mom-life

Kehilangan Anak Adalah Mimpi Paling Buruk yang Pernah Kualami

Radian Nyi Sukmasari Sabtu, 29 Sep 2018 08:05 WIB
Kehilangan Anak Adalah Mimpi Paling Buruk yang Pernah Kualami
Selandia Baru - Perasaan orang tua mana yang tak hancur ketika kehilangan anak tercinta. Seperti yang dialami ibu bernama Cherie ini. Tahu salah satu anak kembarnya sudah nggak bernyawa di kandungan, Cherie merasa itulah mimpi paling buruk yang pernah dia alami.

Cherie udah memberi nama si kembar Jhonny dan Tiger, Bun. Saat cek USG, dokter bilang detak jantung Jhonny nggak terdeteksi. Akhirnya di bulan Mei lalu, Cherie harus melahirkan bayi kembarnya demi memastikan kondisi Tiger baik-baik aja. Setelah itu, perasaan Cherie hancur karena dia harus kehilangan salah satu anak kembar lelakinya. Ucapan selamat tinggal pun disampaikan Cherie, Hayden dan tiga anak mereka yang lain pada si kecil Jhonny setelah dikremasi.

Lima hari kemudian, si kecil Tiger menjalani sesi foto yang emosional. Ini berawal dari sang fotografer, Sarah Simmons dari Charlie Horse Photography yang berpikir meski Jhonny sudah tiada tapi dia tetap anggota keluarga Cherie dan Hayden. Cherie pun setuju dengan ide sesi foto itu.


"Akan selalu ada ruang kosong di hati saya untuk Jhonny. Saya pun terkesima dengan hasil foto Sarah. Meski Jhonny tak ada, dia akan selalu terhubung dengan saudara kembarnya," tutur Cherie kepada Today.



Ini adalah kehilangan anak yang kedua kalinya bagi Cherie, Bun. Sebelumnya, anak perempuan Cherie harus kehilangan saudara kembarnya. Untuk itu, lewat foto ini Cherie berharap bisa berbagi pada sesama ibu yang juga kehilangan anak.

Ilustrasi ibu kehilangan anakIlustrasi ibu kehilangan anak /Foto: Thinkstock
Di foto tersebut, Simon sengaja menggunakan dua mangkuk dengan satu mangkuk diisi Tiger. Sedangkan, mangkuk lain berisi abu kremasi Jhonny. Ini menunjukkan Tiger dan Jhonny pernah sama-sama ada di rahim sang bunda. Nggak lupa Sarah menggunakan kain yang melambangkan tali pusat si kembar.

"Dengan foto ini saya ingin memberi semangat bagi orang lain yang juga kehilangan anak. Saya memang menangis saat melihat foto ini pertama kali. Namun, setelah membaca cerita yang saya tulis plus melihat foto Sarah, saya merasa lebih baik," tambah Cherie.

Dikutip dari detikcom, dalam banyak kasus lahir mati atau stillbirth bisa terjadi pada janin hanya beberapa saat menjelang saat dilahirkan. Namun definisi stillbirth sebenarnya lebih luas, yakni mencakup kematian janin yang telah memasuki usia kehamilan 20 minggu atau lebih.

Kondisi yang meningkatkan risiko mengalami stillbirth adalah kehamilan kembar 2 atau lebih, serta kehamilan pada wanita berusia lebih dari 35 tahun. Selain itu, risiko mengalami stillbirth juga lebih tinggi pada ibu hamil yang mengalami overweight (kelebihan berat badan).



"Kabar buruknya, penyebab pasti stillbirth hingga kini belum dapat dijelaskan," ungkap Dr Daghni Rajasingam, dokter kandungan dari Royal College Of Obstetricians And Gynaecologists di Inggris.

Karena siapapun bisa mengalaminya, Dr Daghni menganjurkan agar para ibu hamil tak sungkan untuk sering-sering mengonsultasikan kandungannya ke dokter. Apalagi jika ibu memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko yang telah disebutkan di atas. (rdn/nwy)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi