moms-life

4 Cara 'Ehem' Bunda dan Ayah Tetap Lancar Meski Sudah Punya Anak

Melly Febrida Sabtu, 23 Feb 2019 16:04 WIB
4 Cara 'Ehem' Bunda dan Ayah Tetap Lancar Meski Sudah Punya Anak
Jakarta - Kesibukan seorang ibu sehari-hari, baik ibu bekerja atau ibu rumah tangga saja seringnya sudah bikin lelah duluan saat kalau malam tiba. Bahkan, untuk menemukan waktu yang seksi bareng suami saja itu susah banget. Mungkin bisa dibilang mesti curi-curi waktu, Bun.

Britney Armer termasuk seorang ibu yang merasakannya. Katanya, anak-anak seperti punya sensor. Ketika mereka nggak dilibatkan dalam suatu hal, ayah dan bundanya pun direcoki. Misalnya, anak mengetuk-ngetuk pintu saat orang tuanya hendak 'ehem', he-he-he,

Armer menyadari, memiliki anak bukan berarti hubungan dengan suaminya menjadi enggak intim. Jika dibiarkan bisa berdampak buruk pada hubungan suami istri. Untuk mengatasinya, Armer menyusun daftar beberapa cara tetap menjaga hubungan dengan suami meski sudah punya anak seperti dikutip dari Scarry Mommy. Mungkin Bunda bisa mencobanya:


1. Turunkan harapan

Britney mengatakan, neneknya dan kakeknya sudah bersama-sama lebih dari 50 tahun. Kata mereka rahasia pernikahan langgeng dan bahagia adalah dengan menurunkan harapan. Maksudnya, tak ada orang tua yang mengeluarkan semua energinya di setiap saat. Terutama setelah menjalani hari yang panjang membantu anak-anak yang kebutuhannya tak ada habisnya.

"Ini berlaku juga untuk kehidupan di ranjang. Tak masalah jika foreplay alias pemanasannya terbatas. Begitu juga dengan melakukan hubungan intim kilat," ujar Armer.



2. Lokasi

Menurut Armer, ia dan suaminya bisa tidur seranjang berlima di kasur ukuran besar. Mereka pun jadi tak punya privasi di malam hari. Namun, keterbatasan ini membuat dirinya dan suami kreatif. Ibaratnya, mau beradaptasi atau 'mati', hi-hi-hi. Misalnya, harus kreatif mencari lokasi bercinta.

3. Belajar multitasking

Kalau Ayah dan Bunda ingin 'berduaan' saja, multitasking fisik dan mental itu paling penting. Misalnya, telinga tetap waspada mendengar tangisan dan mata menatap pintu untuk berjaga-jaga jika si kecil ketok-ketok atau buka pintu.

"Kalau kita tidur satu ranjang dengan anak, kita perlu lebih hati-hati. Bisa dibilang, kemampuan multitasking kita sudah pada tahap terampil," kata Armer.

Ilustrasi pasangan Ilustrasi pasangan/ Foto: iStock
4. Terpaksa berbohong pada anak

Agar bisa tetap intim dengan suami atau istri, mungkin Bunda jadi berbohong ke anak. Misalnya saja ketika anak-anak nggak sengaja melihat ayah dan bunda sedang bermesraan, mau nggak mau ngeles dengan alasan sedang melakukan hal lain yang lumrah diketahui anak-anak.

Misalnya, 'Bunda lagi mijitin ayah nih'. Memang, Bun, para wanita yang sudah memiliki anak ternyata jadi jarang bercinta. Survei yang dilakukan oleh Netmums, situs pengasuhan anak, terhadap lebih dari 3.000 ibu menemukan sebanyak 77 persen wanita mengaku lebih jarang melakukan hubungan seks setelah melahirkan anak.

"Menjadi seorang perempuan adalah bagian dari menjadi seorang ibu. Memiliki anak mengubah kehidupan, tetapi tidak berarti bahwa wanita hanya menjadi ibu semata. Ibu dan wanita tidak harus ada secara terpisah," kata Siobhan Freegard, pendiri Netmums, seperti dilansir detikcom.

[Gambas:Video 20detik]

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi