mom-life

Pesan Almarhum Arifin Ilham dalam Mimpi Ibunda Tercinta

Yuni Ayu Amida Selasa, 28 May 2019 16:30 WIB
Pesan Almarhum Arifin Ilham dalam Mimpi Ibunda Tercinta
Jakarta - KepergianĀ Ustaz Arifin Ilham untuk selamanya tentu meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. Tak terkecuali sang bunda tercinta, Nurhayati. Bahkan baru-baru ini, Nurhayati didatangi almarhum putranya lewat mimpi.

"Nenek tadi malam mimpi Arifin datang ke mimpi saya, ngelus-ngelus mama, bilang 'jangan sedih jangan sedih'," tutur Nurhayati, dikutip dariĀ detikcom.


Bahkan usai bermimpi, Nurhayati mengaku sulit untuk tidur lagi. "Sampai sulit mama enggak bisa tidur lagi," ungkapnya.


Nurhayati begitu dekat dengan putranya, yang meninggal dunia pada 22 Mei lalu usai berjuang melawan kanker kelenjar getah bening. Dulu saat masih tinggal bersama sang ibu, Arifin rupanya selalu minta ditemani sebelum tidur.

"Yang diingat, dia tidur kalau nggak mama kelonin nggak tidur," kenangnya.

Ya, setiap orang tua pastinya merasakan kesedihan mendalam setelah ditinggal anak untuk selamanya. Terlebih hubungan mereka sangat dekat seperti Ustaz Arifin dan ibunda tercinta.

Pesan Almarhum Arifin Ilham dalam Mimpi Ibunda TercintaFoto: Dok. Instagram/kh_m_arifin_ilham

Ulasan Heal Grief memaparkan, kehilangan anak karena meninggal merupakan sebuah tragedi besar. Pada tahap awal, orang tua akan mengalami rasa sakit yang bisa berlangsung selama berbulan-bulan, bahkan lebih.

Diungkapkan dr.Denise Turner, dosen di Social Work and Social Care, University of Sussex, aspek paling buruk saat orang tua kehilangan anaknya karena kematian adalah kesanggupan mereka untuk bertahan hidup yang jauh dari kata positif.

Butuh usaha keras bagi orang tua untuk melanjutkan hidup selepas meninggalnya anak. Mereka pun butuh komitmen untuk melakukan itu demi melepas kepergian anak dengan ikhlas.

Selain itu, dikatakan psikolog keluarga dari Tiga Generasi Anna Surti Ariani atau Nina, sangat wajar ketika orang tua merasa terpukul karena kehilangan anak. Yang terpenting, kita sebagai orang terdekatnya mesti sensitif dengan kebutuhan dia.


Kata Nina, orang yang sedang merasa kehilangan dan bersedih, ada yang memilih menyendiri, atau malah sebaliknya, ingin ditemani. Selain itu, jika kita mau menyampaikan ucapan berduka, usahakan memakai kata-kata yang netral, seperti 'aku turut kehilangan' atau 'aku ikut berduka cita', atau lebih baik jika katakan kita akan turut mendoakan.

"Untuk itu butuh sensitivitas kita. Kalau orangnya lagi butuh sendiri, ya kita jangan maksa untuk ketemu. Memaksa menghibur orang yang habis kehilangan anak enggak selalu membantu kok. Jadi, menghibur orang enggak mesti dipaksakan dan kita harus ada di sampingnya," tutur Nina.


[Gambas:Video 20detik]

(yun/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi