sign up SIGN UP search


moms-life

Cerita Kocak Sammy Simorangkir soal Mengganti Popok Anak

Annisa Karnesyia Rabu, 20 Mar 2019 10:01 WIB
Tiap ayah punya cerita sendiri soal mengurus anak, termasuk masalah ganti popok. Begitu pula dengan Sammy Simorangkir. caption
Jakarta - Untuk urusan mengasuh anak, tiap ayah pasti punya cerita tersendiri. Begitu juga dengan penyanyi Sammy Simorangkir tentang rutinitas mengganti popok sang anak. Ada cerita kocak dari mantan vokalis band Kerispatih ini.

Jadi, Bun, Sammy mengaku tidak pernah mau mengganti popok anak pertamanya, Gevariel Jogi Simorangkir. Alasannya, Sammy takut salah saat melakukan tugas mengurus anak yang satu ini.

Dikutip dari 20detik, Sammy menyerahkan sepenuhnya soal mengurus Geva pada sang istri, Viviane.


"Kalo mengurus anak, ganti popok dan lainnya, saya percayakan semua ke istri, karena saya takut salah. Jadi saya percayakan sekali ke istri saya. Saya enggak mau ikut campur, enggak mau sok tahu," ujar Sammy sambil tertawa.

"Jadi saya kadang kebagian nyium bau popoknya aja," tambahnya berseloroh.


Sammy mengaku khawatir dengan kebersihan anak jika dirinya harus mengganti popok. Apalagi dia buka tipe orang yang resik dalam urusan seperti itu. Alasan ketakutan Sammy ini juga disetujui sang istri.

"Saya tipe perempuan yang suka mengerjakan semua sendiri. Saya juga enggak percaya sama dia (Sammy). Geva juga sudah umur segini, pup-nya juga pasti lebih banyak. Takutnya kalo dia (Sammy) yang ganti, nanti enggak bersih," kata Viviane.

Meski begitu, bukan berarti Viviane enggak membolehkan suaminya terjun mengurus Geva. Di awal Geva lahir, kata Viviane Sammy juga sesekali membantunya kok. Nah, bicara mengganti popok bayi, ini memang bukan perkara mudah ya, Bun.

Bagi beberapa ayah baru seperti Sammy, mengganti popok dapat menciptakan banyak ketakutan. Dilansir Baby Gaga, wajar bila pria takut mengganti popok bayi. Kebanyakan pria takut melakukan kesalahan terutama soal kebersihan anak yang dapat menyebabkan infeksi atau ruam.

Menurut Armin Brott, salah satu penulis buku The Expectant Father, merawat bayi adalah konsep yang asing dan baru bagi pria. Soalnya, anak laki-laki tidak pernah dibesarkan untuk menjadi pengasuh.

"Secara umum, anak laki-laki sejak kecil tidak diajarkan dan memiliki pengalaman yang didapat anak perempuan," ujar Brott, dikutip dari Parents.

Ditambah, masyarakat juga memberi label bahwa perempuan lebih baik dalam mengurus bayi. Kemudian, dengan banyaknya contoh di media bahwa laki-laki memang tidak tahu apapun tentang pola pengasuhan.


"Sebaiknya calon ayah mendapatkan pelajaran soal menangani dan mengurus bayi. Lebih mudah jika seorang ayah belajar dari temannya yang juga seorang ayah, tapi lebih berpengalaman," kata Susan Fox, terapis anak dan penulis buku Rookie Dads.

Fox juga menyarankan pada semua ayah untuk mengikuti kelas bersalin dan mengurus anak bersama pasangan terutama sebelum proses kelahiran. Cara lainnya adalah memberi para calon ayah buku khusus soal mengurus bayi yang bisa dipelajari dengan cepat. Sehingga, mereka bisa lebih percaya diri menjadi seorang ayah.

"Pada dasarnya pengasuhan bayi itu relatif sederhana. Seseorang dapat menjadi ahli jika terus mempraktikkannya setiap hari, begitu juga soal mengasuh anak. Semakin sering dilakukan, pasti semakin mudah dikerjakan," tutup Fox.

[Gambas:Video 20detik]

(ank/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi