/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Mantan pacar memang bagian dari masa lalu. Nah, saat udah menikah bisa aja kan, Bun, kita masih kontak dengan mantan pacar. Kadang kala, kondisi kayak gini nih yang memicu cemburu di antara suami dan istri.

Contohnya seorang sahabat HaiBunda, Rida yang mengaku agak kesal ketika tahu suaminya masih kontak-kontakan dengan si mantan pacar. Ya, walaupun Rida mengakui kalau si suami kontak dengan mantan pacarnya ketika ada janji bertemu dengan teman-teman SMA-nya. Kebetulan, suami Rida dan mantan pacarnya dulu teman satu SMA, Bun.

"Apalagi suami saya cukup lama tuh pacarannya, sekitar tujuh tahun. Kadang kayak worry aja kalau dia lagi ketemu pas reuni. Tapi kalau kayak gitu saya berusaha meyakini kalau suami saya cuma kontak-kontakan dan ketemu sebagai teman aja. Dan memang mereka nggak ada apa-apa sih," kata Rida.


Bunda pernah merasa hal sama kayak Bunda Rida? Kalau iya, nggak ada salahnya nih menyimak pendapat dari psikolog klinis dewasa dari Psychologycal Service Center Universitas Bina Nusantara Pingkan Rumondor. Kata Pingkan, kenyataannya kan kita udah nikah nih, Bun, sama suami. Ibaratnya, at the end kan kita yang 'berakhir' dengan suami.



"Mungkin ini bukan tentang suami dan mantan tapi tentang kita dan si mantan pacar suami. Maksudnya ada apa dan kenapa kok kita masih merasa insecure atau cemburu. Gali lagi emang kenapa aku insecure," kata Pingkan.

Misalnya apakah kita merasa lebih cantik dan lebih sukses mantan pacarnya suami? Kalau memang itu yang Bunda rasakan, menurut Pingkan kita perlu melihat hal-hal positif yang ada di diri kita, Bun. Contohnya, mungkin si mantan pacar suami kelihatan lebih cantik karena dia sempat melakukan perawatan dan kebetulan anaknya punya pengasuh.

Sedangkan kita, nggak ada si mbak sehingga harus mengurus anak sendiri dan agak susah kalau mau melakukan perawatan. Kita juga bisa menanamkan di pikiran bahwa dengan adanya anak berarti kita dipercaya oleh Tuhan untuk menjaga titipan-Nya. Berarti, kita juga berharga lho, Bun. Misalnya kayak gitu, Bun.

"Intinya hargai diri kita, kita udah memiliki pasangan dan hargai kelebihan kita," ujar Pingkan.

Pingkan bilang cemburu itu ada tiga macam, Bun, yaitu reaktif, cemburu dengan kecemasan dan cemburu posesif. Cemburu reaktif yaitu respons emosi yang muncul ketika kita beneran melihat ada bukti nyata kalau memang pasangan lagi main mata sama perempauan lain misalnya.

Cemburu yang kedua yakni cemburu kecemasan. Cemburu dengan kecemasan ini di mana nggak ada bukti asli tapi kitanya kepikiran terus kalau pasangan ada main mata sama perempuan lain. Nah, cemburu yang ketiga dan dikatakan Pingkan tingkatnya lebih 'parah' lagi yaitu cemburu yang posesif. Di sini, kita melihat pasangan sebagai hak milik. Ya, mirip kayak HP kita nih, Bun, ibaratnya. Kita melihat suami sebagai milik kita dan nggak boleh kontak sama lawan jenis.

Ketika Bunda merasa cemburu, yuk ditilik lagi cemburu yang kita rasakan sebetulnya yang jenis mana sih? Kalau memang yang reaktif, kita perlu juga, Bun, mengambil tindakan selanjutnya yaitu membicarakannya dengan suami.

(rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Annisa Pohan Melahirkan Anak Laki-laki, Terpaut Usia 17 Tahun dari Sang Kakak

Kehamilan Annisa Karnesyia

Desa Ini 17 Tahun Tak Mendengar Tangis Bayi, Kini Warganya Rayakan Harapan Baru

Kehamilan Natasha Ardiah

Perkembangan Fisik Bayi 2 Bulan, Berat Badan hingga Panjang Ideal

Parenting Asri Ediyati

Kisah Bunda Dituntut Suami Biayai IVF karena Dituding Jadi Penyebab Sulit Hamil

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Bunda Wajib Coba! 7 Minuman Ini Bantu Turunkan Kolesterol Setelah Lebaran

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

11 Kebiasaan Orang Kaya yang Bikin Mereka Sukses dan Berbeda

Kabar Bahagia! Annisa Pohan Melahirkan Anak Kedua

Perkembangan Fisik Bayi 2 Bulan, Berat Badan hingga Panjang Ideal

Annisa Pohan Melahirkan Anak Laki-laki, Terpaut Usia 17 Tahun dari Sang Kakak

Desa Ini 17 Tahun Tak Mendengar Tangis Bayi, Kini Warganya Rayakan Harapan Baru

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK