mom-life

Curhat Aura Kasih Hadapi Cobaan Saat Hamil

Yuni Ayu Amida Jumat, 08 Feb 2019 13:29 WIB
Curhat Aura Kasih Hadapi Cobaan Saat Hamil
Jakarta - Penyanyi Aura Kasih saat ini tengah berbadan dua. Pastinya sebagai calon ibu, Aura Kasih pantas berbahagia. Sayangnya, wanita 31 tahun ini justru banyak diterpa isu tidak sedap.

Dari isu HIV sampai hamil duluan dilekatkan netizen pada wanita kelahiran Bandung ini. Mendapati hal tersebut, Aura Kasih merasa sangat sedih dan kesal.


"Wah aku kesel banget, tapi di balik kekesalan itu, aku bilang ini kenapa ya, bakal ada apa ya. Aku percaya banget, apa mungkin aku diminta lebih banyak sabar, lebih banyak doa saat hamil, atau harus menghindari sosial media. Tapi aku pikir aku balas aja baik-baik," kata Aura Kasih, saat berbincang ekslusif dengan Insertlive.

Walau tidak sampai membuatnya meneteskan air mata, wanita berambut panjang ini mengaku hal tersebut mengganggu pikirannya. Ia heran apa yang membuatnya sampai dituduh demikian.

"Aku nggak sampai nangis, cuma kepikir aja, kenapa ya, kok di saat seperti ini cobaan banyak banget, kenapa? Itu pertanyaan kenapa itu gede banget. Sempet aku juga kaya marah gitu, ya Allah apa sih, kenapa sih, kenapa ya?" curhat pelantun lagu Mari Bercinta ini.

Aura Kasih juga menuturkan bahwa dia selalu bertukar pikiran dengan beberapa temannya. Ia pun mendapat saran, mungkin apa yang dialaminya sekarang adalah bentuk pelajaran yang Tuhan berikan agar dia semakin kuat.

"Aku nanya, kenapa ya saat aku hamil kok gini ya. Mungkin Allah mau kamu dapat iqranya. Coba diemin dulu, pelajari aja tiap hari, orang yang negatif pelajari aja, tapi kamu sabar, diem, nanti dapat iqranya," cerita Aura Kasih.

Walau demikian, istri Eryck Amaral ini berusaha untuk tetap menikmati hidup dan tidak dibawa stres. Selain itu, ketika sedih, kesal, marah, dia berusaha meredamnya dengan melihat video USG calon anaknya.

"Aku nggak dibawa beban, aku menikmati keluhan itu. Justru kapan lagi sih istilahnya seorang perempuan mempunyai keluhan saat hamil itu udah perfect banget, jadi nggak perlu dibawa beban. Aku kalau lagi capek, lagi bete, sedih, marah, aku lihatin hp aku, video USG, jadi aku happy banget sih, Alhamdulillah," tutup Aura Kasih.

Memang berat apa yang dialami Aura Kasih ini, Bun. Seorang ibu hamil tidak boleh stres. Penelitian yang dilakukan psikolog di University of Zurich, Jerman, menemukan saat kita stres, tubuh akan melepaskan hormon Corticotropin-releasing hormone (CRH). Hormon ini bisa memicu peningkatan hormon kortisol yang masuk melalui plasenta.


"Jika ibu hamil stres berkepanjangan, kadar hormon CRH ini akan bertambah di cairan ketuban. Jika kadarnya tinggi akan mempercepat pertumbuhan organ janin," kata salah satu peneliti, Pearl La Marca-Ghaemmaghami, psikolog dari University of Zurich, dikutip dari Science Daily.

Kata Pearl, organ-organ si kecil yang tumbuh dengan cepat belum tentu terbentuk sempurna. Kondisi inilah yang berisiko bikin bayi lahir prematur. Bahayanya tidak hanya sampai di sana, menurut Pearl, anak yang terlahir prematur bisa terkena risiko penyakit mental dan fisik seperti Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dan penyakit jantung.

[Gambas:Video 20detik]

(yun)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi