moms-life

Kisah Daster Robek Milik Istri Jadi Favorit Herman 'Seventeen'

Muhayati Faridatun Jumat, 01 Mar 2019 12:03 WIB
Kisah Daster Robek Milik Istri Jadi Favorit Herman 'Seventeen'
Jakarta - Laptop jadi salah satu peninggalan almarhum Herman Sikumbang yang jadi kenangan sang istri, Juliana Moechtar. Tapi, yang lebih berharga adalah cerita di balik daster robek favorit gitaris band Seventeen tersebut.

Juliana bercerita sambil merapikan ruangan kecil di sudut belakang rumahnya, yang berisi barang-barang milik almarhum. Ibu dari Hafuza Dhamiri Herman (6) dan Hisyam Quraisy Herman (5) ini lantas membuka laptop yang terbungkus daster robek bermotif bunga-bunga tersebut.

"Ini daster aku buat sarung laptopnya dia (almarhum Herman)," kata Juliana, saat ngobrol dengan HaiBunda di kediamannya di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (28/2/2019).


"Dia minta daster yang udah jarang aku pakai. Kasih aja daster yang agak robek sedikit. Jadi selama setahun terakhir, ke mana aja dibawa," sambungnya.


Tapi, saat ditanya alasan kenapa sang suami menjadikan dasternya untuk sarung laptop, Julia tak sempat menanyakan. Kata dia, Herman enggak bilang apa-apa saat meminta daster itu.

Perempuan berdarah Aceh ini justru terkenang cerita lucu saat sang suami memakai daster tersebut. "Satu kali ke Bandung, dia enggak ada baju buat tidur. Daster yang buat laptop itu dia pakai," ungkapnya sambil tersenyum.

Juliana Moechtar dan Herman Sikumbang, semasa hidup/ Juliana Moechtar dan Herman Sikumbang, semasa hidup/ Foto: instagram
Senyum Julia tetap terlihat meski diakuinya, sosok almarhum sang suami masih membayangi hingga saat ini. Bunda tentu bisa merasakan apa yang dialami finalis Putri Indonesia 2010 ini, ketika harus membesarkan kedua putranya tanpa suami.

Herman Sikumbang mengembuskan napas terakhir setelah menjadi korban terjangan tsunami Selat Sunda di pantai Tanjung Lesung, Anyer, pada 22 Desember 2018. Nyawa sang gitaris tak terselamatkan, juga dua personel Seventeen yakni Bani (bassist) dan Andi (drummer).

Hanya jam tangan dan dompet milik Herman yang tersisa dari jasadnya ketika itu dan kini, Julia masih menyimpannya. Perempuan 29 tahun ini pun tampak heran karena jam tangan yang sempat mati itu kembali berdetak.

"Jam ini harganya cuma 50 ribu (rupiah). Waktu jasad almarhum ditemukan, jam ini mati. Tapi sekarang hidup lagi, saya juga heran," tuturnya.

Kepergian suami yang begitu mendadak tentu sulit bagi Juliana untuk menerimanya. Namun perlahan, dia mulai bangkit dan lebih tegar menjalani hidup demi kedua putranya.


Terkait ketahanan seseorang setelah kehilangan pasangan, psikolog Marilyn A. Mendoza, Ph.D, mengungkapkan hasil penelitian Infurna dan Luthar pada 2017.

"Ketangguhan seseorang yang kehilangan pasangan terlihat dari bagaimana kelanjutan dari keterlibatannya dalam aktivitas kehidupan sehari-hari, juga dalam kehidupan sosialnya," ujar Mendoza, seperti dilansir Psychology Today.

Ya, setelah dua bulan tragedi tsunami berlalu, Juliana Moechtar sudah bisa menerima kenyataan sang suami telah tiada. Ia pun kembali menerima tawaran syuting demi menghidupi kedua putranya.

[Gambas:Video 20detik]

(muf/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi