mom-life

Beratnya Perjuangan Indro 'Warkop' Gantikan Peran Mendiang Istri

Amelia Sewaka Rabu, 28 Nov 2018 11:24 WIB
Beratnya Perjuangan Indro 'Warkop' Gantikan Peran Mendiang Istri
Jakarta - Sudah melewati sebulan kepergian Nita Octobijanthy atau yang kerap disapa Mami Anthy, istri dari aktor dan komedian senior Indro 'Warkop'. Namun, sulit rasanya bagi Indro untuk tidak merindukan mendiang istrinya.

Walau begitu, hidup harus terus berjalan. Kini, Indro 'Warkop' harus menjalani dan melakukan apa yang mungkin tak pernah dilakukan sebelumnya, yaitu menggantikan peran sang istri untuk anak-anak tercintanya. Hal ini diketahui dari cerita anak kedua Indro, Hada Kusumonegoro.

"Contoh, adikku Harley minggu lalu sakit, kita bilangin ke Papa dia sakit. Karena kamarnya di atas, ditelponlah dan diajak ke UGD (Unit Gawat Darurat) tapi adikku merasa fine dan cukup mau istirahat aja. Begitu Papa bilang, 'Ley ayolah, izinin Papa jadi Mami', seketika langsung adikku turun dan ikut Papa," ungkap Hada dilansir Insert Trans TV.


Dirasa Hada, mungkin adiknya langsung tersentuh ketika sang ayah mengatakan kata-kata tersebut. Seperti yang kita tahu, kejadian demi kejadian termasuk meninggalnya sang istri baru dilewati Indro 'Warkop' dan anak-anaknya.
Beratnya Perjuangan Indro 'Warkop' Gantikan Peran Mendiang IstriFoto: Ismail/detikFoto



"Ya kita sama-sama ngerti duka satu sama lain. Biasanya anak-anak, itu urusan Mami, sekarang mau nggak mau dia harus dan mau untuk tahu cara handle Hada gimana, cara handle Iput gimana, cara handle Harley gimana. Karena tiap orang di keluarga kan beda-beda, dan ini yang harus Papa lakukan yaitu mengenal lebih dalam satu demi satu anak-anaknya," papar ibu dua anak ini.

Sepeninggalnya sang istri, memang membuat hidup Indro 'Warkop' berubah total. Kini, ia harus siap belanja bulanan, kegiatan yang selalu ia lakukan bersama istri, hanya seorang diri.

"Walau troli didorong Mami, nanti pas belanja Papa bisa tuh hilang sekejap. Muncul-muncul udah bawa barang, dia suka jajan. Nah sekarang nggak ada Mami, gimanapun Papa harus belanja kebutuhan sehari-hari," imbuh Hada.
Beratnya Perjuangan Indro 'Warkop' Gantikan Peran Mendiang IstriFoto: Instagram
Karena yang tersisa kebanyakan di rumah Indro 'Warkop' adalah laki-laki seperti Harley, kadang sepupu atau manajernya juga main atau menemaninya di rumah. Jadi, Indro 'Warkop' belanja dengan mereka-mereka ini.

"Di supermarket bawa dua troli terus bagi-bagi tugas. Pembantu di rumah udah siapin tuh list apa aja yang mesti dibeli, saat Papa nggak tahu dia tanya aku, nanti aku bantu Googling terus aku kasih tahu deh," kata Hada.

Hada merasa beruntungnya, sang ayah sangat kooperatif. Indro 'Warkop' tetap menjalani hidupnya, melakukan semua hal yang biasa dilakukan istrinya, walau berat tapi dia tak boleh terus diam di satu tempat.

"Aku tahu buat Papa susah, tapi dia melakukannya dengan senang. Ketika dia bisa melakukan hal-hal yang dilakukan Mami, berarti dia juga membuat Mami senang karena walau ditinggal Mami, Papa nggak apa gitu," tutur Hada.


Beratnya Perjuangan Indro 'Warkop' Gantikan Peran Mendiang IstriFoto: iStock
Ketika pasangan kita meninggal, dunia kita pun berubah. Kita akan berada dalam suasana hati yang sangat sedih dan kehilangan. Kita juga merasa mati rasa, kaget juga takut. Bisa juga merasa bersalah, karena kita masih hidup dan pasangan kita sudah pergi selamanya duluan.

Seperti dikutip dari Nastional Institute on Aging, pada titik tertentu, kita bahkan mungkin merasa marah pada pasangan karena meninggalkan kita. Semua perasaan ini normal, tidak ada aturan tentang apa yang seharusnya kita rasakan kok, Bun. Tidak ada cara yang benar atau salah untuk berkabung.

Ketika berduka, kita bisa merasakan rasa sakit fisik dan emosional. Orang yang berduka sering menangis dan mudah mengalami hal berikut:

- Sulit tidur
- Minat sedikit pada makanan
- Konsentrasi bermasalah
- Sulit membuat keputusan

Seiring berjalannya waktu, kita mungkin masih merindukan pasangan. Bagi sebagian orang, rasa sakit tersebut akan berkurang kok. Akan ada hari-hari yang baik dan buruk dan kita akan tahu bahwa kita bisa melewati hal tersebut, ketika kita merasa lebih banyak merasakan hari-hari yang baik.

Jadi, jangan merasa bersalah jika kita tertawa karena suatu lelucon atau menikmati kunjungan dari seorang teman atau kerabat. Karena, berkabung yang terlalu lama bisa menjadi tak sehat. Hal ini bisa menjadi penyebab depresi dan kecemasan yang serius. Bicaralah dengan ahlinya jika kesedihan membuat kita sulit menjalani kehidupan sehari-hari.


(aml/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi