mom-life

Puisi Flamboyan, Untaian Kata Romantis SBY untuk Ani Yudhoyono

Asri Ediyati Sabtu, 01 Jun 2019 13:59 WIB
Puisi Flamboyan, Untaian Kata Romantis SBY untuk Ani Yudhoyono
Jakarta - Setia hingga maut memisahkan, itulah yang menggambarkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan mendiang Ani Yudhoyono. Dikabarkan oleh Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief, Ani Yudhoyono dinyatakan meninggal dunia saat dirawat intesif di NUH, Singapura. Ani menghembuskan napas terakhir usai melawan penyakit kanker darah.

SBY dan Ani Yudhoyono adalah pasangan yang romantis dan saling setia. Kilas balik saat keduanya melakukan proses pendekatan, diceritakan SBY, keduanya saling bersurat-suratan. SBY mendekati Ani dengan puisi indah nan romantis berjudul 'Flamboyan'.


"Waktu itu kan ya namanya masih muda dan tidak setiap saat bisa bertemu, agak sulit melihat body language misalnya," kenang SBY dalam program acara 'Rosi' yang pernah disiarkan Kompas TV beberapa waktu lalu.


Kala itu, SBY sama sekali enggak merasa malu untuk menulis puisi lewat surat. Selain Flamboyan, banyak puisi indah lainnya dari SBY yang membuat Ani jatuh cinta. Akan tetapi, puisi 'Flamboyan' lah yang selalu dikenang.

"Ketika masih bersurat-suratan salah satu puisi berjudul Flamboyan inilah dikirimkan kepada saya," kata Ani Yudhoyono.
Puisi Flamboyan, Untaian Kata Romantis SBY untuk Ani YudhoyonoFoto: Istimewa
Berikut puisi Flamboyan yang ditulis SBY:

Kembang merah di ujung kota

Menunggu sapa angin utara

Atau langkah kuda penarik kereta

Pembawa berita dan simfoni cinta

Flamboyan

Kaulah yang dirindukan

Sang pengembara

Yang menapaki keringat tanpa huru hara

Hingga puncak almamater para ksatria

Jika bungamu jatuh berguguran

Dalam semerbak wangi sinar pesona

Kau ucapkan selamat datang

Pada pengembara berpedati tua

Yang tak henti berucap bahagia

Karena perjalanan panjangnya tidak sia-sia

Berakhir dibatas kota...

Bagaimana, Bun? Indah dan memikat hati ya. Tak heran Ani Yudhoyono jatuh hati dengan SBY. Meski sekarang sudah terpisah secara fisik, namun kita semua yakin, kasihnya tetap tersambung dan cinta keduanya tak pernah pudar. Saat menemani di hari-hari terakhir Ani Yudhoyono, SBY selalu setia mendampingi, mendorong kursi roda, hingga menggenggam tangan sang istri.

Studi yang dilakukan University of Colorado Boulder dan University of Haifa menemukan menggenggam tangan pasangan bisa mensinkronkan napas dan detak jantung kita dengan pasangan. Gelombang dalam otak juga lebih sinkron ketika kita menggenggam tangan pasangan.


"Makin berempati dan nyaman seseorang dengan pasangannya, makin sinkron gelombang otak mereka ketika berpegangan tangan. Berpegangan tangan yang merupakan sentuhan fisik bisa jadi bahasa cinta pasangan suami istri," tutur Silvia dikutip dari Essential Kids.

Rest in peace, Bu Ani.

[Gambas:Video 20detik]

(aci/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi