HaiBunda

MOM'S LIFE

Bikin Terenyuh, Surat Ibu yang Anaknya Sudah Tiada untuk Guru TK

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Sabtu, 18 Aug 2018 16:57 WIB
Ilustrasi ibu yang anaknya sudah tiada menulis surat/ Foto: thinkstock
Jakarta - Perasaan ibu mana yang nggak hancur ketika mendapati si kecil harus pergi untuk selama-lamanya. Ini pula yang dialami seorang ibu, sebut aja namanya Jennifer. Bahkan ketika tiba musim anak masuk sekolah pertama kali Jennifer menulis sebuah surat yang dia tujukan untuk guru TK.

Dalam suratnya, Jennifer menulis bahwa putranya nggak akan hadir di hari pertama masuk sekolah. Putra Jennifer juga nggak akan menggantung tasnya di gantungan di ruang kelas. Di hari pertama anak masuk sekolah, Jennifer juga nggak akan mengantarkan putranya ke bus lalu menangis haru seiring menghilangnya bus di tepi jalan.

Nggak cuma itu, Jennifer juga memastikan dirinya akan menangis tersedu-sedu ketika duduk dan menghadap komputer kemudian melihat foto teman-temannya ketika mengantar si kecil di hari pertamanya sekolah. Tangis Jennifer bukan karena dia tak suka dengan pemandangan itu tapi ada kesedihan di dalam hatinya.


"Anda tahu, anak saya nggak akan hadir di hari pertama masuk sekolah dan selamanya. Ya, dia sudah tiada. Melihat foto teman-teman mengantar si kecil di hari pertama masuk sekolah membuat lubuk hati terdalam saya seperti dicabik dan rasa sakitnya mungkin nggak akan pernah Anda rasaka, Bu Guru," kata Jennifer dikutip dari Today.



Sebagai ibu yang kehilangan salah satu anaknya, Jennifer juga sering membayangkan jika putranya duduk melingkar bersama teman-temannya di sekolah. Namun, jennifer segera menyadarkan dirinya bahwa realitanya si kecil kini sudah ada 'di sana'.

"Saya yakin anak saya bukan cuma satu-satunya anak yang nggak bisa hadir di hari pertama masuk sekolah. Jadi, tolong ya Bu Guru Anda bisa memaklumi ketika orang tua ada yang membayangkan anak-anaknya hadir di kelas Anda. Bila Anda mau menulis nama anak saya di daftar murid, nama dia Bennett," tutur Jennifer.

Dari suratnya, sudah jelas gimana Jennifer berusaha mengungkapkan isi hatinya. Kesedihannya karena nggak bisa mengalami apa yang dirasakan orang tua lain: mengantarkan si kecil di hari pertamanya masuk sekolah. Pastinya, bukan hal yang mudah bagi orang tua ketika harus merelakan kepergian sang anak. Terkait hal ini, psikolog anak dari Tiga Generasi, Samanta Ananta, bilang orang tua yang berduka lebih sulit dan lama untuk melalui proses dan tahapan berduka yang dirasakan.

Seperti kita tahu, anak merupakan doa dan harapan dari orang tua untuk kehidupan yang lebih baik, maka ketika harapan itu meninggal seolah jiwa orang tuanya pun tenggelam. Samanta berpesan yang perlu diperhatikan adalah orang tua tetap dapat menjalankan perannya bagi anak-anak yang masih hidup.

"Jika tidak, akan melahirkan masalah baru antara relasi orang tua dan anak yang bertahan," kata Samanta yang juga praktik di Brawijaya Clinic Kemang.

(rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Intip 7 Perlengkapan Bayi Alyssa Daguise, Ada yang Spesial Dibeli di Paris

Kehamilan Annisa Karnesyia

5 Cara Mengenali Orang yang Berpotensi Selingkuh Menurut Psikologi

Mom's Life Natasha Ardiah

5 Potret Rumah Impian Ummi Quary, Jadi Kado Buat Diri Sendiri di Usia 24 Tahun

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Disomasi, Dirut RS Hasan Sadikin Sebut Petugas Bayi Hampir Tertukar Terdistraksi

Parenting Nadhifa Fitrina

Wabah Campak Tewaskan Ratusan Anak di Negara Ini

Parenting Indah Ramadhani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Cara Mengenali Orang yang Berpotensi Selingkuh Menurut Psikologi

Intip 7 Perlengkapan Bayi Alyssa Daguise, Ada yang Spesial Dibeli di Paris

Wabah Campak Tewaskan Ratusan Anak di Negara Ini

Apa Itu Nutri Level, Kebijakan Pemerintah Cegah Konsumsi Gula dan Garam Berlebih

Disomasi, Dirut RS Hasan Sadikin Sebut Petugas Bayi Hampir Tertukar Terdistraksi

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK