moms-life

Memahami Tangis Istri Pertama Mendengar Wasiat Arifin Ilham

Ratih Wulan Pinandu Kamis, 02 May 2019 14:32 WIB
Memahami Tangis Istri Pertama Mendengar Wasiat Arifin Ilham
Jakarta - Perjuangan Arifin Ilham melawan kanker getah bening belum berakhir. Sang ustaz, kembali terbang ke Penang, Malaysia demi mendapatkan pengobatan yang terbaik, Bun.

Bersama istri pertama, wahyuni Al-Waly yang ikut serta mendampinginya. Melihat kondisi sang suami, Wahyuni tak kuasa menahan tangis sambil memeluknya. Diceritakan Arifin Ilham, Wahyuni menangis setelah mendengar wasiatnya.


Melalui Instagram miliknya, Arifin membagikan video yang memperlihatkan Wahyuni sedang memeluknya erat. Meski sedang mengenakan infus di tangan kanannya.


"Jangan Menangis Semua Menuju-NYA. Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu," tulis Arifin.

"SubhanAllah saat ratu bidadari menangis melihat keadaan imamnya, mendengar wasiat dan bahwa kematian janganlah ditakuti, krn mati adalah" liqoouhu" jalan satu satunya berjumpa dg Allah yg kita sangat cinta rindu beribadah taat kepadaNya," imbuhnya.

[Gambas:Instagram]

Melihat orang tersayang sedang terbaring sakit pasti menimbulkan kesedihan untuk seorang istri. Tak terkecuali dirasakan Wahyuni, yang sudah setia mendampingi Ariifin Ilham selama 21 tahun.

Mendampingi suami yang sedang berjuang sembuh dari penyakit kronis hendaknya diimbangi dengan kesabaran, Bun. Merasakan sakit dengan bayang-bayang kematian akan membuat mental dan rasa percaya diri mereka ikut turun. Dibutuhkan rasa pengertian dari pasangan untuk selalu memberikan semangat.

Kondisi pasangan yang terus menurun biasanya juga akan berdampak pada memburuknya hubungan mereka. Melansir Psychology Today, kedua pasangan disebut akan sama-sama menderita karena sakit membuat perhatian mereka tersita dari permasalahan hidup lainnya.

Berdasarkan penelitian terbaru, secara umum penyakit kronis akan mempengaruhi pasangan dalam beberapa hal berikut ini.

Stres
Penyakit kronis membutuhkan perawatan intens, yang tentunya akan membuat kebiasaan istri atau suami ikut berubah. Ada kalanya, istri sampai harus mengalah dan berhenti kerja demi mengantar suaminya berobat. Hal itu akan berimbas pada keuangan keluarga yang harus dipikirkan ulang.

Kesusahan
Kepuasan pernikahan cenderung menurun ketika pasangan mengalami cacat. Kedua pasangan mungkin akan mengalami depresi ketika salah satunya mengalami penyakit mematikan.

Pola komunikasi kaku
Penyakit kronis dapat menyebabkan interaksi satu sama lain berjalan tidak memuaskan. Misalnya, pasangan mungkin merasa pasangannya hanya berbicara tentang rasa sakitnya, sementara orang yang sakit merasa pasangannya tidak mampu mengontrol emosinya. Pola komunikasi yang kaku akan menyebabkan ketidakpuasan hubungan suami istri.

Untuk mengatasi hal itu, pasangan bisa saling menguatkan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan latihan sederhana dan intim, yang melibatkan pemusatan pada perasaan memegang tangan orang lain.

"Selanjutnya bisa mencoba meditasi cinta kasih. Setiap orang diam-diam berharap bahwa mereka dan pasangan mereka akan mengalami kebaikan, kasih sayang, dan kebebasan dari kemarahan dan rasa sakit," saran Seth J. Gilliahan, Ph.D, asisten profesor klinis di Departemen Psikiatri di University of Pennsylvania.


Terakhir, pasangan saling terbuka untuk membicarakan pengalaman emosional bernada positif yang pernah mereka lalui. Setelah itu, beralih dengan berlatih membicarakan emosi negatif dengan penuh perhatian tanpa menghakimi satu sama lain. Tunjukkan perhatian saat pasangan berbicara tanpa memotongnya hingga selesai bercerita.

Selamat mencoba!

Bunda, simak cerita penyintas kanker dalam video di bawah ini!

[Gambas:Video Haibunda]

(rap/som)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi