mom-life

Senyuman Ani Yudhoyono untuk Suami, Anak, dan Menantunya

Ratih Wulan Pinandu Kamis, 04 Apr 2019 15:00 WIB
Senyuman Ani Yudhoyono untuk Suami, Anak, dan Menantunya
Jakarta - Menjalani pengobatan kanker darah memang bukan hal yang mudah untuk banyak orang. Tak terkecuali bagi Ani Yudhoyono sebagai cancer warrior. Setelah lebih dari dua bulan berobat di Singapura, kini senyum dari wajahnya semakin pudar, Bun.

Meski selalu didampingi oleh suami, anak dan para menantu, namun rasa sakit tak bisa disembunyikannya. Melalui Instagram miliknya, Ani mencoba menghadirkan senyum itu kembali.

Ani yang saat ini sudah boleh dikunjungi keluarganya, nampak berfoto bersama sang suami, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan menantu pertamanya, Annisa Pohan. Dia mengunggah dua foto, satu di antaranya dia mencoba tersenyum ke arah kamera.


"Kuingin selalu memberikan senyum yang terbaik untukmu suami dan anak-anakku sayang. Namun tak selalu bisa muncul. Apakah di foto kedua sudah cukup tersenyum?" tulis Ani Yudhoyono.

Tak berlangsung lama, anak dan menantu ikut memberikan semangat lewat kata-kata di kolom komentar. Seperti Agus Yudhoyono yang memberi kalimat pujian untuk sang bunda. "Memo, you are the strongest and the bravest woman in the world. Thank you for your beautiful smile... Yang kuat dan yang sabar ya Mo... Love you so much," tulis Agus.

Diikuti dengan komentar salah satu menantunya, Aliya Rajasa yang berusaha memahami rasa sakit karena efek kemoterapi. Dia berjanji akan selalu mendampingi mertuanya untuk memerangi kanker bersama-sama, Bun.

[Gambas:Instagram]

"Memo sayang kami tahu hari hari yg memo jalani tidak selalu mudah dan penuh perjuangan..Allah mencatat semua perjuangan memo ini sebagai amalan dan insyaAllah dibalas dengan kesembuhan yg sempurna.. semangat selalu memo, this too shall pass..peluk erat memo.. let's fight this cancer together mo."

Mendampingi orang tercinta yang terkena kanker memang membutuhkan kesabaran dan kekuatan, Bun. Melihat kondisi mereka setelah menjalani kemoterapi, harus lebih ekstra kuat, Bun. Mereka mungkin akan mengalami kerontokan rambut, mual, dan efek samping yang tidak menyenangkan lainnya.

Menurut American Cancer Society, seperti dikutip dari laman Cancer, kekuatan sangat dibutuhkan agar tidak stres dalam merawat pasien kemoterapi. Penting untuk mengetahui hal-hal yang harus dilakukan agar si caregiver dapat memberi perawatan terbaik. Sangat disarankan, caregiver bisa membantu pasien mengelola efek samping kemoterapi yang paling umum terjadi seperti mual, muntah, peningkatan risiko pendarahan dan memar, serta peningkatan risiko infeksi.

Untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman, caregiver bisa melakukan beberapa hal berikut saat mendampingi cancer warrior.

1. Saat pasien mual dan muntah

Beri mereka makanan yang lebih mengenyangkan sepanjang hari. Sediakan makanan ringan agar pasien bisa makan saat lapar. Dorong mereka untuk tetap terhidrasi dengan memberi sedikit demi sedikit air putih, jus, atau cairan lainnya.

Saat rasa mual tak tertahankan, tanyakan pada dokter apakah ada obat yang bisa membantu mengendalikannya. Jika minum obat tidak mengurangi mual, tanyakan solusi lainnya.

2. Saat pasien mengalami perdarahan atau memar

Usahakan pasien tak mengalami luka. Ingatkan juga mereka untuk menghindari aktivitas fisik yang dapat menyebabkan memar. Terkait aktivitas menyikat gigi, pilih sikat gigi berbulu lembut untuk menghindari gusi berdarah. Jika melihat luka atau goresan berdarah tak berhenti-henti, segera hubungi dokter.


3. Mencegah infeksi

Disarankan agar keluarga menjaga kebersihan pasien agar tidak ada kuman pemicu sakit. Cuci tangan sesering mungkin, jaga tubuh tetap bersih dan tersanitasi. Sarankan teman dan keluarga lain untuk menanyakan kabar melalui telepon saja.

Perhatikan dengan seksama cara menyajikan makanan panas dan dingin untuk menjaga agar tak ada kontaminasi bakteri berbahaya yang ditularkan melalui makanan.

Bunda, simak juga yuk cerita Agus Yudhoyono mengenai kondisi sang bunda di Singapura.

[Gambas:Video 20detik]

(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi