moms-life

Cerita Marcellino Lefrandt Ajarkan Anak Pentingnya Pendidikan Seks

Annisa Karnesyia Minggu, 10 Mar 2019 13:07 WIB
Cerita Marcellino Lefrandt Ajarkan Anak Pentingnya Pendidikan Seks
Jakarta - Marcellino Lefrandt mengakui dirinya kini menjadi ayah yang fleksibel tapi tetap berwibawa dalam urusan mendidik kedua anaknya, Marcell Brineth Reyney LefrandT (11) dan Jarvis Leopold Rezer Lefrandt (6). Sebagai orang tua, Marcel selalu memikirkan masa depan dan perkembangan kedua buah hatinya kelak pasti akan berubah.

"Di satu titik saya harus memikirkan masa depan mereka, karena kelak lingkungan, teman, komitmen, dan pola pikir mereka pasti akan berubah. Saya berusaha memperlakukan mereka sesuai kondisi saja," kata Marcel dalam wawancara ekslusif bersama HaiBunda.


Mantan suami dari Dewi Rezer ini selalu memposisikan dirinya sebagai teman yang bisa diajak sharing dan sebagai orang tua yang disiplin dan berwibawa soal mendidik anak. Meskipun disiplin, dia tidak mau terlalu keras dan selalu mendengarkan pendapat dan pertanyaan kedua anaknya, termasuk soal pendidikan seks.


"Kalau urusannya principle, seperti mengajarkan mereka tentang private part, saya enggak bisa kasih toleransi atau alasan. Apalagi Brineth yang udah semakin besar dan kritis, nanya soal pendidikan seks. Sebagai orang tua, saya harus bisa memberi penjelasan pelan-pelan," ujar Marcel.

Soal urusan private part, Marcel selalu menekankan kepada kedua anaknya untuk terbuka dan bercerita, terutama si bungsu Jarvis. Sedini mungkin dia mengajarkan Jarvis untuk bisa mengurus urusan toilet sendiri setelah buang air dan tidak mengizinkan siapapun menyentuh private part nya. Sedangkan untuk si sulung, Marcel kini mengaku jadi lebih menghargai dalam soal perkembangan fisiknya yang semakin dewasa.


Untuk pendidikan seks kedua anaknya, pria berusia 44 tahun itu mengajarkan secara bertahap. Misalkan saat Brineth bertanya tentang 'seks' pada sang ayah, dia berusaha menjelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan mengingatkan pentingnya menjaga diri sendiri.

"Saya jelaskan padanya kalau seks adalah jenis kelamin, contoh dia dan adiknya berbeda atau dia dan saya berbeda jenis kelaminnya. Saat momen seperti itu saya juga mengingatkan pentingnya anak perempuan untuk menjaga diri dari apapun terutama yang berhubungan dengan privat area," tutur Marcel.

Berbicara tentang mengajarkan anak tentang pendidikan seks sejak dini, menurut Cory Silverberg, pendidik seks dan penulis buku Sex Is A Funny Word: A Book About Bodies, Feelings And You, sebelum menjawab pertanyaan anak sebaiknya orang tua mengklarifikasi dari mana anak mendengar kalimat atau kata tersebut. Setelah itu coba jelaskan dan kaitkan dengan aktivitas sehari-hari sesuai usia.

"Proses berbicara soal seks pada anak bisa dimulai sebelum anak bertanya. Misalnya saat anak dimandikan, orang tua bisa mulai menerangkan soal organ tubuh yang privat, seperti organ kelamin dan fungsinya," ujar Silverberg, dikutip dari Today Parents.

Menurut Silverberg, penting bagi orang tua berbicara dengan bahasa yang mudah dimengeti anak sesuai usia karena orang tua bisa langsung mengajarkan anak lokasi yang privat yang tidak boleh disentuh oleh orang lain. Dilansir About Kids Health, kunci utama selain berbicara sesuai usia anak, orang tua juga harus menjelaskan secara bertahap dan jangan berusaha menutup-nutupi karena anak anak menjadi semakin penasaran.

Saat anak berusia 5 sampai 8 tahun, Bunda bisa mulai mengajarkan anak tentang dasar masa puber dan perubahannya. Saat usia ini, pelajaran tentang sistem reproduksi manusia bisa berlanjut dengan menjelaskan sebuah hubungan yang harus saling menghargai. Jika anak sudah memasuki usia sebelum masa remaja, mereka harus mengerti tentang hubungan dan pendidikan seks yang berdampak positif dan negatif.

[Gambas:Video 20detik]

(ank/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi