HaiBunda

MOM'S LIFE

Alasan Ibu 'Jaman Now' Lebih Rentan Stres

Amelia Sewaka   |   HaiBunda

Senin, 13 Aug 2018 19:07 WIB
Ilustrasi ibu 'jaman now' rentan stres/ Foto: thinkstock
Jakarta - Menjadi seorang ibu bisa jadi hal yang gampang-gampang susah. Terlebih buat ibu 'jaman now' yang bekerja. Kadang, realitanya keseharian ibu 'jaman now' cenderung memicu stres dan pastinya nggak seindah postingan di medoa sosial (medsos).

Menurut psikolog anak dan remaja dari Tiga Generasi, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, ibu 'jaman now' terlebih yang bekerja justru rentan stres. Mengutip sebuah penelitian, Vera bilang sama-sama bekerja, ibu berisiko memiliki tingkat stres yang lebih tinggi ketimbang ayah.

"Itu karena, working mom's dituntut untuk multitasking dan tuntutannya pun lebih banyak. Selesai masalah di tempat kerja, muncul masalah di rumah dan kadang harus ibu yang menyelesaikan," kata Vera dalam dalam acara diskusi yang membahas 'Tantangan Ibu Baru Sekaligus Sambut Big Baby Fair' yang diadakan oleh Lazada di Lalla Restaurant Hotel Four Seasons, Jakarta Selatan baru-baru ini.


Karena itu, menurut Vera ibu bekerja tingkat stresnya lebih tinggi. Sebagai antisipasi Vera menyarankan para ibu bekerja 'jaman now' mesti pintar-pintar memanfaatkan teknologi. Misalnya untuk mencari support system.



"Jangan lupa, ibu punya lho support system dan nggak semua hal harus dikerjain sendiri. Di luar tingkat stresnya, ibu 'jaman now' sebenarnya cukup beruntung karena referensinya sudah lebih banyak daripada zaman dulu," kata Vera.

Contohnya, sekarang ibu tak perlu lagi khawatir bagaimana perilaku dan pola asuh anak yang berada di sekolah. Chatting platform sudah banyak dan membuat komunikasi orang tua dan guru pun jadi lebih lancar.

"Sekarang banyak aplikasi-aplikasi online yang memudahkan ibu apalagi working mom's dalam melakukan sesuatu. Belanja keperluan kita dan si kecil pun sekarang sudah bisa online. Jadi, kenapa nggak kita manfaatkan teknologi sekitar kita?" imbuh Vera.

Di era digital seperti sekarang, ibu pun harus lebih kreatif. Kalau dulu bisa jadi referensi bersumber dari orang tua. Saat ini, sumber referensi atau support system makin banyak dan beragam pilihannya.

"Selain aplikasi, ada juga komunitas yang bisa saling dukung. Intinya, bantuan itu bisa dari mana aja baik dari pengalaman sendiri bahkan dari pengalaman orang lain. Jadi, jangan sungkan atau takut kita jadi ibu yang nggak baik karena minta bantuan. Justru dengan semua support system ini kita bisa jadi ibu yang lebih baik," papar Vera.

(rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kika Anak Ersa Mayori Wisuda ITB, Intip Momen Bangga Sang Bunda Saksikan Arak-arakan Kelulusan

Mom's Life Annisa Karnesyia

Ciri Orang Baik yang Tak Lagi Mau Dimanfaatkan, Kerap Ucapkan 7 Kalimat Ini

Mom's Life Amira Salsabila

Tak Sadar Hamil karena Mengira Menopause, Perempuan Ini Melahirkan 5 Jam Setelah Diperiksa

Kehamilan Amrikh Palupi

10 Gaya Berpakaian Orang IQ Tinggi yang Mencerminkan Karakter Menurut Psikologi

Mom's Life Dilla Atqia Rahmah

Potret Kimova Anak Kevin Aprilio Baru Rayakan Ultah ke-2 Bareng Kakek-Nenek

Parenting Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Ucapan Suami yang Sering Bikin Istri Sedih

Kika Anak Ersa Mayori Wisuda ITB, Intip Momen Bangga Sang Bunda Saksikan Arak-arakan Kelulusan

Ciri Orang Baik yang Tak Lagi Mau Dimanfaatkan, Kerap Ucapkan 7 Kalimat Ini

Tak Sadar Hamil karena Mengira Menopause, Perempuan Ini Melahirkan 5 Jam Setelah Diperiksa

7 Rekomendasi Curl Cream untuk Rambut Keriting agar Lebih Mudah Diatur

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK