moms-life

Perbedaan yang Dirasa Indro 'Warkop' Setelah Sang Istri Meninggal

Amelia Sewaka Kamis, 29 Nov 2018 18:24 WIB
Perbedaan yang Dirasa Indro 'Warkop' Setelah Sang Istri Meninggal
Jakarta - Lebih dari sebulan, Indro 'Warkop' ditinggalkan oleh sang istri, Nita Octobijanthy atau yang kerap disapa Mami Anthy. Pastinya, banyak hal yang berubah dalam diri dan kehidupan sehari-hari Indro.

Dikatakan Hada Kusumonegoro, anak kedua Indro 'Warkop', wajar jika ayahnya masih merasa murung dan berduka setelah meninggalnya sang istri. Namun, saat ini rasa duka dan murung mulai berkurang, dan Indro 'Warkop' lebih manja ke keluarganya.

"Papa lebih ke manja karena sekarang kan cuma ada kita aja. Hampir tiap hari aku ketemu Papa, aku lebih banyak urus perintilannya karena biasanya yang ngurus kan Mami. Biasanya apapun sudah disediakan," kata Hada seperti dilansir Insert Trans TV.


Saat ini, Hada dan saudaranya yang lain belajar untuk menggantikan hal-hal yang biasa dilakukan sang ibu. Bahkan, Indro 'Warkop' pun belajar untuk mengurus dirinya sendiri di usianya yang kini beranjak senja.

Indro 'Warkop' semakin manja ketika memasuki weekend, saat cucu dan anak-anaknya tidak sedang berkunjung ke rumahnya. Karena, jadwal Hada dan keluarga bersama sang ayah biasanya di hari biasa. Di akhir pekan, Hada quality time-an dengan keluarga kecilnya, Bun.

"Nah, yang jadi PR pas weekend nih, Sabtu-Minggu kan waktunya anak-anak. Nanti dia (papa) bisa ngomong, 'Nanti ke rumah nggak?' atau 'Duh, udah lama nih nggak ketemu Alya Kiya'. Padahal kita hampir tiap hari udah ke sana," papar Hada.
Perbedaan yang Dirasa Indro 'Warkop' Setelah Sang Istri MeninggalFoto: Ismail/detikFoto



Hada bermaksud untuk membagi waktunya, di weekday ia dan keluarganya selalu mampir ke rumah Indro 'Warkop'. Sedangkan weekend, ingin ia pakai untuk full bersama keluarganya.

"Tapi apa daya, Papa sore tuh suka telepon atau chat aku kayak, 'Duh, seharian aku cuma lihat si Mbak aja nih'. Ya, kayak ngeluh-ngeluh manja gitu. Nanti kalau kita nggak ke rumah, dia langsung nyindir kayak ngambek gitu. He-he," ungkap Hada.

Pada dasarnya, menurut Hada sang ayah hanya ingin diperhatikan di tengah kekosongan yang didapat setelah meninggalnya Anthy. Hingga saat ini, Indro 'Warkop' masih mengurus barang-barang peninggalan sang istri bersama anak-anaknya.
Perbedaan yang Dirasa Indro 'Warkop' Setelah Sang Istri MeninggalFoto: Instagram

"Nanti Papa bisa ajak aku, 'Da nanti beresin laci Mami lagi ya, kan yang ini belum, yang itu belum'" tambah Hada.

Hingga saat ini, rumah Indro 'Warkop' dikatakan Hada masih terus ramai didatangi tamu, baik itu dari keluarga sendiri, sepupu, teman dekat, dan manajer. Mereka ke rumah hanya untuk menemani Indro 'Warkop' tanpa ada keperluan khusus.

Ada beberapa hal dalam hidup yang cenderung menyebabkan depresi, termasuk kehilangan pasangan, terutama bagi para lansia di usia senja. Penelitian menunjukkan, seseorang yang ditinggalkan pasangannya karena meninggal lebih rentan terkena stres, depresi dan berkurangnya harapan hidup.




Romeo Vitelli PhD, psikolog dari York University mengatakan, proses berduka tiap orang berbeda-beda, ada yang butuh waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk mereda. Namun, ada pula orang yang butuh waktu lama untuk menerima kenyataan bahwa pasangannya pergi untuk selama-lamanya.

"Dalam banyak kasus, gejala-gejala ini serupa dengan kondisi kejiwaan lain yaitu Mayor Depresi Disorder (MDD). Sayangnya, kriteria ini terlalu luas untuk dapat menentukan dengan tepat apa arti depresi utama dan bagaimana hal ini dapat dikaitkan dengan penyebab tertentu," tutur Romeo dikutip dari Psychology Today.

Hasil penelitian Eiko Fried dan tim dari Universitas Leuven menemukan, kesepian yang lebih terasa ada pada orang tua yang sedang berduka. Nah, perasaan kesepian ini akan mengaktifkan gejala depresi lain.
Perbedaan yang Dirasa Indro 'Warkop' Setelah Sang Istri MeninggalFoto: Instagram

Kesepian dan depresi sering membuat orang terjebak dalam suatu lingkaran yang berurusan dengan kesedihan tak berkesudahan yang sulit dihancurkan. Kesepian juga mungkin mewakili tantangan terbesar untuk para orang tua ini untuk melanjutkan kehidupan mereka alias move on.

Karena itu, tak heran kalau rasa kesepian akibat kehilangan pasangan bisa menyebabkan harapan hidup berkurang serta peningkatan risiko demensia dan masalah kesehatan serius lainnya. Untuk mengatasi ini, dukungan orang-orang tercinta sangat diperlukan. Terapi kognitif dari tenaga profesional juga mungkin diperlukan untuk mengatasi kondisi ini, Bun.


(aml/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi