mom-life

Cara Tasya Kamila Menyiasati LDR dengan Sang Suami

Annisa Karnesyia Minggu, 14 Jul 2019 12:00 WIB
Cara Tasya Kamila Menyiasati LDR dengan Sang Suami Cara Tasya Kamila Menyiasati LDR dengan Sang Suami/ Foto: Tasya Kamila / IG @tasyakamila
Jakarta - Baru saja dikaruniai anak pertama, Tasya Kamila harus jalani hubungan jarak jauh, atau Long Distance Relationship (LDR), dengan suaminya, Randi Bachtiar. Meski sudah terbiasa menjalaninya sebelum menikah, Tasya merasakan perbedaannya setelah memiliki anak.

Meski sempat pulang saat lebaran, Randi kini kembali disibukkan dengan pekerjaan di luar negeri. Waktu untuk keluarga pun biasanya dihabiskan saat akhir pekan, Bun.

"Karena suamiku kerja di luar negeri, biasanya dia weekend pulang dan pas lebaran kemarin, dia ambil cuti menemani aku sama bayi," kata Tasya, dikutip dari InsertLive.


Mantan penyanyi cilik ini mengaku, sang suami selalu rindu melihat putranya, Arrasya Wardhana Bachtiar. Untuk urusan ini, Tasya dan Randi menyiasatinya dengan video call.

"Tapi, biasanya dia kan kangen sama baby, jadi kangennya terobati dengan video call, walaupun dua minggu sekali itu suamiku pasti pulang," ujar Tasya.

Hingga saat ini, wanita 26 tahun itu masih betah menjalani hubungan jarak jauh dengan suami. Apalagi, Tasya juga masih aktif bekerja di dunia hiburan.

"Kalau sekarang sih, pas banget suami lagi di Kuala Lumpur, jadi mungkin aku mau stay dulu seminggu, habis itu baru balik lagi ke Jakarta, soalnya sudah ada jadwal syuting lagi. Kan baby sudah bisa naik pesawat juga. Tapi, kalau pindah itu lihat situasi lebih dulu, aku atau dia (suami) yang mengalah," tutur Tasya.

Cara Tasya Kamila Menyiasati LDR dengan Sang SuamiCara Tasya Kamila Menyiasati LDR dengan Sang Suami/ Foto: Instagram @tasyakamila

Meski jarak memisahkan, sebagai orang tua baru, kita enggak boleh lupa untuk bekerjasama mengasuh anak ya. Peran orang tua sangat penting untuk tumbuh kembang si kecil, Bun.

Kata psikolog Elly Risman, Psi, baik ayah atau ibu harus memiliki peran aktif dalam menuntun tumbuh kembang anak agar lebih optimal. Jangan hanya mengandalkan pengasuhan dari ibu saja karena bagaimanapun juga, ada kebutuhan dari anak terhadap sosok seorang ayah.

"Kalau bapak kurang dalam pengasuhan anak, maka anaknya akan agresif. Jadi ayah perlu bukan hanya dari segi fisik, tetapi juga gizi dan jiwa spiritual. Anak-anak yang kurang ayah sepi jiwanya," ujar Elly, dilansir detikcom.

Kalau menurut Dr.dr.Ahmad Suryawan, Sp.A(K), orang tua yang menghabiskan waktu berkualitas dengan anak bisa membantu si kecil bersosialisasi. Melakukan aktivitas sederhana dengan sentuhan memberi dan menerima bersama anak sehari-hari dalam suasana bahagia dan menyenangkan juga jadi salah satu dasar terpenting bagi tumbuh kembang otak anak di periode kritis.

"Ingatlah kalau orang yang tahu apa yang terbaik bagi anak adalah orang tua. Itu sebabnya jadi percaya diri adalah hal pertama dan terpenting bagi orang tua untuk membantu anak tumbuh dan mewujudkan impian mereka," kata pria yang akrab disapa Wawan itu.

Simak juga, Bun, tips sederhana untuk stimulasi otak anak, di video berikut ya:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi