mom-life

Kerinduan Mendalam Pangeran Harry pada Ibu Setelah Jadi Ayah Baru

Annisa Karnesyia Kamis, 16 May 2019 18:33 WIB
Kerinduan Mendalam Pangeran Harry pada Ibu Setelah Jadi Ayah Baru
Jakarta - Baru menjadi ayah, Pangeran Harry simpan kerinduan pada mendiang ibunya, Putri Diana. Harry merasa ada kekosongan saat membesarkan putranya, Archie Harrison Mountbatten-Windsor tanpa kehadiran sang ibu.

Putri Diana meninggal dalam kecelakaan saat Harry masih berusia 12 tahun. Sungguh disayangkan, Diana tidak dapat melihat kelahiran cucunya.

"Sangat menyedihkan Diana tidak ada di sini untuk melihat anaknya menikah dan sekarang memiliki anak. Ini juga menyedihkan untuk Harry karena ibunya tidak ada di sini," ujar salah satu teman dekat Putri Diana, dilansir People.



Pada kunjungannya ke Belanda baru-baru ini, Harry juga mengungkapkan kerinduannya pada mendiang sang bunda. Hal ini diceritakan mantan tentara, Dennis van der Stroom saat mengendarai sepeda bersama Harry.

"Saya bilang ke Harry, saya rindu ibu saya dan kita berbagi tentang pengalaman yang sama," kata Stroom.

Pangeran Harry kecil dan Putri Diana/Pangeran Harry kecil dan Putri Diana/ Foto: instagram
Lebih lanjut, Stroom memaparkan kerinduan suami Meghan Markle itu pada Putri Diana. Bagi Harry, ibu adalah sosok penting yang dibutuhkan seorang anak laki-laki.

"Dia (Harry) bilang, kehilangan ibu seperti kehilangan rasa aman. Betapa kamu membutuhkannya sebagai seorang anak dan merasa kehilangan saat ibumu pergi," tutur Stroom.

Sebagai anggota kerajaan yang sering berkunjung ke berbagai tempat, Harry sering mendengar cerita tentang banyak orang yang kehilangan orang tercinta. Mendengarnya, membuat Harry merasa lega karena dia merasa tidak sendiri, Bun.

"Ketika dia mendengar kisah mereka, dia berkata, dia merasa tidak sendiri," kata Stroom.


Bagi seorang anak laki-laki, sosok ibu memang memegang peranan yang penting, Bun. Mengutip Mom Junction, sosok ibu dapat berpengaruh pada perilaku putranya.

Tidak ada yang dapat memahami seorang anak lebih baik daripada ibunya. Sejak dilahirkan hingga dewasa, seorang anak laki-laki akan memelihara ikatan yang kokoh dengan ibunya.

"Anak-anak yang memiliki ikatan yang buruk dengan ibunya, akan memiliki masalah perilaku saat dewasa," ujar Dr. Pasco Fearon, psikolog dari School of Psychology and Clinical Language Sciences, University of Reading.

Kehadiran ibu juga dapat mendukung emosional anak untuk mandiri. Studi yang diterbitkan dalam Child Development mengatakan, cinta dan penerimaan seorang ibu yang tanpa batas pada anaknya akan membuat si kecil tumbuh dicintai dan disukai banyak orang, Bun.

[Gambas:Video 20detik]

(ank/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi